CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
15


__ADS_3

Farah sudah di ijinkan pulang oleh dokter, kini ia sedang menggunakan kursi roda mengingat tubuh nya yang masih lemah.


“kapan kau datang Jihan ?” saat ini Jihan tengah mendorong kursi rodanya .


“sejak kemarin nona , perintah tuan arka seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja ” bercandanya, Jihan sudah tau kalau saat ini hubungan arka dengan Farah tengah memburuk. atas perintah Ben akhirnya Jihan kembali lagi ke Indonesia. bahkan sudah 3 hari ini ia tidak mendapatkan kabar apa-apa tentang Ben, kemana pria itu di hukum oleh arka , atau arka benar-benar menembak matinya .


kini mobil putih itu memasuki area perumahan yang megah bak istana, Farah tidak pernah lupa atas apa yang telah arka lakukan padanya .


“mengapa begitu banyak orang ” bingung Farah


“nona sepertinya eksekusi untuk tuan Arka akan segera di lakukan ”


Ben pernah mengatakan padanya jangan terlalu banyak bicara pada Farah tentang eksekusi arka .


“aku ingin pergi Jihan ”


”nona, semua orang telah menunggu, maaf sebelumnya ”


mereka turun dari mobil mewah itu, langsung ke taman belakang , di sana arka tengah berdiri tanpa menggunakan baju , dan ada 2 anak buah arka tengah memegang cambuk .


“lakukan ” perintah arka pada kedua ank buahnya .


sret......cetas bunyi pecutan cambuk yang di berikan anak buahnya, mungkin arka sudah gila tapi bagaimana pun dia harus bisa mendapatkan maaf dari Farah . sebenarnya ini bukan ide bagus tapi arka tetep kekeuh untuk membuktikan pada Farah.


“sepertinya tontonan ini sangat seru Jihan, ayo duduk lah kita akan makan popcorn bersama ” seru Farah antusias walaupun suara nya sedikit bergetar . apalagi cambukan itu terjadi terus menerus .


“farah aku minta maaf ”.


“tolong maafkan aku ”

__ADS_1


bruk..... tubuh arka ambruk membuat yang ada di sana kalang kabut, apalagi punggung arka sudah berdarah.


“antar aku ke kamar Jihan, aku jijik melihat pria itu ” tegas Farah dan akhirnya Jihan menurut pada perintah nona mudanya .


saat ini farah tengah sibuk dengan makan malam nya di dalam kamar, ia tidak tertarik walaupun hanya sekedar meminum air putih, dia malah menyuruh Jihan untuk mondar-mandir masuk ke dalam kamar .


“farah ” arka menemui Farah yang tengah makan .


“sepeetinya anda tidak saya undang ”. ketusnya tanpa mengalihkan pandangan nya dari makanan yang begitu enaknya di hidangkan.


“farah maafkan aku ,urungkan niatmu untuk pergi ”


“berhenti, jangan pernah mendekati saya tetap di situ ”


“far ak.....”


akhirnya Arka mengalah ia memutuskan untuk keluar dari kamar istrinya.


“tuan, Herman sudah kami sekap di ruang rahasia markas kedua kita ” Ben yang baru datang memberikan informasi terbaru tentang Herman .


“kita ke sana sekarang ”


“tidak untuk sekarang tuan, keadaan tuan sedang tidak baik, biar saya saja yang menyelesaikan nya ”


Arka masa bodoh ia telah menuruni anak tangga , ia akan segera menemui Herman yang telah membunuh adik nya dan kedua mertuanya .


setidaknya dia punya bukti pada Farah kalau bukan dia yang telah membunuh mereka .


***

__ADS_1


bugh..... arka memukul Herman dengan membabi buta, ia tidak pandang lagi siapa orang yang telah ia hadapi ,


“gara-gara kamu Dania pergi, dan sekarang kau akan membuat istri ku pergi ” ia masih saja menuntaskan amarah nya yang menggebu-gebu .


“kau hanya sampah arka , kau sama seperti kedua mertua mu ” lirih Herman menahan sakit di seluruh tubuhnya yang sudah babak belur itu .


“jaga ucapan mu ” teriak arka


“lakukan sesukamu arka, sampai kapanpun kau tidak akan mendapatkan apapun yang kau inginkan ”


dor..... peluru panas itu bersarang di bahu Herman hingga ia meringis .


“kau akan mati perlahan di sini ”


dor......kini ia menembak di kaki sebelah kanan Herman .


“satu lagi ” arka menjeda kalimat nya


dor.....


kali ini peluru itu mengenai bahu Ben , ini yang arka maksud dengan hukuman untuk Ben.


“maaf tuan ” Ben menunduk hormat menahan sakit di bahunya.


“kalau sampai aku berpisah dari istriku , kau juga akan sama seperti Herman Ben ”


mereka semua meninggalkan tempat eksekusi kedua dari markas arka , tidak ada celah di ruang bawah tanah ini, bahkan cahaya pun enggan untuk masuk ke sini, semua orang yang telah di eksekusi di sini di biarkan mati membusuk dan menjadi kerangka dengan sendirinya . bahkan tempat lembab itu di penuhi kerangka manusia yang di biarkan begitu saja .


TBC💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2