
samar-samar Farah mendengar suara seorang wanita yang mulai menggoyangkan tubuh lemahnya .
“nona,”
“maaf.shhhh aw ” Farah meringis kala tak sengaja wanita itu memegang tangan nya yang lebam karena ulah arka .
dengan cepat wanita itu meminta maaf pada Farah .
“tidak apa-apa ” Farah kemudian berdiri di tuntun oleh wanita tadi , saat mereka tengah menaiki anak tangga tak sengaja mata Farah bertatap dengan Arka . tapi Arka tetap melanjutkan langkah nya turun ke lantai bawah .
“silahkan nona” wanita itu mempersilahkan Farah masuk ke dalam kamar yang berbeda dari kamar yang kemarin saat ia bersama arka .
“cepat lah bersihkan diri anda , oo iya satu hal lagi . perkenalkan nama saya Jihan saya adalah seorang kepercayaan tuan untuk memantau anda ” Jihan menunduk hormat pada Farah .
“jangan lakukan hal seperti itu, aku tidak nyaman , panggil saja aku Farah , seperti nya kita seangkatan ” Farah yang sungkan kepada Jihan.
“sangat tidak sopan untuk saya nona, nanti bisa-bisa saya akan langsung di tembak mati oleh tuan arka ” sebenarnya kalimat itu sering ia dengar dari arka ketika membahas tentang Farah .
“selesaikan segera nona, saya akan keluar” . Farah mengangguk dan memerhatikan punggung Jihan yang telah menghilang di balik pintu .
*****
“kau jangan sampai lengah , lakukan itu sekarang juga ” Ben memberi perintah kepada anak buahnya yang sedang mengincar seseorang yang akan mereka singkirkan .
__ADS_1
“semuanya sudah aman tuan , selangkah lagi misi kita selesai ”
“hem.... pastikan keberangkatan ku di percepat Ben ” sebenarnya arka akan kembali ke Eropa Minggu ini , tapi karena ada satu hal yang membuatnya untuk menetap sementara .
“nona muda baru saja selesai bersih-bersih tuan ” lanjut Ben ketika ia mendapat laporan dari Jihan yang menjadi pengawas Farah selama Arka tak ada di sekitarnya .
“apa tidak ada jadwal ku lagi ?”
“sepertinya jadwal anda sudah selesai semua nya tuan ”
“aku akan pulang ”
tentu perintah mutlak itu akan Ben lakukan . peraturan pertama adalah ketika arka mengatakan ingin pulang berarti , semua yang berada di rumah mewah tersebut harus pulang ke kediaman masing-masing , berarti hanya ada dirinya sendiri yang berada di sana .
“sejak kapan kau menjadi bodoh Ben?”
“maaf tuan ”
“bukan kah tujuan utama ku membawa nya ke rumah untuk membayar semua apa yang telah dia lakukan pada Dania ”
Ben kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .
******
__ADS_1
“nona , saya akan kembali ke kediaman saya sendiri, karena tuan akan pulang sekarang pastikan anda menyambut tuan dengan baik”
“tentu saja dia kan suami ku ”
“baik nona , kalau begitu saya pergi ”
"semoga nona tidak melanggar apa yang aku katakan tadi , kalau sampai itu terjadi bisa di pastikan aku akan di depak dari sini , dan akan kembali ke Eropa "
Farah tengah duduk takut di sofa , karena sebentar lagi suaminya akan pulang , ia selalu berdoa semoga mood tuan arka itu sedang baik-baik saja.
deru mesin mobil mulai terdengar di indra pendengaran nya , ia dengan cepat membuka pintu rumah , dan nampak lah wajah menakutkan Arka yang membuat tubuh Farah membeku seketika .
“begitukah cara seorang pelacur menyambut tamunya ”
DEG..... jantung Farah seakan berhenti mendengar penuturan suaminya, tentang dirinya .
“maaf tuan ” Farah meremas ujung bajunya yang terlihat mulai kusut .
“tegak kan kepala mu !!” arka berteriak keras, memekakkan telinga farah . takut -takut Farah menatap mata suaminya .
Plak....suara tamparan yang amat keras melayang begitu saja menghantam wajah putih Farah , hingga mulutnya ikut robek dengan apa yang di lakukan arka .
“dasar sialan ” arka kembali menendang tubuh bergetar hebat Farah hingga ia kembali tersungkur di lantai marmer mewah itu . yang tentu rasanya tidak semewah keliatan nya .
__ADS_1
TBC🍁🍁