
awan mendung tengah mengelilingi rumah mewah itu . tapi di balik jendela kamar lantai dua, nampak seorang wanita tengah meringkuk dalam, ia menangis tersedu. dari semalaman full ia menangisi nasibnya yang begitu buruk . sekarang tidak ada apapun yang bisa ia selamatkan. bahkan harga diri pun sudah hilang entah kemana .
“aku benci sama kamu arka, semoga kau di neraka” pilu farah di setiap umpatan pada Arka .
****
“besok tuan akan kembali ke Eropa ” Ben menunduk dan ia segera keluar dari ruangan Arka.
“hem, seperti nya aku harus bersenang senang hari ini ”
senyum devil arka mengarah pada sebuah foto gadis cantik dengan seragam abu-abu nya
brak......arka berlari menghampiri farah yang tengah tak sadarkan diri, dengan keadaan tangan yang teriris , sepertinya Farah mencoba untuk bunuh diri .
arka kaget ketika beberapa detik kemudian ia mendapat telpon dari Jihan , kalau Farah mengurung diri di kamar dari tadi pagi . sebenarnya Jihan takut Farah akan berbuat nekat dan dugaanya benar. farah benar-benar mencoba mengakhiri hidupnya sendiri.
***
Farah di bantu Jihan membersihkan tubuhnya yang terlihat lemah tak bertenaga.
“nona , sebaiknya sekarang kita ke rumah sakit, sepertinya anda sedang tidak baik-baik saja ”
“aku sehat Jihan, antar aku segera keluar, aku ingin istirahat dan jangan kamu ganggu aku untuk sementara ”
“tuan arka memerintahkan saya untuk tidak boleh jauh-jauh dari nona, maaf ” Jihan menunduk hormat pada nya.
__ADS_1
“kalau kau masih berada di sekitaran ku, aku tidak akan memakan apapun yang kau berikan Jihan, aku akan benar-benar mati setelah ini ”
peringatan itu adalah ancaman terbesar untuk Jihan, kalau sampai ia tidak becus menjaga Farah, ia pasti akan di tendang lagi ke benua Eropa tersebut.
“baiklah nona, saya akan melakukan seperti apa yang nona katakan, saya akan ambil makanan untuk nyonya sebentar ”
"pergilah Jihan, aku tak ingin kau melihat buruknya kematian ku "
setelah Jihan keluar dari dalam kamar,dengan cepat pula Farah mengunci pintu nya . ia mulai melihat sekeliling, di lihatnya sebuah vas bunga di atas meja riasnya , dengan segera Farah membanting vas bunga tersebut hingga berhamburan di lantai .
srek......bunyi luka robek yang ia torehkan di pergelangan tangan nya
“selamat tinggal dunia ”
saat itu pandangan Farah sudah menggelap.
“bagaimana” arka berdiri dari duduknya . ingin menuntut jawaban dari dokter yang menangani Farah .
“tidak perlu ada yang di khawatir kan tuan , luka nya tidak menembus urat nadinya hanya ada sedikit pendarahan ” jawaban dokter seadanya .
“tuan” tiba-tiba Ben muncul dengan beberapa anak buahnya .
plak......arka menampar wajah Ben dengan keras
“bodoh, di mana semua anak buah mu Ben ”
__ADS_1
hening tak ad jawaban , dokter juga telah pergi dari depan ruangan di mana Farah di rawat dengan intensif .
“maaf tuan ”
“enyah kalian semua , termasuk kau Ben aku muak dengan mu ” .
di tempatnya Jihan sudah mulai gemetar, ia takut Ben akan menghukum nya karena kejadian ini . bahkan untuk pertama kalinya ia melihat langsung seorang Ben di bentak bahkan di usir oleh arka .
“maaf tuan” Ben berlalu dengan anak buahnya .
****
“eugh......” suara lenguhan farah, membuat atensi arka teralihkan .
“di ma.….....” kalimat Farah terpotong ketika melihat wajah dingin arka , bahkan ruangan ber AC itu seakan berada di atmosfer yang lebih dingin lagi .
“kau , masih belum bisa akau ijinkan mati Farah, nyawa mu ada di tangan ku jika kau ingin mati ,langkahi dulu mayatku ”
“tu.,..tu an aakk ”
“apa” Arka mencekal lengan Farah dengan kuat .
“aw..shhhhhh sakit t...tu.tuan ”
“kau tunggu saja setelah ini, aku pastikan kau akan segera hancur berkeping-keping ” arka menghempaskan lengan Farah dengan keras , lantas ia keluar dan membanting pintu kamar dengan keras. hingga beberapa dokter yang lewat pun terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
TBC🍁🍁🍁