Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Malam Pertama


__ADS_3

*Bab ini mengandung unsur dewasa.di mohon untuk kebijakan dari para semua pembaca.*


Ini merupakan kedua kalinya Dinda menginjakkan kakinya di rumah Damar karena setelah pertemuan pertamanya Mama Rena dan Papa Jhon pergi ke Jerman untuk konsultasi masalah kesehatan papa Jhon.


Ketika ia masuk Dinda sudah di sambut dengan pelukan oleh mama Rena dan Papa Jhon.


" Dinda selamat datang di keluarga kami" ucap mama Rena dan di barengin dengan anggukan kepala papa Jhon yang tersenyum lebar.yang sedang memeluk anak kebanggaanya Damar.


" Makasih ma" ujar Dinda yang masih di dalam pelukan mama Rena yang tanpa ia sadari air matanya telah menetes.


" Kok kamu menangis sayang...!" ucap mama Rena


" Dinda bahagia ma" ujar Dinda


" Ya udah kalian sekarang beristirahat ya.! "


" Pasti kalian sangat lelah"


" iya ma terima kasih" ucap Dinda


Kemudian Mama Rena dan Papa Jhon berjalan memasuki kamar mereka yang berada di lantai satu sedangkan kamar Damar ada di lantai dua dan Damar pun mengajak Dinda menuju kamarnya.Sampai di depan kamar Damar membuka kamarnya dan mempersilahkan Dinda untuk masuk.


Kamar Damar sangat luas.Dengan interior kamar yang sangat cocok dengan sosok Damar yang Ramah, hangat , pintar dan baik hati dengan Dominasi warna Coklat dengan interior kamar yang sederhana


__ADS_1


"Kamar Mas Damar Persis seperti orangnya.!" hangat gumam Dinda


Setelah sampai di dalam kamar Damar pun langsung menuju ke dalam kamar mandi sedangkan Dinda duduk di sofa Γ½ang berada di dalam kamar persis di depan ranjang besar milik Damar.Hati Dinda pun berdebar dengan kencang ia tak tahu apa yang harus ia lakukan di kamar ini bersama Damar.Otaknya sudah diracuni oleh Perkataan Shinta dan Damar di malam sebelum acara pernikahannya sehingga saat ini otak Dinda sudah dipenuhi oleh pikiran -pikiran mesum.


" Ceklek.." terdengar pintu kamar mandi yang terbuka.terlihatlah Damar yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya yang memperlihatkan perut roti sobeknya yang membuat Dinda menelan Ludahnya sendiri. ia baru kali ini melihat Tubuh laki- laki yang hampir setengah telanjang.


Dinda pun membayangkan di peluk dan bersandar di dada Bidang di depannya.


" Dek... kok kamu bengong....!!"


" kenpa baru kali ini ya ngeliat perut six pack mas ya..."


" Sini mas Damar peluk biar kamu bisa ngerasain di peluk oleh laki - laki seksi seperti mas."


canda Damar menambah merah pipi Dinda yang memang telah membayangkan yang tidak - tidak.


Sesampainya di kamar mandi Dinda pun Berdiri di balik pintu ia baru menyadari kalau ia masih menggunakan gaunnya dan ketika ia mencoba membuka gaunnya tangannya tak bisa menggapai realeting gaun yang berada di belakang.


Aaaaaaarrrrgh....... seru Dinda kemudian Dinda pun teringat ia juga tidak membawa baju ganti


Akhirnya dengan terpaksa ia pun keluar lagi dari kamar mandi dan Dinda melihat suaminya sedang duduk di atas Sofa sambil memegang hpnya membalas semua pesan ucapan selamat kepadanya.Dengan malu - malu Dinda meminta Damar untuk menurunkan resleting bajunya.


" Mas.... ujar Dinda Pelan


" eeehm.... balas Damar

__ADS_1


" Maaas.... " tolong turunin resleting bajuku mas ." ucap Dinda


Damar pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Dinda.


" Sini....." seru Damar menggoda


Kemudian Dinda pun mendekati Damar sehingga mereka sekarang berhadap - hadapan.Damar pun pelan -pelan menaikan tangannya dan setengah memeluk Dinda ia pun mendekatkan wajahnya ke arah wajah Dinda seperti akan mencium Dinda.Dinda pun pasrah dan hanya menutup kedua matanya.dan tiba -tiba Damar memutar badan Dinda dan dengan sigap ia memegang tubuh istrinya yang kaget tidak di sangka akan di putar oleh suaminya sehingga kehilangan keseimbangan.setelah di putar Damar pelan - pelan menurunkan resleting baju istri ia begitu menikmati pemandangan punggung istrinya yang mulus.kemudian ia pun melingkarkan kedua tangannya kepinggang istrinya dan menyibakkan rambut panjang Dinda ke samping bahunya dan mencium leher istrinya lembut sekali sehingga menimbulkan rasa merinding di tubuh Dinda.Damar pun mengeratkan pelukannya di pinggang Dinda dan menggigit cuping telinga Dinda dengan lembut sambil menghisapnya.Dinda pun yang sedari tadi merasakan merinding dan sensasi geli di seluruh tubuhnya kemudian tiba - tiba Dinda bergerak dan ia kabur berlari ke arah kamar mandi.Damar yang melihat tingkah istrinya tertawa terbahak- bahak.


