CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
part 12


__ADS_3

malam menjelang, Farah akhirnya telah selesai mandi, ia kembali lagi berbaring di kamar nya , raga nya memang masih ada , tapi jiwa nya entah hilang ke mana . dia semakin bersedih kala mengingat perlakuan arka padanya, bahkan sekarang arka berani membawa wanita lain dalam hubungan rumah tangga nya.


“aku sangat mencintai mu kak, sangat ” Farah kembali menenggelamkan diri nya di dalam bantal . ia sudah mencintai suaminya sebelum, ia datang sendiri untuk menikahi Farah .


semua kisahnya tak luput dari peran penting sahabat nya, Dania sering menceritakan tentang kakak nya yang begitu tampan dan gagah , bahkan ia sering menunjukkan foto sang kakak pada Farah . gadis seragam abu-abu itu tersipu melihat foto arka yang begitu menawan dengan senyum manis di wajah tampan nya .


“kelak ,loe akan bertemu dengan nya gue yakin kak arka bakal jatuh cinta sama monyet kayak loe ” Dania sambil tertawa mengejek farah yang masih sangat antusias menatap foto arka yang memukau .


“ah, semoga aja ”


“loe bakalan jadi wanita terbahagia kalo nikah sama kak arka ” mereka berdua kembali tertawa.


tiba-tiba Farah terbangun dari tidurnya, ia merasakan sakit yang amat luar biasa di pinggul sebelah kanan nya .


“auh.....ya tuhan ini sangat sakit ” Farah bahkan sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya yang tengah meringkuk menahan sakit yang amat luar biasa .


di lain tempat nampak arka tengah menegak wine mahal di sebuah club malam terkenal di ibukota .


“tuan, sudah saatnya kita untuk pulang” lanjut Ben yang melihat arka sudah setengah mabuk .


Farah semakin mengencakan cengkraman nya pada sprei , dia tidak sanggup menahan sakit yang amat luar biasa nya . bolehkah sekali saja ia menyerah, apakah tuhan mengijinkan nya untuk istirahat barang sejenak . samar-samar ia mendengar suara pintu kamar yang terbuka, dia sudah tak sadarkan diri, keringat dingin mengucur deras di dahi nya karena menahan sakit yang luar biasa .


“dasar jalang” arka tidak sanggup lagi ia langsung berbaring di samping Farah, karena ia setengah mabuk, sebenarnya tadi Ben akan mengantarkan nya ke apartemen tapi mengingat, arka sudah menikah, akhirnya ia membawa arka pulang . walaupun ben seorang yang kejam dan dingin , tapi dia adalah seorang yang sangat perasa . dia bahkan tidak menyukai sedikit pun Patricia .

__ADS_1


Patricia tidak tau kalau dirinya hanya di jadikan sebuah alat untuk arka.


***


Farah mulai membuka matanya, ia melihat di samping nya , arka masih tertidur dengan pulas.


“untunglah sudah hilang” ia segera bangkit dari tempat tidur dan segera keluar dari dalam kamar .


Farah mulai menyiapkan sarapan untuk tuan Arka. pria kejam itu tidak pernah melewatkan sarapan nya , mengingat arka mengidap asam lambung . semuanya tentang arka Farah tau, walaupun pria itu jahat dan sangat senang menyiksanya, anggap saja apa yang ia kerjakan adalah membalas semua Budi baik arka . karena masih mau menampung nya untuk tetap tinggal di rumah ini . benar apa yang di katakan Jihan, seharusnya ia berterima kasih pada tuan arka .


"sedikit lagi Farah, kamu pasti bisa keluar dari rumah ini " Farah


semua makanan telah tersaji di meja makan, tinggal menunggu sang tuan rumah untuk sarapan. tapi lagi-lagi Farah menelan pil pahit , ketika Patricia juga datang pagi-pagi sekali hari ini.


"huh dasar kampungan " Patricia


“tuan arka masih tidur nona ” ucap Farah sopan, walaupun seakan jantung nya berhenti berdetak .


“honey” teriak Patricia ketika ia melihat arka tengah berjalan menuruni tangga .


“yes honey ” tanpa tau malu mereka berciuman sebentar .


Farah memalingkan wajahnya, tidak ingin melihat kejahatan yang terang-terangan arka lakukan terhadap nya.

__ADS_1


“ayo duduk sayang ” Patricia


“sepertinya kita akan sarapan di kantor, aku telat honey ”


“okey , come to office babby ”patricia bergelayut manja pada Arka .


akhirnya arka dan Patricia keluar dari rumah, tiba-tiba arka mendorong tubuh Patricia untuk duduk di mobil belakang, sedang Ben yang melihat itu tersenyum sinis .


“katakan peraturan nya Ben ” arka kembali duduk dingin di dalam mobil .


“bukan kah sudah saya bilang nona, cukup memegang tangan tidak lebih ” tekan Ben menatap tajam Patricia yang sudah memucat .


“maaf tuan ”


akhirnya Ben kembali melanjutkan laju mobilnya, tidak mau berlama-lama bicara dengan wanita sampah di belakang nya.


"untungnya tuan arka tidak mengeksekusi gadis bodoh itu " Ben


“hiks ....hiks .....” Farah menangis seorang diri di kamar, kenapa rasanya sesakit ini, dia lebih rela kalau arka menyiksa fisik nya dari pada hati nya.


“dania aku rindu padamu, kakak mu jahat ” masih menangis sesenggukan. ia sambil melihat foto sahabat nya di dompet kecil yang tengah ia pegang .


TBC 💚💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2