
“hoek.....Hoek..... “ Farah memuntahkan semua isi dalam perutnya , sudah tiga hari ia mengalami muntah-muntah seperti itu, dia sadar betul bahwa hamil di saat ia mengalami gagal ginjal sangat bersesiko bagi dirinya .
“ ngga aku gak boleh nyerah masih ada satu nyawa lagi yang harus selamat ” ia mengusap perutnya yang masih rata , Farah mengetahui bahwa saat ini ia tengah mengandung anak Arka .
sudah hampir satu bulan kejadian arka berciuman dengan Patricia, dan sudah hampir satu bulan juga arka tidak pernah lagi menyiksa Farah , dengan kata-kata nya ataupun fisiknya . karena Arka semakin jarang pulang ke rumah, ada waktu itu arka pulang tapi hanya mengambil sesuatu yang penting kemudian ia pergi lagi untuk ke kantor pusatnya .
sebenarnya penyakit gagal ginjal yang Farah alami sudah semakin parah, apalagi sekarang tubuh nya semakin kurus. bahkan untuk sekedar berdiri lama saja tubuh nya sudah tidak kuat , apalagi di tambah siksaan yang arka berikan setiap harinya pada nya .
“ma, pa , semoga farah tetap kuat ” ia semakin meringkuk di bawah selimut , tapi tiba-tiba ia mendengar suara pintu terbuka dengan keras di sana arka berdiri dengan angkuhnya.
lantas ia menarik tubuh Farah yang tengah kesakitan , ia lantas memojokkan Farah ke dinding ,
“apa yang ” belum sempat Farah menyelesaikan pertanyaan nya , arka sudah mencekik lehernya dengan keras . Farah kesulitan untuk bernafas , ia membelai kancing baju arka yang sedikit terbuka matanya hampir tertutup .
“dania sudah pergi kak, dia jauh dari kita ” ucap Farah lirih . seketika arka melepaskan cengkraman nya pada Farah .
Farah mencoba menarik nafas untuk memulihkan pernapasan nya yang sedikit terputus-putus .
“saya melarang kamu untuk menyebut nama adik saya dengan mulut kotor mu itu ” lantas arka kembali menarik Farah . tubuh Farah semakin lemah tiba-tiba darah segar mengalir dari hidungnya . arka yang melihat itu tentu sedikit kaget , akhirnya farah pingsan di pelukan arka hingga jas putih yang ia kenakan terkena darah Farah .
“farah” arka mencoba menggoyangkan tubuh Farah tapi tak ada respon yang ia terima .
__ADS_1
“jangan main-main ” arka semakin keras mengguncang tubuh Farah .
deg..... jantung arka seakan berhenti berdetak ia memperhatikan wajah Farah yang semakin memucat , dengan sekali gerakan ia membopong tubuh Farah ke luar untuk di bawa ke rumah sakit miliknya .
****
Farah di masukan ke IGD , dokter yang menangani nya selama satu jam itu pun keluar dengan wajah yang begitu kelelahan , dia tau siapa wanita yang di bawa oleh arka .
“apa yang terjadi ” arka menghampiri dokter yang baru saja keluar dari IGD .
“maaf tuan arka , melihat kondisi pasien yang semakin parah kita harus segera melakukan tindakan operasi pada ginjalnya, tapi ” dokter itu menghela nafas sejenak .
“katakan ” arka sudah menarik kerah baju dokter yang bernama Tyo itu .
deg....arka langsung terduduk lemah, apalagi saat ia mengetahui farah tengah mengandung, ya mengandung anaknya .
“maaf tuan saya datang terlambat ” Ben menunduk hormat pada arka.
“saya tunggu keputusan anda , di ruangan saya tuan ” dokter tyo menunduk lantas berlalu dari sana .
“tuan , ini bukti rekaman 7 tahun yang lalu, seperti yang saya duga penyebab kematian nona Dania murni karena ada seseorang yang lain mendorong nya ” Ben lantas menyalakan laptop dan memperlihatkan hasil rekaman cctv 7 tahun yang lalu .
__ADS_1
“siapa Ben siapa yang melakukan nya kenapa baru sekarang kau menemukan fakta itu ” teriak arka menggema di seluruh penjuru lantai VVIP rumah sakit . ia menggeram kuku-kuku jari nya mengeras ia akan menghancurkan siapapun yang berada di balik ini semua .
“herman tuan, target kita yang juga telah membuat kedua orang tua nona kecelakaan ”
“ratakan mereka semua ben” arka nampak frustasi sambil mengusap kepalanya yang tiba-tiba pening .
“tuan”
“ben, selesaikan tugas mu dengan baik, aku akan menemani istriku, jangan kembali sebelum semuanya selesai ”
“baik tuan, kalau tuan membutuhkan saya , tuan tinggal memanggil saya ”
“setelah ini kau akan menerima hukuman mu Ben ”
Ben mengangguk dan berlalu dari sana, keadaan arka benar-benar kacau. ia berjalan perlahan memasuki ruang rawat istri nya .
“farah ” bahkan untuk menyebut nama wanita itu sangat berat, betapa buruknya ia telah memperlakukan nya .
"ya Tuhan aku takut ketika dia membuka matanya dan akan meninggalkan ku , aku tidak sanggup" arka .
kadang penyesalan itu tidak adil, kenapa dia datang di saat akhir seperti ini, kenapa bisa arka di butakan oleh hatinya sendiri , ia terlalu marah pada apapun yang hilang dari dirinya . dia menyalahkan tuhan yang merenggut Dania , dia menyalahkan takdir yang membuat penyebab kematian adiknya bisa bebas berkeliaran .
__ADS_1
TBC💚💚💚💚💚