CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
Part 7


__ADS_3

“euh....” lenguhan Farah mulai sadar dari pingsan nya .


“periksa dia” arka kemudian keluar begitu saja dari kamar . sudah dua malam ini dia tidak bisa tidur karena apa yang dia lakukan pada Farah . Dania hadir di dalam mimpinya . adik tersayang nya terlihat berwajah muram .


“tuan, nona Farah sedang tidak baik-baik saja kondisi......” Ben tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena di dahului arka .


“biar dia tersiksa ” ia kemudian berlalu tanpa ekspresi .


****


“jihan,apa aku boleh minta sesuatu ” lirih Farah .


“ada apa nona?”


“apa kau tau , di mana arka menguburkan jenazah bik Aminah?”


Jihan menggeleng membuat Farah kecewa. padahal ia berharap lebih pada wanita yang kini tengah menjaganya, lebih tepatnya mengawasi nya .


“seluruh tubuh ku rasanya sangat sakit”


“aku tau nona”


“keluarlah dari sini, aku ingin sendiri ”


Jihan patuh ,ia menunduk lantas keluar dari kamar tempat Farah di rawat .


tak berselang keluar nya Jihan , farah mendengar suara sepatu pantofel mendekat . ia sangat hapal suara sepatu siapa itu .


“ini baru awal” arka berdiri angkuh menatap wajah Farah .


“aku sangat menunggu saat-saat di mana kau memohon untuk di habisi oleh ku ”

__ADS_1


tidak ada respon sedikit pun yang Farah tunjukkan pada arka . ia hanya memilih diam seribu bahasa .


“kau marah, karna bibi tersayang mu itu lebih dulu masuk di dalam tanah ”


“tenanglah, sebentar lagi akan tiba giliran mu ” arka membelai wajah Farah .


“ooóooo ternyata Farah benar-benar marah , aku takut ” lantas ia menggamit wajah Farah .


“hem...... baiklah Farah, aku rasa setelah luka-luka mu sembuh, aku akan ,..Hem....... sepertinya malam pertama kita akan tertunda selama beberapa hari” arka meludah sembarangan seakan jijik dengan apa yang barusan ia ucapkan pada Farah .


ia kemudian keluar dari kamar yang amat sangat menyenangkan untuk di lihat, apalagi membuat Farah semakin tersiksa.


"sebelum itu terjadi,aku akan pergi arka"


****


“tuan, sepertinya orang tersebut sudah lama mengincar , mereka ” Ben memberikan beberapa file penyelidikan nya selama beberapa hari belakangan .


“hem....”


“aku tidak sabar untuk bertemu lagi dengan mu , baby ” ia lantas melihat sebuah foto dari dalam ponselnya . nampak wanita cantik dengan gigi putihnya tersenyum ke arah kamera .


****


“nona, makan lah ini sudah ke tiga hari nona tidak makan apapun , nanti tuan akan semakin murka ” lanjut Jihan yang hanya melihat Farah tengah melamun .


“saya mohon nyonya ”


“jangan dekat dengan ku Jihan, nanti kau akan mati ” lanjut Farah dengan suara yang amat lemah .


“nona” Jihan panik ketika ia mendapati wajah Farah semakin memucat .

__ADS_1


akhirnya Jihan menelpon Ben, dan ia juga menelpon seorang dokter yang memang bertugas untuk memeriksa keadaan Farah . tak berselang lama dari situ Ben dan arka juga telah sampai ke rumah . mereka bertiga tengah duduk di ruang tamu, sambil menunggu dokter memeriksa keadaan Farah .


“maaf tuan” dokter Liana menunduk hormat pada arka .


“silahkan” Ben yang mulai tak sabar mendengar perkembangan kesehatan Farah .


“bisakah untuk saat ini, nyonya farah jangan terlalu di tekan, dia terlalu stress saya takut kondisi nya akan semakin parah ” ucap dokter panjang lebar .


“bagaimana luka nya ?” arka tak mau ambil pusing .


“hanya di bagian tangan saja yang patah tuan , sedang di kakinya hanya bengkak ”


“pulanglah” arka mengusir mereka semua yang berada di rumah . semua nya patuh dan mereka semua keluar dari kediaman arka .


"wanita sialan"


terdengar lenguhan lemah Farah di ranjang, matanya tak sengaja melihat arka yang tengah menatap nya dengan tajam .


“sepertinya pelacur ini tidak tau malu ya ” sindirnya keras .


“aku membencimu ” lirih Farah


“aku sangat-sangat membencimu ”


“haahahahahah kau membenciku, apa kau tidak salah, justru saya yang sangat membencimu ”


“kenapa Dania mempunyai kakak sejahat kamu ”


“diam , diam kau sialan ”arka mendekati farah lantas ia menggamit wajah nya kuat .


“bunuh saja aku ”

__ADS_1


“aku akan membunuh mu , secepatnya ” bisikan arka tajam . lantas ia melepaskan gamitan nya dan keluar dari dalam kamar dan membanting pintu nya keras .


TBC🍁🍁🍁


__ADS_2