
Farah sudah di ijinkan dokter untuk pulang, setelah kejadian di mana arka mencekal lengan nya, ia tak pernah lagi melihat arka . sekarang sudah 3 hari ia di rumah . bahkan Jihan tidak se cerewet dan bannyak tanya seperti dulu. ia hanya menjawab dan bertanya sekenanya. apa ia marah pada Farah?
“kamu marah sama aku han?” Farah bertanya pada Jihan yang diam saja sambil mengganti perban di pergelangan tangannya.
“tidak nona”
“jihan, jangan memanggilku dengan sebutan itu ”
“batasan nona, saya menghormati anda karna batasan, seharusnya nona berterima kasih pada tuan ” ia selesai mengganti perban Farah .
“untuk apa berterima kasih pada manusia jelmaan iblis itu, bahkan aku sangat ingin sekali ia membunuh ku dengan pistol nya di dalam laci kamar, ceh.....”.
seketika Jihan menoleh wajah Farah,
“apa maksud anda nona?”
“aku hanya bercanda Jihan, jika sudah selesai aku akan ke kamar seperti nya aku lelah sekarang ”
“nona , sebentar ” Farah menghentikan langkahnya lantas menatap Jihan dengan mengerinyitkan alisnya .
“besok tuan arka pulang, dan hukuman ku adalah kembali ke London ” Jihan menatap sendu wajah Farah yang mematung.
“tidak,kamu tidak boleh pergi Jihan aku tidak mempunyai teman aku mohon ” farah berlari ke arah nya lantas memeluk wanita yang seumuran dengan nya .
__ADS_1
“aku telah gagal menjaga nona, jadi Ben menghukum ku seperti itu ”
“maafkan aku Jihan, andai saja aku berfikir sebelum melakukan nya , maka aku tak akan kehilangan teman seperti mu ”
****
Farah melihat sekeliling rumah, hanya ada sepi , sunyi tidak ada lagi suara langkah kaki Jihan , tidak ada siapapun di rumah ini . sepertinya apa yang di katakan Jihan benar, sekarang ia tinggal menunggu hukuman dari arka. semoga saja Farah kuat .
suara deru mobil, menghentikan sarapan pagi nya , ia menuju pintu utama untuk membukakan sang tuan rumah.
Farah mematung di daun pintu, jantung nya seakan berhenti berdetak, rasa ngilu menghantam dadanya. amat berat kakinya untuk menopang tubuh nya sendiri . arka keluar bersama seorang wanita yang begitu cantik dan seksi , bagaimana tidak ia bergandengan mesra dengan wanita tersebut.
deg........
“permisi nona” Ben sedikit mendorong tubuh Farah yang masih mematung melihat Arka bergandengan tangan dengan seorang wanita.
“pelayan” arka menjawabnya dengan menatap sinis wajah Farah yang tengah menunduk .
“hem, kamar kita ada di mana honey ”
“kita akan menginap di apartemen ku saja ”
“rumah ini ?”
__ADS_1
“tiba-tiba aku tidak baik, Ben kau antar Patricia ke apartemen ” perintah arka tegas .
“tapi honey ” Patricia semakin menempel seperti anak kera pada induknya .
“ikut saya nona ” Ben mempersilahkan Patricia berjalan keluar .
walaupun ia sempat menghentakan sepatutnya ia tetap ikut dengan Ben .
****
“kenapa kau diam jalang” arka langsung mendorong tubuh Farah .
“maaf tuan” ia berusaha untuk tidak menangis. tapi lagi-lagi ia gagal, air matanya kembali tumpah .
“aku tidak suka dengan wanita cengeng seperti mu ” arka beringas ia menendang bahkan menginjak tubuh Farah dengan keras , hingga farah kembali tersungkur di lantai marmer mewah itu.
“bunuh aku arka” suara Farah mulai memudar, ia tidak sanggup lagi menahan rasa sakit yang telah arka tumpahkan padanya.
“no no no , tunggu saja permainan nya selesai sayang” lantas ia kembali lagi menarik tubuh Farah, ia menyeret nya tanpa ampun arka membawa nya ke dalam kamar tamu .
arka kembali beringas, ia melakukan penyatuan dengan paksa pada Farah, hingga farah menjerit beberapa kali . tapi Arka tidak ambil pusing.
“kau memang pantas mendapatkan nya” lantas arka mengambil dompetnya, di ambilnya uang seratusan dan di lemparnya di atas tubuh lemah Farah . ia sudah seperti wanita bayaran saja di mata suaminya . dan lebih tega lagi arka meninggalkan nya begitu saja .
__ADS_1
"suatu saat kamu akan tau rasanya tidak di beri kesempatan arka " farah pingsan ia terlalu lelah untuk menghadapi hancur nya dunianya sendiri .
TBC 🍁🍁