CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
Part 3


__ADS_3

seminggu kini telah berlalu, saat ini Farah tengah duduk tenang di dekat sang suami yang baru saja selesai mengucapkan ijab qobul . dia adalah Arka Skala Bintang yang telah resmi menjadi suaminya . tapi pernikahan yang seharusnya di rayakan dengan pesta mewah , malah menjadi angan-angan nya . pernikahan keduanya sangat tertutup rapat. di mana Arka hanya di temani Ben dan 2 orang yang tidak di kenali Farah .


setelah sesi ijab qobul , dengan segera Arka menarik Farah di dalam pelukannya , lantas berbisik lirih , tapi pendengaran Farah masih baik-baik saja .


“selamat datang di neraka ” Arka tersenyum miring memperhatikan raut wajah Farah yang sedikit memucat dengan apa yang dia ucapkan barusan .


“farah”


papa memeluk Farah dengan sayang , begitu pula dengan mamanya .


“papa jaga kesehatan , mama juga jangan sering-sering begadang ya , Farah sekarang udah punya suami mungkin Farah gak selalu setiap hari datang ke sini nya ”


*****


kediaman Arka nampak sunyi , rumah mewah itu serasa mencekam dengan warna abu-abu itu .


“turun ” tentu itu perintah untuk Farah , ia akhirnya turun tanpa suara sedikitpun pun


Ben juga berlalu keluar dari pekarangan rumah mewah itu .


arka masuk ke dalam rumah di dapati nya Farah tengah duduk di sofa sambil melepas heelsnya.


tanpa ba-bi-bu arka langsung menarik tangan farah dengan keras , sehingga sang empu meringis dengan apa yang di lakukan arka .

__ADS_1


“pelan-pelan kak, tangan farah sakit ”


“diam” ucapnya dingin .


mereka berdua telah sampai di dalam kamar mewah yang begitu elegan .


bruk.....tubuh Farah di dorong di atas ranjang,


“sudah saatnya kamu membayar apa yang seharusnya kamu bayar ”


“kenapa kakak, tidak melakukan nya dari dulu?”


Farah berontak dengan cengkraman arka yang semakin membuat nya kesakitan.


“bukan kah sekarang waktu yang tepat, dan ya!kapan kau menyadari kalau aku adalah orang yang akan menghancurkan mu hem”


“kamu akan mati secara perlahan-lahan di sini ” arka langsung keluar dari kamar tersebut .


*****


nampak beberapa pria berjas hitam lengkap dengan kacamata hitam yang bertengger indah di mata mereka masing-masing . kira-kira ada 3 orang pria yang tengah duduk di ruang tamu . di temani arka seperti nya mereka tengah membicarakan hal yang cukup penting .


Farah mendekat ke arah mereka yang tengah berbicara serius .

__ADS_1


“maaf, tu....an apa saya perlu membuatkan minum?” Farah menunduk Sungkan . sedangkan ketiga pria itu nampak memicingkan mata melihat seorang wanita yang begitu asing di mata mereka .


“kenalkan dia pelayan baru di sini” dengan santai nya arka memperkenalkan istrinya sendiri sebagai pelayan .


“saya rasa pembicaraan kita selesai sampai di sini tuan arka , ayo kita pergi ” ketiga pria itu pergi begitu saja. karena jujur saja mereka tidak ingin ada yang mendengar atau bahkan mengetahui pembicaraan penting mereka .


bruk......


“aw......” Farah meringis kala arka dengan keras menendang tubuh mungilnya .


“jangan pernah turun saat saya belum memanggil mu wanita bodoh” teriak arka marah .


“maa....aaf kak ” jawabnya terbata .


“dasar wanita sialan, jangan pernah memanggil ku dengan sebutan itu ”


arka berlalu begitu saja, tanpa memperdulikan Farah yang menahan sakit di pinggang nya .


"kamu bohong tentang kakak kamu Dania"


monolog Farah sambil ia segera bangkit dari duduknya setelah di tendang arka .


tiba-tiba arka kembali lagi , menatap wajah Farah dengan garang, ia segera menarik rambut Farah hingga Farah beberapa kali meringis menahan sakit di kepalanya .

__ADS_1


“dasar sialan , aku akan menghukum mu ” arka menuntun Farah di kolam renang belakang , dengan cepat ia mencelupkan kepala Farah di dalam kolam , berkali-kali Farah mencoba mencari nafas, bahkan teriakan Farah seolah candu untuk arka . di tarik nya kembali Farah , tapi sayang Farah sudah kehilangan kesadaran nya. tak mau ambil pusing dengan kondisi istrinya, arka berlalu begitu saja membiarkan Farah tergeletak di tepi kolam renang .


TBC🍁🍁


__ADS_2