CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
19


__ADS_3

arka terduduk di sofa, ia meminum air putih dan obat nya . sudah pukul 9 malam tapi Farah belum juga pulang, dia khawatir dengan istri nya. walaupun karena kejadian yang tidak mengenakkan tadi siang .


akhirnya ia memutuskan untuk istirahat lebih dulu,. karena tubuhnya benar-benar lelah , arka memutuskan untuk tidur di sofa, suhu ruangan yang dingin membuat tubuhnya meringkuk kedinginan .


Farah baru saja masuk ke dalam kamar, di lihat nya arka meringkuk tengah kedinginan, sebenarnya ia tidak tega juga tapi kalau melihat perlakuan buruk arka padanya selama ini. dia enggan untuk membuka pintu hatinya untuk si suami kejam nya itu .


“aku tidak bisa terjebak dalam situasi seperti ini lagi, aku harus segera meminta pisah darinya ”


salah kalau Farah menduga arka tidak mendengar suara nya , nyatanya Arka mendengar dengan baik apa yang istrinya katakan, tiba-tiba tangan nya mengepal dengan kuat, ia akan memberi pelajaran pada Farah, tunggu saja permainan nya. kali ini arka tidak akan diam saja dia akan benar-benar memberi pelajaran pada istri keras kepalanya itu .


“sebelum semuanya terjadi, aku akan membuat mu benar-benar menyesal telah ingin berpisah dari ku ”. Farah tersentak kaget saat ia mendengar suara berat dan penuh amarah dari arka .


“apa....aa aku ingin pisah dari mu arka , aku ingin bebas aku tidak mau hidup berdampingan dengan kamu , apa kau lupa kau telah membunuh anak ku apa kau lupa ha ” air matanya tak bisa lagi ia bendung mengingat betapa ia sangat menyayangi bayi yang belum lahir itu .


“sekali lagi kau mengatakannya aku akan benar-benar membuat mu menyesal kali ini ” sekarang arka sudah berdiri dengan cepat ia menindih tubuh Farah di bawah Kungkungan nya .


“lepas....aku mohon lepaskan aku Arka ”


“tidak akan ”


brugh.... tiba-tiba tubuh arka benar-benar menimpa Farah , dan ia tak sadarkan diri, segera Farah mendorong nya ke samping di lihat nya kemeja putih arka yang tiba-tiba mengeluarkan darah . ia kaget bukan main dengan cepat ia membuka baju sang suami yang terlihat sangat pucat .

__ADS_1


"cepat kemari Jihan , tuan arka pingsan "


"........"


"cepat"


panggilan berakhir, Farah menghubungi Ben dengan ponsel milik arka yang memang tidak ia kunci, saat pertama kali ia membuka lock screen nya Farah sedikit terkejut karena di sana terlihat foto nya yang tengah tertidur pulas, kenapa foto itu ada pada arka ? ah sudahlah bodo mata dengan apa yang ada di hp suami kejam nya itu .


Jihan datang dengan tergesa dengan dokter di samping nya yang sudah kembali memasang infus dan kembali membersihkan luka pada arka , nampak dokter dengan serius kembali menjahit luka pada perut sebelah kiri arka , membuat Farah meringis ia memalingkan wajahnya takut .


“apa aktivitas tuan arka tadi jihan?”


“maaf dokter menurut info yang saya dapat tadi , kalau tuan Aria sempat mengamuk di ruang rapat , dan setelah itu dia pulang ”


“dokter jika sudah selesai anda boleh keluar?” Jihan menyilahkan dokter Beta untuk keluar dan jangan terlalu jauh membahas tentang kondisi arka .


Farah menatap jihan dengan tajam, yang di tatap hanya menunduk segera berlalu dari sana .


“jangan bilang kalau selama ini Arka yang mendonorkan ginjal nya buat aku ” Farah menatap arka yang masih terpejam.


“kalau itu memang benar aku akan benar-benar membenci mu kak , aku akan pergi sekarang juga ” .

__ADS_1


“jangan gegabah Farah ” Arka bersuara dengan pelan , ia menatap Farah dengan tatapan mata yang sangat lembut .


“apakah tidak ada kesempatan untuk ku lagi ,aku mohon pada mu Farah jangan tinggalkan aku, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu aku sudah di tinggalkan kedua orang tua ku dan juga adik ku, aku tidak mau kesendirian kembali menemani di sisa umur ku ”


“aku mohon padamu, jangan pergi aku rela melakukan apapun asal kau tetap di sini , temani aku mengahadapi ajal ku ” ..


jantung Farah seakan berhenti berdetak air mata nya tidak bisa lagi ia tahan tubuhnya melorot ke bawah dia tidak kuat lagi mendengar suara arka yang sangat mengiba padanya .


“aku sakit kak, aku benar-benar sakit hiks .....hiks ...”


“far, apa separah itu sakit mu ? apa separah itu aku menyiksa mu ?”


“aku tidak masalah kau menyiksa ku sesuka hati mu tapi untuk melenyapkan kedua orang tua ku bukan kah kamu jahat arka ”


“aku tidak pernah membunuh kedua orang tua mu , aku bersumpah Farah , aku akui aku jahat menjadikan pernikahan kita sebagai alat balas dendam padamu, aku salah aku bodoh tapi untuk membunuh aku rasa itu bukan aku Auh .....” arka merasakannya nyeri pada luka nya .


“aku bukan wanita yang bodoh Arka , aku mendengar semua percakapan mu dengan Ben di telefon sebelum kecelakaan itu terjadi aku mendengar nya ” teriak Farah semakin meraung .


“jika kau memang masih tidak mempercayai ku , ambillah pistol di laci sebelah kanan,kau akhiri cerita kita sampai di sini, aku tidak masalah harus mati saat ini aku .....”


Farah dengan segera mengambil pistol yang di suruh Arka, ia benar-benar membidik nya pada arka dengan tangan yang bergetar hebat .

__ADS_1


“selesaikan lah Farah , aku harap kau akan hidup dengan lebih baik setelah ini , aku selalu berdoa semoga kau di jauhkan dari marabahaya semoga kau selalu bahagia dan di berikan pendamping hidup yang tepat untuk mu nanti , memiliki banyak anak , bisa bermain hujan dan bahkan kamu bisa menghirup udara segar yang selalu kau rindu kan seperti dulu ” arka pasrah sambil menutup matanya siap dengan senang hati kalau sekarang ia akan tewas di tangan istrinya sendiri .


__ADS_2