
Farah berjalan tertatih keluar dari kamar Arka. ia harus segera pulang ke rumah, untuk melihat kedua orang tuanya untuk terakhir kalinya.
“popa,moma maafin Farah ” ia berjalan sambil meraba tembok yang memang penampakan rumah tersebut telah gelap gulita. berarti ia pingsan cukup lama di kamar arka .
bruk..... tubuhnya tidak sengaja menyenggol vas bunga dan mengenai tangan nya hingga terluka .
“aw.....” ringis nya tak tertahankan .
tiba-tiba Farah mendengar sebuah benda yang jatuh amat keras di kamar sebelahnya .
ia menutup telinganya saat mendengar suara barang yang semakin banyak di hancurkan.
“itu pasti iblis arka ” Farah dengan tergesa berlari menuruni tangga tanpa menoleh sedikit pun , ia begitu tergesa bagaimana pun ia akan keluar malam ini . dia harus bisa bebas dari arka .
Farah membuka pintu yang tidak terkunci sama sekali . di tambah para pengawal juga tidak berada di sekitaran rumah .
****
Farah berjalan pelan membuka pintu rumah mewah nya , ia di sambut haru oleh bibi Aminah .
“bik, popa , moma nya Farah ” ia sesugukan menangis di dalam pelukan wanita paruh baya itu .
“maafkan bibik non, bibik tidak becus menjaga tuan dan nyonya” ia kemudian menuntun Farah untuk duduk di sofa ruang tamu .
“ada satu hal yang akn bibik sampaikan. ini pesan terakhir sebelum tuan dan nyonya pergi untuk menemui non Farah ” bibik mulai menceritakan asal muasal kecelakaan itu terjadi dan apa penyebab nya .
“jadi kecelakaan itu memang di rekayasa seseorang?” Farah
“iya non, karena tuan sudah punya firasat yang kuat ” lanjut bibik .
Farah lantas meremas tangan bibi Aminah .
__ADS_1
“tuan juga menyuruh bibi untuk membawa non jauh dari sini , tuan Banyu paman non sudah menunggu kedatangan kita ”
“ayok bik kita pergi sekarang ” Farah mulai bergerak cepat dengan bik Aminah . tanpa dia sadari seseorang tengah menatapnya nya dengan wajah yang amat menakutkan .
****
Farah dan bik Aminah setengah berlari di dalam bandara . mereka harus segera mungkin meninggalkan Indonesia . sekarang situasi sedang tidak baik-baik saja . Farah tidak perduli lagi dengan kemarahan arka . tapi bandara malam ini agak aneh, di mana tidak ada satu orang pun yang berlalu lalang. benar-benar sepi .
tapi tiba-tiba, pandangan Farah beralih pada pria yang tengah menatapnya dengan tajam , di susul oleh beberapa pria lain yang terlihat seram . ya Tuhan mereka terkepung . Farah tertangkap oleh arka . ia dan bik Minah tidak bisa kemana-mana karena mereka telah terkepung .
“giring mereka keluar!!!” teriak Ben yang berada di depan arka .
terpaksa Farah dan bi Aminah mundur beberapa langkah , Farah tak habis akal ia kembali menarik bik Minah dan mereka berlarian di dalam bandara menuju keluar .
karena merasa anak buahnya tidak becus , Ben mengambil tindakan melepaskan satu tembakan di atas . Farah sejenak menoleh ke belakang .
“ayo bik kita harus keluar sekarang ” mereka telah keluar dari bandara, dengan tergesa Farah menuju mobilnya .
mobil mereka semua berhenti, hingga suara arka menggelegar di sudut malam yang sunyi ini .
Farah pun keluar dari dalam mobil dengan kaki yang gemetar .
“berani sekali kau ya ” arka mendekati lantas ia menarik tangan farah dengan keras .
“lepaskan aku sialan” Farah berteriak keras di depan wajah arka .
“arka semakin mengeratkan genggaman nya pada tangan farah .
“bawa di hadapan ku wanita tua itu !!!” teriak. arka dan bik Minah di seret tepat di hadapan Farah
“bibi , jangan lakukan apapun pada nya ku mohon ” Farah menangis histeris ketika ia mendapati wajah bik Aminah terluka .
__ADS_1
“di mana pistol ku Ben ” Ben kemudian memberikan senapan itu pada arka .
arka mengacungkan senjata api itu tepat di kepala bik Minah ,
“inilah akibatnya,siapa saja yang membantu mu kabur dari ku maka mereka semua akan mati ”
“tidak!!!! ku mohon jangan ku mohon tuan jangan ”
“hem.....maaf aku tidak bisa mendengar ” Arka tersenyum misterius pada Farah .
“maafkan bibi non, semoga non bisa menemukan kebahagiaan non ” ucapa bik Minah lemah .
dor......suara itu cukup memekakkan telinga, satu peluru panas tersebut bersarang di kepala wanita paruh baya yang telah merawat Farah dari kecil . innalilahi wa innailaihi rojiun.
“bibik!!” teriak Farah histeris ia tidak sanggup melihat penampakan wanita yang sudah ia anggap sebagai orang tua nya sendiri .
arka kemudian mendorong tubuh Farah hingga ia tersungkur di dekat jasad wanita yang tengah farah tangisi .
“di mana pemukul baseball ku Ben ” Ben segera memberikan pemukul baseball arka yang di sana terdapat tanda tangan Dania .
“jangan ada yang melihat!” Ben memberi perintah pada seluruh pengawal berbalik badan dan tidak menyaksikan langsung apa yang arka lakukan pada Farah termasuk dirinya sendiri .
“ini hukuman telah berani kabur dari seorang Arka Skala Bintang ”
bugh...... terdengar teriakan histeris Farah ketika pemukul itu menghantam kaki sebelah kirinya.
semua anak buah arka tidak bisa lagi membayangkan sesakit apa pukulan arka .
bugh.... terdengar seperti tulang yang di patahkan secara bersamaan, saat itu juga Farah tidak sadarkan diri , pukulan kedua mengenai tangan sebelah kanan nya .
TBC🍁🍁🍁
__ADS_1