CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
16


__ADS_3

arka terjaga dari tidurnya, saat ini ia tengah berada di ruang kerjanya. tak enak mengganggu istrinya yang tengah tertidur pulas di ranjang milik nya.


sesekali asap rokok mahal itu menyeruak keluar dari mulut nya , ia hanya dapat melamun dan menyesal dalam kesalahan nya.


"Ben, kerahkan semua anak buah mu berjaga di luar rumah, aku tidak ingin Farah menjadi tidak nyaman " ia segera mematikan sambungan telepon .ia memanggil Ben tanpa salam dan mengakhiri nya tanpa salam pula .


perintah arka bak titah seorang raja, semua bodyguard yang berjaga di dalam pekarangan rumah, kini mereka semua berada di luar rumah , tanpa harus ketauan oleh istrinya.


ceklek.....arka membuka pintu kamar perlahan ia tengah duduk di sofa sesekali ia menatap sendu wajah lelap Farah yang tertidur .


“maaf ” lirihnya akhirnya arka pun tertidur di sofa .


*****


saat ini farah tengah menikmati suasana pagi di tepi kolam renang, ia tengah sarapan pagi tanpa gangguan.


“melihat iblis arka itu membuat ku sangat muak , kapan aku keluar dari sini Jihan ?”


“jangan membahas tentang itu lagi nona , saya tidak ingin tuan arka akan marah ”jawab Jihan masih tenang di samping Farah .


“apa salahnya aku bertanya ” Farah nampak memberenggut kesal di tempatnya .


“selamat pagi nona” Ben menunduk hormat pada Farah .


“ada apa ?” ketusnya menatap datar Ben .


nampak pria jangkung itu menelan Saliva nya dengan susah payah, benar apa yang di katakan tuan Arka tentang farah yang berubah menjadi wanita yang menakutkan .


“hari ini tuan arka ada pertemuan penting nona, tapi dari tadi saya menghubungi nya nomernya tidak aktif ”


“aku tidak tau”

__ADS_1


“nona bisakah nona memanggil tuan arka ”


“kau saja yang melakukan nya ”


“nona , tuan arka memberikan batasan untuk seluruh anak buahnya termasuk saya ”


"termasuk bernafas nona , tolong jangan mempersulit pekerjaan kami" Ben .


“aku tidak ingin menemui mahluk iblis itu ” teriak Farah menggema di seluruh penjuru rumah .


“ben ” arka mendekat ke arah mereka , tapi tunggu terlihat wajah arka begitu pucat tidak seperti biasanya, ia seakan menahan sakit yang saat ini ia paksakan untuk melangkah .


“kita pergi sekarang ” lanjutnya dengan nada yang begitu dingin .


Ben mengikuti langkah lebar arka , meninggalkan kediaman megahnya bersama Farah .


“apa kita ke rumah sakit sekarang tuan ”


“hem”. arka menutup kedua matanya menahan sakit yang amat luar biasa di bagian pinggulnya , seperti nya pasca operasi transplantasi ginjal itu , baru ber efek sekarang. ya arka yang mendonorkan ginjal nya untuk Farah . bahkan ia dengan sengaja menyembunyikan semua nya dari Farah .


****


“apa tuan yakin akan baik-baik saja ”


“aku baik Ben, aku akan segera pulang ”


“bagaimana dengan lukanya”


“sudah berapa kali kau melihat ku terluka Ben ”


hening tak ada jawaban, Ben hanya mengangguk patuh, bahkan luka arka baru saja di jahit kembali karena, kejadian kemarin .

__ADS_1


Farah saat ini tengah menatap bintang yang bersinar terang , di tambah lagi suasana balkon kamarnya yang memang sedikit dingin itu.


" ma , pa Farah kangen.... banget sama kalian " Farah .


setetes air mata mengalir di pipi nya , yang masih tirus itu .


“kenapa tuhan jahat ya sama Farah, tuhan udah ambil orang yang Farah sayang”


semua aktifitas farah, tidak pernah lepas dari tatapan arka , ia sangat begitu terpukul juga dengan kalimat terakhir yang istri nya katakan.


“farah benci arka, dia jahat dia udah bunuh bayi Farah ma , dia jahat dia.....dia.... ” farah tak sanggup lagi membendung air matanya, ia menelungkup kan kedua tangannya di wajah putihnya .


“farah ” suara Arka terdengar bergetar hebat memanggil nama keramat itu.


Farah menoleh dengan dingin, dia si. penjahat itu kan! dia yang sudah kejam membuat Farah selalu tersiksa .


“tidurlah , sudah malam nanti kamu demam ” arka sudah berbaring di sofa kembali, Farah tak menanggapi ia lebih memilih tidur di ranjang super nyaman itu sendirian lantas menutup seluruh tubuhnya dengan selimut . sedang arka tiba-tiba merasakan kedinginan yang amat luar biasa . bahkan luka Nya saja masih belum kering .


“hah.....eh....huh .. ....” nampak nafas arka terputus- putus menahan perih dan dingin nya malam ini .


Farah tak bergeming ia hanya menengok sebentar dan melanjutkan ia menarik selimut nya semakin tinggi tidak menghiraukan lenguhan kedinginan arka .


arka menyerah juga, akhirnya ia kembali pingsan , sedang Farah yang tidak lagi mendengar suara lenguhan arka , ia kemudian membuka selimutnya dan menghampiri arka .


“ternyata kau tau juga sakit ” Farah meletakkan telapak tangan nya di dahi arka .


“hem ” arka sudah tersadar dari pingsan nya , dia tidak boleh lemah sekarang, ia harus selalu sedia melindungi istrinya .


“pindah ke ranjang sana ” perintah Farah membuat Arka tersenyum manis , bahkan senyum itu terlihat aneh di mata istrinya .


“tidak usah, nanti kau yang kedinginan ” arka menolak dengan suara lemahnya .

__ADS_1


”terserah ” Farah kembali berbaring di ranjang nya .


"oh .....****......" arka merasakan darah kembali mengalir dari luka nya .


__ADS_2