CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
Part 2


__ADS_3

malam ini cuaca cukup dingin, Farah yang telat pulang ke rumah pun memutuskan untuk menginap di hotel. hanya dirinya sendiri entah mengapa , belakangan ini ia merasa papanya tengah menyembunyikan sesuatu dari dirinya . contoh nya kemarin, papa bahkan menyuruh Farah lebih lama ke luar kota. biasanya papa selalu melarang nya untuk melakukan pekerjaan perjalanan jauh.


“kenapa aku merasa kalau papa, tengah menyembunyikan sesuatu ya dari aku ? ”


tak lama ponsel nya berdering , menandakan panggilan masuk. tertera di kontak tersebut Pepo Bear.


"ada apa paps ku sayang "


"besok kamu tidak usah pulang dulu ya sayang"


ternyata papa menelpon hanya untuk melarang nya untuk pulang , padahal ia berharap sang papa menanyakan keadaan nya .


"Farah udah pulang pa tadi sore ,dan sekarang lagi nginep di hotel , mungkin besok pagi Farah udah di rumah "


"papa mohon Farah "


"ada apa sebenarnya pah"


"ada pria jah.....ada apa ma"


Farah masih mendengar percakapan kedua orang tua nya .


"dia ingin melamar kamu Farah, dan papa tidak "


Tut...Tut....Tut....


ponsel Farah tiba-tiba mati , karna ia lupa untuk mencharge nya tadi .


pagi ini Farah memutuskan untuk segera pulang ke rumah. mengingat sejak semalam ia kembali menelepon ke rumah tapi kedua ponsel orang tua nya tidak aktif . perasaan khawatir begitu besar di dalam hatinya .


semua orang tampak duduk dan saling mengintimidasi , pagi -pagi sekali Arka dan beberapa anak buah nya datang ke kediaman mewah milik Arga Syam.


“di mana putri mu?” pertanyaan Arka setelah beberapa menit mereka semua terdiam.


“dia sedang keluar kota ” jawab Arga .

__ADS_1


“ben” Ben dengan sigap menunjukkan sebuah foto seorang wanita yang tengah masuk ke dalam hotel di depan Arga dan istrinya Fania .


“saya mohon tuan Arka lepaskan putri saya, dia kesayangan saya satu-satunya ” Arga sudah berlutut memohon begitu pula dengan istrinya .


“duduk lah di tempat kalian!!!!” teriakan Ben membuat semua orang yang ada di sana merinding. Ben adalah seorang pria yang terkenal dengan kebrutalan nya dalam melenyapkan lawan tanpa adanya bukti , sekati tarik pelatuk pistol, tiga empat nyawa bisa melayang sekejap .


Arga dan fania kembali duduk , mereka juga takut Ben dan anak buahnya akan melakukan sesuatu terhadap putrinya .


“kita tunggu kedatangan putri nya tuan ” Ben membungkuk pada Arka lalu ia segera duduk kembali, sambil menghisap cerutu mahal nya .


tak lam berselang tampak seorang wanita muda nan mempesona masuk ke dalam rumah, dengan perasaan yang campur aduk . raut kekhawatiran begitu tampak di wajah putih kemerahan nya .


atensi semua orang beralih menatap ke arahnya , kecuali Arka dan Ben .


“pa, ma, ada apa ?" walaupun banyak sekali pertanyaan di dalam otak nya . Farah lebih memilih duduk di antara kedua orang tua nya , dan fokusnya kepada beberapa pria di hadapannya yang terlihat berkharisma apalagi ada seorang pria yang memiliki tato di lehernya . satu kata yang tersampir di otak nya tampan .


“katakan” Benyamin memberi kode kepada Arga dan fania .


“nak, mungkin saat ini kamu sedang bingung, atau ada banyak pertanyaan di kepala mu saat ini , tapi ”


“ada apa pa?” Farah semakin di buat khawatir dengan wajah papa nya yang terlihat semakin sendu .


“kamu akan di nikahi oleh pria yang saat ini di depan mu nak ” akhirnya Arga kalah, ia tau Farah begitu syok dengan kenyataan ini , tapi semoga saja Farah menolak lamaran ini . ya Tuhan semoga saja .


wajah Farah terlihat baik-baik saja, ia menghela nafasnya dan menatap pria bertato itu sekilas , menurut penglihatan nya pria itu tidak juga buruk .


“memangnya kamu direktur perusahaan mana” Farah menunjuk wajah Arka .


“ja...” tiba-tiba suara Ben tercekat ketika Arka berdehem .


“tidak ada” jawab singkat Arka .


“ya ampun ternyata hanya pria miskin yang sok kaya, pake jas mahal dengan teman-teman gelandangan nya ” Farah tertawa remeh .


“farah” papa memberikan tatapan tajam pada putrinya.

__ADS_1


“becanda pa ,. tenang saja ”


“jawaban anda apa nona?" bukan Arka yang bertanya tapi malah Ben .


“aku begitu tersanjung dengan pertanyaan anda tuan , tapi sepertinya aku akan memikirkan nya kembali ”


“jika tidak ada keputusan berarti selesai ” Arka membuka suara dan memberi kode untuk anak buahnya segera keluar. semua anak buah Arka keluar tinggal dia dan Ben.


“anda bisa membaca ini nona ” Ben segera memberikan salinan grafik perusahaan papanya pada Farah , padahal Ben tidak tau apakah Farah mengerti tentang bisnis, properti apapun itu . karena sebenarnya keahlian Farah hanya lah seorang fotografer .


“apa maksudnya ini pah?"


“saham perusahaan anda anjlok nona dan kalian terancam bangkrut bukan hanya itu , kedua orang tua anda juga akan di seret dalam ranah hukum , bisa jadi di penjara seumur hidup ” Ben memperingati tiga orang yang tengah menatapnya bingung .


“ii..ini tidak benar kan pah, mah ada apa ini? ”


“maafkan papa sayang,kamu berhak menolak lamaran ini kamu berhak. papa sama mama tidak masalah masuk penjara asalkan kamu bisa hidup dengan damai ”


“dasar pria bajingan , memangnya akau ini apa ha , kau kira aku barang yang ingin kau tukar dengan kekuasaan ” jawaban Farah mulai menggebu-gebu.


“jaga batasan anda nona ”


“dan kau apa kau bisu , kenapa selalu orang lain yang bicara , kenapa kau irit sekali bicara, aku tau kau tampan bukan lagi tampan tapi sangat-sangat tampan ”


“farah” papa menggeleng tanda melarang Farah untuk berbicara lebih tentang Arka .


“hu....h baiklah Farah akan menikah dengan pria itu pah, walaupun dia terlihat seperti om Yuda ” lanjutnya sambil meneguk jus .


papa dan mama pun begitu syok dengan penuturan putrinya .


"maaf pa, ma Farah ngelakuin ini karena ada satu hal yang tidak perlu kalian ketahui "


Farah ingat wajah pria itu bahkan sangat mengingat nya , pria itu adalah alasan ia masih mempertahankan status nya sebagai jomblo akut . karena ia sudah lama menunggu kedatangan nya . 7 tahun penantian ini akhirnya hari ini ia bisa bertemu kembali .


TBC💚💚

__ADS_1


__ADS_2