Cinta Dalam Sepotong Kue

Cinta Dalam Sepotong Kue
Siuman dan Terusir


__ADS_3

Menunggu........ adalah pekerjaan yang paling menjemukan dan membosankan.


Dinda sudah menunggu Dmar Siuman selama 2 hari dan sekaran ia melihat tangan Damar bergerak dan matanya perlahan terbuka.Dinda pun segera memanggil Dokter untuk memeriksa kondisi Damar.


" Apa yang bapak rasakan" tanya Dokter


Damar


" kepala saya sedikit pusing dok...!"


Dokter pun kemudian memeriksa kepala dan kaki Damar.Dokter pun memegang dan menekan bagian kaki Damar.Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Damar Dokter pun mengambil keputusan bahwa Damar mengalami kelumpuhan sepruh dari pinggang kebawah sampai ke kakinya, tapi Dokter tidak langsung memberitahukan langsung di hadapan Damar.Ia memanggil Dinda ke ruangannya dan menjelaskan tentang kondisi keadaan Damar secara terperinci dan detail.


Dinda pun hanya bisa menahan air matanya untuk tidak turun di hadapan Damar suaminya.bagaimana ia akan menjelaskan perihal keadaan kondisi suaminya tersebut. Tiba - tiba Dinda merasakan pusing dan matanya kunang - kunang ia merasakan gelap di sekitarnya ia pun jatuh pingsan.beruntung ia masih di dalam ruangan dokter kemudian ia pun langsung di rawat dan di periksa oleh dokter


Dinda


"Dok... kok saya di suruh periksa di dokter kandungan."


" Saya merasa baik- baik saja."


Dokter


" ibu saya rasa ibu sedang mengandung."


" menurut pemeriksaan saya ibu menunjukan tanda - tanda kehamilan semester pertama"


" Tapi untuk memastikannya ibu saya anjurkan ke dokter kandungan.karna saya hanya seorang dokter spesialis bedah dan penyakit dalam."


" ini surat rujukannya."


Dinda pun menuruti nasehat sang dokter dan ia pun menuju ruang dokter kandungan.setelah melalui serangkaian pemeriksaan Dinda pun mendapati dirinya sedang mengandung.


Dokter Kandungan


" Selamat minggu"


" Apakah ibu mengalami keluhan- keluhan selama tri semester pertama ini?tanya dokter


Dinda


" Tidak ada Dok."

__ADS_1


" Malah saya tidak merasakan apa-apa"


" saya pikir saya tidak pernah menstruasi karna saya banyak pikiran dan kelelahan karna mengurusi urusan toko."


Dokter


" ok.. bu untuk sementara saya akan memberikan suplemen penambah darah dan saya minta ibu untuk tidak banyak pikiran dan tidak boleh banyak melakukan aktivitas yang berat.


Setelah keluar dari ruangan dokter Dinda berpikir mungkin ini adalah berkah dan rahmat dari sang pencipta.di balik kesedihan ada secercah kebahagian akan kehadiran sang buah hati.Dinda pun masih harus menjelaskan keadaan Damar tentang keadaannya sebenarnya.


Akhirnya dengan berat hati Dinda menjelaskan keadaan Suaminya tersebut sama seperti Dokter menjelaskannya kepadanya.seketika itu Damar syok dan ia hanya terdiam dan tidak berbicara dan selama beberapa hari setelah Dinda menjelaskan keadaannya yang sesungguhnya Ia juga suka marah- marah tanpa alasan yang jelas.sehingga Dinda menyembunyikan kehamilannya kepada Damar.


Tibalah hari kepulangan Damar setelah dirawat di rumah sakit hampir 2 bulan ia menjalani perawatan di rumah sakit.setelah pulang Damar harus belajar mengenakan kursi roda karna kondisinya yang mengalami kelumpuhan.tapi Dinda masih mempunyai harapan Damar dapat berjalan lagi.


Rencananya Dinda akan memberitahukan Damar tentang kehamilannya kepada Damar agar Damar mempunyai motivasi dan dorongan semangat agar sembuh demi sang buah hati hari ini.


Tetapi ketika ia memberitahukan kehamilannya kepada Damar.ia malah menuduhnya berselingkuh


" Keluaaaaar.... kau berselingkuh.itu bukan anakku." ujar Damar sambil melempar gelas yang berada di meja samping tempat tidur."


Dinda pun keluar dari Kamar tidur sambil memandangi suaminya yang sedang duduk di kursi roda.


