
Hampir 2 bulan sudah Damar Mengejar Dave sahabatny itu yang telah menipu semua kekayaan Damar melalui investasi saham bodong seperti orang gila, segala upaya ia kerahkan termasuk menyewa detektif dengan biaya yang tidak sedikit sehingga menguras sisa- sisa kekayaan yang ia punya.
Pagi itu Dinda berencana bergegas menuju toko kue yang tinggal satu- satunya properti Damar yang tersisa.tak lama kemudian ia mendengar telpon Damar berbunyi dan Terlihat Damar terburu- buru mengambil kunci Mobilnya dan tidak menghiraukaN Dinda yang memanggilnya.
" Mas..... mas..... mau kemana mas.?"tegur Dinda
Damar tidak menjawab pertanyaan Dinda dan langsung menjalankaƱ mobilnya.Dinda pun hanya menghela napas panjang dan ia pun berangkat ke Toko kuenya.Sejak Damar di tipu sahabatnya itu, ia sama sekali tidK memperdulilan Dinda. Toko kue laris manis 2 Dinda yang mengambil alih karena kasus penipuan itu Damar menjual toko kue yang dekat dengan pantinya dahulu dan perusahaan percetakannya untuk membayar para detektif yang disewa oleh Damar. Di toko pun hanya ada bang udjo, Gio dan Shinta yang masih bekerja di toko kue Dinda.Lia ,Ilham dan Lia mengundurkan diri karna mendapat pekerjaan yang lebih baik. Damar hanya sibuk dengan urusannya mencari Dave.Sehingga ia tifak memperhatikan lagi pekerjaannya,jika Dinda mengajak bicara hanya untuk mengobrol ataupun mengingatkannya pasti Damar akan membentaknya dan memarahinya.
Di dalam ruangan Dinda memeriksa data penjualan tokonya yang akhir- akhir ini mengalami sedikit mengalami kenaikan setelah hampir 2 bulan ia kehilangan setengah dari omset yang biasa ia dapat.tiba- tiba ia mendengar ada panggilan masuk di telponnya begitu ia lihat di layar telponnya ternyata Damar yang menelponnya.
" Halo.assalamualaikum.!"
" Ya mas. ada apa mas?tanya Dinda
Maaf bu suami anda mengalami kecelakaan sekarang sedang berada di rumah sakit.ibu cepat datang ke rumah sakit xxx bu" ujar suara di sebrang telpon
Dinda pun seketika merasakan lemas di kedua kakinya dan dia pun merasakan pusing di kepalanya ia ia pun bersandar di kursinya segera ia bangkit dan segera mencari bang udjo yang kebetulan sedang ada di dapur dan segera menghampirinya.
__ADS_1
" Bang... Damar kecelakaan..
" anter saya ke rumah sakut xxx bang" ujar Dinda panik
" ok..ok mbak Dinda.." jawab Udjo
" Shinta kamu jaga toko ya! bentar lagi Gio masuk kan? seru Udjo kepada Shinta
"iiiya bang... ati- ati bang.... Din...." jawab Shinta
Dengan segera udjo dan Dinda menuju rumah sakit.setibanya di rumah sakit Dinda langsung menuju ruang UGD mwncari Damar setelah ia keliling di ruangan ia tidak menemukan sosok Damar Udjo yang sedari tadi menanyai suster yang berada di UGD korban kecelakaan telah mengetahui keberadaan Damar selagi Dinda mengelilingi ruangan UGD.
"kata suster tadi ada 3 korban kecelakaan tapi yang 2 ada di situ" ujar udjo sambil menunjuk 2 anak perempuan yang memakai baju seragam putih biru yang sedang duduk di pojok ruangan.
" Dan yang 1 laki- laki sedang menuju ruangan operasi tapi dia lagi di rontgen dan di ct scan, saya rasa itu mas Damar mbak dinda" terang Udjo
"Hayooo mbak kita ke ruangan radiologi"ajak Udjo
__ADS_1
Udjo pun mengajak Dinda ke ruangan Radiologi.sesampainya di depan ruangan radiologi hanya terlihat seorang bapak yang sedang duduk di ruang tunggu radiologi.tak selang berapa lama seoran suster keluar dan berkata.
" keluarga Bapak permana"
"Iya Sus"
"Maaf pak ini hasilnya dan bapak kembali ke Ugd membawa pasien dan hasilnya. sambil membuka pintuu Radiologi lebar- lebar dan menarik seorang pasien yang tergeletak tidak sadarkan diri di atas ranjang perawatan.begitu Dinda melihat bahwa yang tergelak itu adalah Damar suaminya Dinda pun mendekatinya dan mulai histeris meneriakan nama Damar yang tentu saja tidak di respon oleh Damar karna ia dalam keadaan tidak sadar.
Bapak tadi pun langsung mendekati Udjo dan bertanya
" maaf Anda siapanya korban ya.. " udjar si bapak bertanya
" Maaf pak wanita itu adalah istrinya dan saya adalah temannya sekaligus karyawannya pak" jawab Udjo
Sebenarnya udjo banyak pertanyaan yang ia ingin ajukan kepada bapak tersebut tapi keingiinannya terhenti karna sang suster menyuruh merwka membawa Damar dan hasil Rontgen dan Ct scan ke ruangan ugd.sesampainya di ruang UGD seorang dokter sudah menanti mereka untuk melihat hasilnya.setelah dokter melihat hasilnya Dokter pun berbicara kepada suster untuk menyiapkan ruangan operasi karna Damar harus segera di operasi karna ada pembekuan darah di otaknya.dengan segera Damar yang masih dalam keadaan tidak sadar di bawa menuju ruangan operasi.selama Damar operasi Udjopun menanyakan kejadian sebenarnya tentang kecelakaan itu kepada bapak itu yang ternyata bernama Permana.Kemudian bapak permana pun mencerotakan lecelakaan itu menurut versinya bahwa Kecelakaan itu di sebablan dua anak sekolah yang sedang bercanda dan salah satu dari mereka terjatuh, karna tidak mau menabrak kedua anak tadi kemudian Damar membanting setirnya dan menabrak pohon yang berada di pinggir jalan yang di tebang oleh petugas penerangan yang sedang melakukan pemangkasan pohon- pohon yang menghalangi kabel listrik,sehingga pohon tersebut tumbang dan menimpa mobil Damar.Setelah menjelaskan temtang kecelakaan itu Pak Permana pun pamit pulang ia meninggalkan kartu namanya dan memberikan kabar kepadanya jika operasi Damar berhasil dan ia telah siuman.
Setelah hampir menunggu selama 8 jam di depan ruang Operasi akhirnya operasi pun telah selesai dan dokter pun menghampiri Dinda dan Udjo kemudian menjelaskan keadaan Damar yang menjalani operasi yang sukses.pembekuan darah di kepala Damar telah di operasi dan kaki Damar pun juga di operasi tinggal menunggu Damar siuman dan melihat kemajuannya untuk sembuh.
__ADS_1
*******Bersambung********