
Tiiiiidiiit.... Tiiiiiidiiiit......
Alarm hp Dinda berbunyi. Dinda biasa memasang alarm hpnya pukul 4.30 pagi karna ia terbiasa bangun setelah alarm berbunyi karna waktunya ia persiapan untuk melaksanakan Sholat shubuh.tapi begitu ia terbangun ia terkejut dengan adanya tangan yang memeluk dirinya dan ketika ia menoleh terlihat wajah Damar yang sangat dekat dengan wajahnya sehingga terasa hembusan napas hangat di pipinya.Dinda pun kemudian Teringat kejadian semalam yang membuat dia menjadi seorang wanita yang melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.perlahan ia menurunkan tangan Damar dari perutnya tapi kemudian malah ia membangunkan Damar seketika Damar pun menarik kembali Dinda kedalam pelukannya dan mencium pipi Dinda turun mencium bibirnya kemudian ia pun melancarkan serangan fajarnya kepada Dinda sekali lagi membuat Dinda lemas tak berdaya di buatnya.setelah serangan fajar yang dilancarkan oleh Damar membuat Dinda merasakan sakit perih yang luar biasa di selangkangannya sehingga ia tidak bisa bergerak.Dinda pun merebahkan kembali tubuhnya di kasur dan ia mengoyang- goyangkan Tubuh Damar yang masih memeluk tubuhnya.
" Mas....mas..." ucap Dinda
" Eeeehm " kenapa dek... mau lagi..? tanya Damar
" Apaan sih mas.."ucap
" eeeehm.... eeeehm.... timpalnya.
" itu ku perih" sakit sekali"..
" Yang mana ? " Spontan Damar bangun dan Duduk di samping Dinda yang masih berbaring di kasur.
" ini.... ujar Dinda menunjuk kearah daerah sensitifnya.
Damar pun tersenyum mendengar jawaban Dinda kemudian ia berdiri dwngan masih bertelanjang bugil.
__ADS_1
Aaaaakkkh..... mas malu.. ujar Dinda yang segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya melihat Damar yang bertelanjang dan berjalan dengan santainya mengambil celana boxer miliknya yang ia lempar kesembarang tempat semalam.
" iiih... kamu tuh dek orang kamu udah ngeliat aku luar dalam aja masih malu"ujar Damar.
Kemudian Damar pun menundukan tubuhnya ke arah Dinda
" Mau apa kamu mas" seru Dinda
" Kan kata kamu itu mu sakit jadi mas ingin mengangkat kamu ke kamar mandi"
" Kenapa kamu mau lagi. ujar Damar sambil berpura - pura naik ke atas Kasur.
Kemudian Damar pun mengangkat Dinda ke kamar mandi dan mereka pun mandi bersama kemudian mereka mengambil wudhu dan melaksanakan sholat shubuh berjamaah.
Dengan jalan tertatih tatih sambil menahan perih Dinda pun turun kebawah menuju dapur setelah mempersiapkan baju untuk Damar tugas pertama ia di hari pertama menjadi istri Damar.ia ingin menyiapkan sarapan untuk suaminya dan kedua mertuanya tapi di meja makan sudah tersedia dengan rapih sarapan pagi hari ini karna di dapur sudah ada bik ijah yang menyiapkan sarapannya.
Melihat Dinda yang jalannya seperti itu Mama Rena yang sejak tadi sudah berada di meja makan tersenyum
" Damar kamu harus pelan - pelan terhadap Dinda kasian kan kalau dia jalannya samapi sakit seperti itu." ucap mama Rena sambil tersenyum.
__ADS_1
Damar berkata
" Habis Damar laper ma kalu ngeliat Dinda "sambil tersenyum dan mencium Dinda di pipi Dinda pun terkejut ternyata Damar telah berada di belakang Dinda, sedangkan Dinda yang di cium dan di ledek tertunduk malu dan mukanya memerah. mencubit pinggang Damar dan Damar menjerit kesakitan.
" ooouuugh..." teriak Damar
" iiih... mama ama papa jadi iri ya pa."
inget masa kita dulu pengantin baru ya pa" ucap Mama rena sambil menuangkan teh hangat untuk papa Jhon.
Kemudian dengan di peluk oleh Damar,Dinda pun duduk di meja makan dan mereka pun menikmati sarapan paginya dengan gelak canda.Setelah sarapan papa Jhon dan mama Rena pergi ke kantor imigrasi untuk mengurus- urus untuk perpanjangan paspor mereka guna keperluan keberangkatan Mereka ke Jerman.sedangkan Damar dan Dinda menghabiskan waktu mereka dengan membuka kado yang mereka terima pada saat resepsi pernikahan kemarin yang baru saja diantar udjo dan ilham.Dinda pun yang tadinya ingin membantu menurunkan kado- kado itu di larang oleh Damar dan mendudukannya di sofa tamu karna tidak tega melihat Dinda yang berjalan mondar mandir menahan perih akibat serangannya dari semalam hingga fajar menjelang.Akhirya Dinda pun hanya melihat bang udjo, ilham dan Suaminya Damar dan di bantu pak tono satpam rumah membawa semua kado - kado tersebut ke atas kedalam kamar mereka.Setelaha kepulang bang udjo dan Ilham Damar menggendong Dinda keatas masuk kedalam kamar mereka karena Damar tidak tega melihat Dinda yang berjalan menahan perih.
Sesampainya di kamar Dinda pun membuka satu persatu kado dari teman dan kolega Damar yang kebanyakan memberikan amplop yang berisikan uang ataupun cek.kemudian Dinda membuka kado yang bertuliskan dari WO dadakan.
"Mas kado dari Shinta dan Lia"
Kemudian mereka pun membuka kado dari mereka dan isinya 2 buah lingeri yang sangat seksi dan transparan berwarna merah maroon dan biru muda dan sekotak Urat Madu ketika melihat isi kado tersebut mereka berdua pun tersenyum apalagi Dinda yang pinya langsung memanas dan pasti memerah akibat isi kado tersebut.Damar pun melirik Dinda dengan penuh maksud dan di balas gelengan kepala oleh Dinda tapi damar pantanf menyerah ia pun dengan cepat dan gesit melancarkan serangannya kembali akhirnya Dinda pun di buat tidak bisa menolak atas serangan nikmat yang dilancarkan Damar kepadanya.Akhirnya hari pertama Dinda dan Damar menjadi sepasang suami istri dipenuhi oleh serangan- serangan maut tapi nikmat punya Dàmar dan mereka lakukan sampai menjelang sore hari.
************ Bersambung*************
__ADS_1