Baru saja ia ingin beristirahat bel rumahnya berbunyi berkali- kali.Dinda pun bergegas membukakan Pintu namun ketika ia membuka pintu ia di dorong oleh orang yang berada di luar yang memaksa dan menerobos masuk sehingga Dinda sedikit terdorong.


Orang - orang tersebut menjelaskan bahwa rumah yang ia tempati ini sudah di jadikan jaminan.mendengar ribut- ribut di lantai bawah Damar pun keluar dari kamarnya dan melihat orang - orang anak buah dari rentenir yang uangnya ia pinjam untuk menyewa detektif untuk mencari Dave sedang mengacak - acak rumahnya dan sedang memaki Dinda.


Melihat kehadiran Damar di dekat tangga para tukang pukul anak buah rentenir itupun mendekati Damar.


" Pak Damar bos kami menagih hutang bapak plus bunganya...


" bapak sudah telat membayar hutang hari ini juga bapak dan istri harus angkat kaki dari sini.


" Mas maksudnya apa ini mas...? tanya Dinda yang sedang terduduk di samping kursi roda Damar


" Beri kami waktu..." ujar Damar


" Bos hanya memberi bapak waktu sampai besok.dan besok bapak dan istri harus angkat kaki dari rumah rumah ini."


" Ingat itu pak..."teriak anak buah rentenir itu.


Dan mereka pun meninggalkan rumah Damar sambil melempar apa saja yang di dekat mereka.Dinda yang sejak tadi sudah menangis ia pun bertanya kepada Damar sambil terisak.

__ADS_1


" Mas kenapa kau gelap mata.inikan rumah mama Rena dan papa Jhon."


" Tau apa kau... bentak Damar


" Rumah ini atas nama ku.aku berhak melakukan apa saja." teriak Damar


" Mas jangan - jangan kamu sudah menggadaikan semuanya.... ya... jawab mas." seru Dinda sambil menangis


" Apa aja mas yang udah kamu gadain mas?tanya Dinda sambil tetap menangis


" Jangan- jangan kamu sudah menggadaikan...


belum sempat Dinda menyelesaikan perkataannya Damar sudah membentaknya


" iya aku sudah menjual toko dan Mess.. terus kamu mau apa? Ha......" teriak Damar


" terus... terus.... kita nanti makan dari mana mas...


itu adalah satu- satunya usaha kita mas...


mata pencaharian kita...


tega kamu mas....


kamu tidak pernah ngomong sama aku mas....


Aku kamu anggap apa mas...


teriak Dinda mengeluarkan semua beban di hati dan kepalanya.


Damar pun hanya bisa terdiam.dia malu terhadap Dinda karna gara- gara perbuatannya ia telah kehilangan semuanya dan ia tidak berani dan malu meminta pertolongan kepada Orang tua angkatnya.dimana harga dirinya...? ia pun perlahan menjalankan kursi rodanya dan masuk kedalam kamar.


Dinda yang terduduk lemas di depan tangga di lantai dua terus menangis sampai ia pun merasakan lelah yang tak bisa di ungkapkan dengan kata- kata selain lelah badan juga ia mengalami kelelahan hayatinya.ia pun beranjak ke kamar di sebelah kamar Damar dan tertidur.


Tak terasa jam menunjukan pukul 4 sore dan Dinda sudah tertidur selama 2 jamia pun bergegas mengambil telponnya ia teringat akan ancaman para rentenir itu ia kemudian menelpon bang udjo dan mengajak bang udjo bertemu.Setelah bertemu bang Udjo Dinda pun menceritakan semua perihal yang ia alami hari ini sambil menangis.Dinda pun meminta bantuan bang Udjo untuk memberitahukan Shinta dan Gio kalau toko akan di sita oleh bank karna Damar sudah menggadaikannya dan ia pun meminta bang udjo untuk mencarikan rumah kontrakan.


Keesokan harinya Dinda mengajak Damar pindah rumah sebelum para anak buah rentenir itu datang kerumah.Dinda pun sambil menahan air matanya agar tidak tumpah berjalan menjauh dari rumah suaminya tersebut.Sesangkan Damar hanya terdiam padahal di hatinya ia merutuki segala perbuatannya yang menyebabkan ia kehilangan semuanya.tertinggallah penyesalan dan rasa bersalah yang sangat besar dan dalam di hati Damar.


ia pun dengan berat hati ketika Dinda mendorong kursi rodanya dan naik ke dalam mobil bak terbuka di bantu dengan udjo yang membawa barang- barang seadanya dari rumah besar dan mewah yang pernah merwka tempati.


*********Bersambung***********

__ADS_1


__ADS_2