CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
part 6


__ADS_3

Farah berjalan tertatih keluar dari kamar Arka. ia harus segera pulang ke rumah, untuk melihat kedua orang tuanya untuk terakhir kalinya.


“popa,moma maafin Farah ” ia berjalan sambil meraba tembok yang memang penampakan rumah tersebut telah gelap gulita. berarti ia pingsan cukup lama di kamar arka .


bruk..... tubuhnya tidak sengaja menyenggol vas bunga dan mengenai tangan nya hingga terluka .


“aw.....” ringis nya tak tertahankan .


tiba-tiba Farah mendengar sebuah benda yang jatuh amat keras di kamar sebelahnya .


ia menutup telinganya saat mendengar suara barang yang semakin banyak di hancurkan.


“itu pasti iblis arka ” Farah dengan tergesa berlari menuruni tangga tanpa menoleh sedikit pun , ia begitu tergesa bagaimana pun ia akan keluar malam ini . dia harus bisa bebas dari arka .


Farah membuka pintu yang tidak terkunci sama sekali . di tambah para pengawal juga tidak berada di sekitaran rumah .


****


Farah berjalan pelan membuka pintu rumah mewah nya , ia di sambut haru oleh bibi Aminah .


“bik, popa , moma nya Farah ” ia sesugukan menangis di dalam pelukan wanita paruh baya itu .


“maafkan bibik non, bibik tidak becus menjaga tuan dan nyonya” ia kemudian menuntun Farah untuk duduk di sofa ruang tamu .


“ada satu hal yang akn bibik sampaikan. ini pesan terakhir sebelum tuan dan nyonya pergi untuk menemui non Farah ” bibik mulai menceritakan asal muasal kecelakaan itu terjadi dan apa penyebab nya .


“jadi kecelakaan itu memang di rekayasa seseorang?” Farah


“iya non, karena tuan sudah punya firasat yang kuat ” lanjut bibik .


Farah lantas meremas tangan bibi Aminah .

__ADS_1


“tuan juga menyuruh bibi untuk membawa non jauh dari sini , tuan Banyu paman non sudah menunggu kedatangan kita ”


“ayok bik kita pergi sekarang ” Farah mulai bergerak cepat dengan bik Aminah . tanpa dia sadari seseorang tengah menatapnya nya dengan wajah yang amat menakutkan .


****


Farah dan bik Aminah setengah berlari di dalam bandara . mereka harus segera mungkin meninggalkan Indonesia . sekarang situasi sedang tidak baik-baik saja . Farah tidak perduli lagi dengan kemarahan arka . tapi bandara malam ini agak aneh, di mana tidak ada satu orang pun yang berlalu lalang. benar-benar sepi .


tapi tiba-tiba, pandangan Farah beralih pada pria yang tengah menatapnya dengan tajam , di susul oleh beberapa pria lain yang terlihat seram . ya Tuhan mereka terkepung . Farah tertangkap oleh arka . ia dan bik Minah tidak bisa kemana-mana karena mereka telah terkepung .


“giring mereka keluar!!!” teriak Ben yang berada di depan arka .


terpaksa Farah dan bi Aminah mundur beberapa langkah , Farah tak habis akal ia kembali menarik bik Minah dan mereka berlarian di dalam bandara menuju keluar .


karena merasa anak buahnya tidak becus , Ben mengambil tindakan melepaskan satu tembakan di atas . Farah sejenak menoleh ke belakang .


“ayo bik kita harus keluar sekarang ” mereka telah keluar dari bandara, dengan tergesa Farah menuju mobilnya .


mobil mereka semua berhenti, hingga suara arka menggelegar di sudut malam yang sunyi ini .


Farah pun keluar dari dalam mobil dengan kaki yang gemetar .


“berani sekali kau ya ” arka mendekati lantas ia menarik tangan farah dengan keras .


“lepaskan aku sialan” Farah berteriak keras di depan wajah arka .


“arka semakin mengeratkan genggaman nya pada tangan farah .


“bawa di hadapan ku wanita tua itu !!!” teriak. arka dan bik Minah di seret tepat di hadapan Farah


“bibi , jangan lakukan apapun pada nya ku mohon ” Farah menangis histeris ketika ia mendapati wajah bik Aminah terluka .

__ADS_1


“di mana pistol ku Ben ” Ben kemudian memberikan senapan itu pada arka .


arka mengacungkan senjata api itu tepat di kepala bik Minah ,


“inilah akibatnya,siapa saja yang membantu mu kabur dari ku maka mereka semua akan mati ”


“tidak!!!! ku mohon jangan ku mohon tuan jangan ”


“hem.....maaf aku tidak bisa mendengar ” Arka tersenyum misterius pada Farah .


“maafkan bibi non, semoga non bisa menemukan kebahagiaan non ” ucapa bik Minah lemah .


dor......suara itu cukup memekakkan telinga, satu peluru panas tersebut bersarang di kepala wanita paruh baya yang telah merawat Farah dari kecil . innalilahi wa innailaihi rojiun.


“bibik!!” teriak Farah histeris ia tidak sanggup melihat penampakan wanita yang sudah ia anggap sebagai orang tua nya sendiri .


arka kemudian mendorong tubuh Farah hingga ia tersungkur di dekat jasad wanita yang tengah farah tangisi .


“di mana pemukul baseball ku Ben ” Ben segera memberikan pemukul baseball arka yang di sana terdapat tanda tangan Dania .


“jangan ada yang melihat!” Ben memberi perintah pada seluruh pengawal berbalik badan dan tidak menyaksikan langsung apa yang arka lakukan pada Farah termasuk dirinya sendiri .


“ini hukuman telah berani kabur dari seorang Arka Skala Bintang ”


bugh...... terdengar teriakan histeris Farah ketika pemukul itu menghantam kaki sebelah kirinya.


semua anak buah arka tidak bisa lagi membayangkan sesakit apa pukulan arka .


bugh.... terdengar seperti tulang yang di patahkan secara bersamaan, saat itu juga Farah tidak sadarkan diri , pukulan kedua mengenai tangan sebelah kanan nya .


TBC🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2