Dinda yang berada di kamar mandi menenangkan hatinya yang berdetak cepat dan pipinya yang memanas dan di pastikan pipinya yang merona merah.


ia pun perlahan membuka gaunnya dan mengucurkan air ke dalam bathtube kemudian ia pun merendamkan tubuhnya kedalam air Dinda pun merasa senang karna ini pertama kalinya ia merasakan mandi berendam seperti orang- orang kaya yang ia lihat di film- film.


ia pun memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah ia mandi.tapi Dinda pun melupakan kejadian yang akan terjadi setelah ia keluar dari kamar mandi ia asyik dengan acaranya sendiri yaitu berendam di dalam bath tube.


Tak terasa sudah 1 jam Dinda berendam di dalam Bathtube itu kemudian ia pun menyelesaikan acara berendamnya dan segera memakai baju gantinya setelah itu ia keluar kamar dan melihat Damar sudah tertidur diatas kasur.Dinda pun mehela napas panjang


" aah aman..." ujar Dinda


ia pun berjalan berjingkat agar tidak menimbulkan suara dan naik ke atas kasur pelan -pelan i tidak mU menimbulkan suara mengakibatkan bangunnya macan yang sedang tidur.Sedangkan Damar sendiri sebenarnya tidak tidur ia baru selesai membalas semua pesan dari teman- teman dan kolega bisnisnya yang mengucapkan selamat menempuh hidup baru bagi Ia dan Dinda.Ketika Dinda keluar dari kamar mandi Damar langsung berpura - pura tidur.melihat Dinda yang berjalan mengendap- endap seperti maling membuat Damar menahan tawanya ia menghadapkan badannya membelakangi Dinda.


Setelah Dinda berada di tempat tidur ia.merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya karna di yakininya ia tidak akan melakukan apa yang di ceritakan Shinta dn Lia di Malam Pertamanya menjadi Pengantin.Damarpun yang berniat mengerjai Dinda menunggu Dinda sedikit terlelap.setelah di rasanya Dinda sudah tertidur ia pun membalikkan badannya dan memandang wajah cantik istrinya itu.lama kelamaan Damar menginginkan yang lebih untuk ia lakukan akhirnya ia pun mencium dengan lembut pipi istrinya dan kemudian bibir mungil istrinya itu.di lihatnya Dinda bergerak tapi tidak membuka matanya.karna Dinda pun bermimpi Damar tengah menciumnya yang ia rasa mimpinya itu seperti nyata.


Setelah mencium bibir Dinda cukup lama menimbulkan rasa ingin memilikinya Damar pun menurunkan ciumannya ke arah leher jenjang istri cantiknya itu dan Dinda melenguh akibat ciuman Damar yang menimbulkan dorongan hasrat yang kuat buat Damar.ciuman tersebut membuat Dinda terbangun dan ketika Dinda ingin berteriak melihat perbuatan Damar yang telah menjadi suaminya itu.Seketika Damar membungkam teriakan Dinda dengan ciuman yang membuat Dinda terbuai dan menikmati ciuman Damar yang memang untuk pertama kalinya ia merasakan hal seperti ini.Damar pun semakin gencar melancarkan serangannya. Dinda yang menerima sentuhan dan ciuman yang tidak pernah ia rasakan tangannya secara refleks mengelus punggung Damar dan menjambak rambutnya ketika Damar mencium daerah sensitifnya.Damar pun kemudian mencium bibir Dinda kembali dan ia meminta persetujuan dari istrinya .mereka pun melakukan ritual suami istri itu hingga pukul 2 pagi sebelum mereka tertidur lelap dengan saling berpelukan dan menutupi tubuh mereka yang polos tanpa sebenang pun yang menempel dengan selimut sampai pagi menjelang.


********** Bersambung*********

__ADS_1


Mohon maaf kalau banyak kata- kata yang tidak pantas ya reader.!!!"😊😊😊😊😊😊


Harap maklum.Author sedikit terbawa suasana kalau menjelaskannya secara detail.πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


__ADS_2