
dengan hati-hati Farah berdiri, ia menahan sakit yang amat luar biasa di bibir dan di pinggul nya . seperti nya ada masalah lagi sekarang .
tak berapa lama datang beberapa pria berjas hitam berdiri di depan pintu , arka yang mengetahui siapa yang datang akhirnya ia keluar tanpa memperdulikan Farah yang tengah berjalan tertatih dengan keadaan yang tidak baik-baik saja .
“tuan sesuai perintah anda ” Ben menunduk hormat pada arka .
tak sengaja Farah mengintip dari balik jendela dapur , nampak beberapa orang berjas hitam menunduk hormat pada arka . sebenarnya ia ke dapur hanya untuk mengambil air dingin untuk membasuh lukanya . saat itu pula atensi arka melihat gorden yang sedikit terbuka . membuat rahang arka mengetat mengetahui Farah dengan sengaja mengintip di balik jendela .
arka segera membuka pintu dengan kasar ia segera menghampiri farah yang mulai mundur beberapa langkah.
“berani sekali kau menjadi penguntit seperti itu ya ” Arka mengapit wajah Farah dengan kuat , hingga farah meneteskan air matanya .
“maaf tu....tu....an ” jawabnya dengan terbata .
“wanita sialan” arka kembali mendorong tubuh Farah .
tak memperdulikan Farah yang pelipis nya terbentur meja dapur , ia mempercepat langkahnya menuju keluar .
*******
__ADS_1
tak selang setelah kejadian tersebut farah, memilih untuk istirahat sejenak di kamarnya . dan tak lama berselang ponselnya yang sudah dari kemarin mati akhirnya menyala , nampak tertera nomer sang papa yang tengah melakukan panggilan telepon untuk nya .
"hallo popa" Farah mencoba untuk bicara sebaik-baiknya .
"..........,.........."
"apa" seketika ponsel yang berada di genggaman nya terjatuh begitu saja , kesadaran Farah seakan hilang . kabar apa ini kenapa secepat ini . ia kembali sadar dari keterkejutan nya ia segera berlari keluar dari kamar dan menuju pintu utama . saat pintu terbuka menampakkan ada delapan orang pria bertubuh kekar yang tengah memperhatikannya .
Farah segera melangkahkan kakinya dengan tergesa, tetapi sesuatu terjadi tak di sangka beberapa pria dari mereka menutup jalan nya .
“apa mau kalian ” teriaknya dengan geram di tambah air mata yang tidak berhenti mengalir .
“anda di larang kemanapun oleh tuan arka ”
Farah kembali berlari ketika para pengawal menahan nya , salah satu dari mereka menelpon pada arka kalau mereka begitu kewalahan menhan tenaga farah yang begitu besar . sebenarnya mereka bisa saja melumpuhkan wanita itu,tapi mengingat bahwa dia adalah istri dari seorang arka . mereka tidak terlalu berani . terdengar dari sebrang sana umpatan Ben, di tambah arka yang menggeram . akhirnya Ben kembali putar stir kembali ke rumah .
arka dan Ben telah sampai , mereka turun dari mobil , dan memandang penampilan Farah yang memang sudah sangat memprihatikan, pelipis nya terluka, tangan nya lebam , rambutnya sudah acak-acakan .
“lepaskan dia , berani sekali kalian menyentuh nona” Ben berteriak keras memerintahkan para pengawal untuk menahan Farah. semua nya melepaskan farah yang sudah semakin lemah .
__ADS_1
“aku mohon tuan , kedua orang tua ku ” bahkan Farah tidak sanggup menahan tubuhnya untuk berdiri .
tanpa ada rasa kasian sedikit pun,. arka kembali menarik kasar tubuh Farah dan membawa nya masuk ke dalam rumah . ia menyeret tubuh lemah tak berdaya itu di dalam kamar pribadinya . lantas arka juga menghempaskan tubuh Farah dengan keras .
“kau harus merasakan apa yang saya rasakan dahulu ” arka tertawa bak iblis yang telah berhasil menjerat mangsanya .
“di mana keberanian seorang Farah Queen Arzeta di mana ?”
Farah semakin mengeratkan genggaman tangan nya pada seprai ranjang king size milik arka .
“kau membuat adik ku mati dengan sia-sia, sahabat seperti apa kau ini ” bentaknya semakin keras .
“kau tidak perlu tau aku seperti apa ” Farah kemudian berdiri. tatapan nya juga tetap tajam menghunus mata arka , walau dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki .
“ha ha ha ha ha , kau hanya akan melihat gundukan tanah yang akan mengering, sama seperti ku ketika menyaksikan makam Dania ” Arka kembali mendorong tubuh mungil farah hingga membentur dinding kamar .
"kau akan menyesal arka "
semua pandangan Farah menggelap , ia tak sadarkan diri, ia sudah lelah dengan jalan hidupnya. ia selalu menerima setiap konsekuensi yang sebenarnya dirinya sendiri tidak terlibat . luka pertama kehilangan sahabat yang amat ia sayangi Dania dan sekarang kedua orang tua nya .
__ADS_1
entah rencana Tuhan yang mana lagi akan membuat nya kuat dan bertahan . bolehkah Farah mengeluh sedikit saja pada Tuhan? , bolehkah Farah menceritakan kisah pelik kehidupan nya terkenang kisah masa lalu yang membuat nya selalu teringat sampai sekarang?
TBC🍁🍁🍁