
arka masih menatap lekat wajah Farah yang tengah tertidur pulas, sesekali ia membelai wajah cantik itu.
“farah, sekarang sudah pagi ayo bangun kita sarapan ” ucapnya lembut . hingga wanita itu perlahan membuka kedua matanya .
“menyingkir lah ” Farah menepis tangan arka dengan keras .
“aku .....”
“cukup arka , aku tidak ingin mendengar kalimat apapun dari mulut mu ” Farah segera berdiri dan menuju kamar mandi .
arka hanya diam, ia menatap sendu ini sudah Minggu ke tiga Farah masih mendiamkan dan berbicara ketus padanya.
apalagi sekarang Farah sudah terlihat sangat sehat, tubuh nya tidak sekurus waktu itu , kini ia sudah berisi seperti saat pertama kali arka bertemu dengan nya . bahkan kecantikan wanita itu berkali lipat dari biasanya .
sekarang malah kebalikannya, penampilan arka jauh dari kata tampan dan gagah, sekarang rambutnya panjang, brewok nya semakin tebal . ia seperti pria malang yang kehilangan gairah hidupnya .Farah benar-benar merubah sifat dan sikap arka .
“tuan , Mr John hampir habis kesabaran, kita harus segera ke Eropa” lanjut Ben .
“hem ”
“kita akan berangkat sekarang ” Ben menunduk
“berapa lama ?”
“belum bisa di pastikan tuan kar.....”
“satu tahun, dua tahun atau selama nya ”
“tuan, bukan beg....”
“hem ”
__ADS_1
akhirnya Ben telah selesai dengan persiapan nya , ia juga sudah menyiapkan keperluan arka .selama penerbangan tidak ada satu kalimat pin yang keluar dari arka, hingga mereka tiba di markas besar mereka. beberapa anggota BLACK SHADOW tengah berduduk mengamati ketua mereka yang baru tiba .
“aku rasa, tidak penting kalian duduk ” arka menendang kursi anggota inti pun segera berdiri menyambut ketua mereka .
“hari ini tuan arka akan mengadakan rapat penting dengan tuan John aku harap kalian melakukan tugas dengan baik ” perintah Ben penuh penekanan pada setiap ucapan nya .
“siap tuan ” mereka menunduk hormat pada Ben .
“ben, setelah semua urusan ku selesai di sini , aku akan pulang menemui istriku , kau yang akan memimpin mereka ”
“tap.....”
“ini perintah Ben ” Arka segera keluar dari tempat penuh dengan kegelapan itu, di markas ini terdapat banyak sekali jenis obat-obatan terlarang, di tambah lagi senjata-senjata ilegal yang di perjual belikan .
******
“selamat datang di rumah kecilku tuan arka ” lanjut seorang pria paruh baya .
“lanjutkan ” sebenarnya arka tidak nyaman ketika melihat ada beberapa gadis berpakaian yang hampir telanjang di depan nya , kalau bukan karena masalah pekerjaan dia tidak akan pernah kembali ke Eropa yang alasan nya tidak jelas.
tuan John mulai menyebutkan bahkan dengan secara tersistem ia mulai bisa meyakinkan arka yang hanya datar tak bersuara .
“bagaimana tuan? ada gadis dan tentu nya ” ia merapikan jasnya.
“kalau tuan ingin bersenang-senang para gadis ini siap melayani anda ” lanjut tuan John .
“aku tidak tertarik dengan wanita bekas mu ” arka segera berdiri dan di ikuti oleh Ben .
“aku akan mempelajari hipotesis yang kau berikan pada tuan arka ” lanjut Ben dan ia sudah menjauh melangkah mensejajarkan diri dengan arka .
“dia pikir aku bodoh , dasar rubah kecil sialan kenapa kemarin dia berdalih untuk hal-hal yang terlihat penting, ratakan pak tua itu Ben aku muak melihat wajah nya ”
__ADS_1
“ada seseorang yang kuat berdiri di belakang nya tuan ”lanjut Ben
“dia tuan Gerald Fordine orang nomer satu saat ini di Eropa, sekarang perhatian publik banyak yang mendukung nya ”
“ternyata si tua bangka itu sudah antisipasi lebih dulu ”
“saya dan yang lain akan mencoba untuk berkontribusi dengan tuan Gerald kalau anda mengijinkan ”
“dan setelah saya bisa mempengaruhi tuan Gerald saya pastikan rubah seperti John akan bisa langsung kita ringkus ”
“sepertinya aku akan segera kembali ke rumah ” lanjut arka , ia tak berhenti berkedip memandang wallpaper di handphone nya yang terlihat jelas di san wajah terlelap istrinya .
"tuhan sedang menguji cinta ku Farah " arka
sedang di belahan dunia yang lain, Farah tengah tidak bisa terpejam matanya, sekarang sudah pukul 3 dinihari, matanya enggan untuk tertutup dan menyelami dunia mimpi .
“ada apa dengan ku, kenapa aku menjadi khawatir seperti ini ” ia bolak-balik di atas ranjang arka .
“aku tidak mungkin kan menghawatirkan pria iblis itu ”
“ya tuhan , aku mau tidur itu saja kenapa kau selalu menguji ku dengan kesakitan seperti ini, fikiran ku yang mulai kacau aku bahkan lupa bagaimana caranya untuk tersenyum ”
“cepat bawa tuan arka me rumah sakit” teriak Ben menggema di setiap sudut ruang .
arka kembali melemah tubuhnya saja. semakin tidak bisa terlalu leleh .arka bak seekor singa yang telah kehilangan auman nya .
“kak arka .......” Farah yang baru saja terlelap kembali terbangun, ia bermimpi buruk tentang arka . ya tuhan kenapa tadi mimpi nya jelek sekali .
“gak mungkin ” Farah meraih ponselnya menghubungi arka tapi tidak ada tanda-tanda yang menjawab semua pertanyaan di benaknya .
di mana arka? dan di mana juga sekertaris bak perangko itu?
__ADS_1
“kenapa begitu nyata ” Farah meminum air di nakas ia kemudian berbaring kembali supaya ia bisa kembali tertidur .