CINTA DAN DENDAMNYA

CINTA DAN DENDAMNYA
18


__ADS_3

kondisi arka sekarang sudah kembali membaik, sudah 2 Minggu lamanya ia di rawat di rumah sakit , efek dari operasi kemarin . di tambah lagi dia tidak pernah sedikitpun menyentuh obat pereda rasa sakit pasca operasi .


“aku akan pulang Ben ” arka mulai duduk dengan tenang ia baru saja mengecek pekerjaan di ipad nya .


“apakah kondisi tuan baik-baik saja?”


“ben, jangan pernah melewati batasan mu ”


akhirnya Ben mengangguk pasrah, dan ia segera mengkonfirmasi bahwa hari ini tuan arka akan kembali pulang ke Indonesia .


***


sekarang sudah pukul setengah 10 malam , setelah melalui 2 kali maskapai penerbangan . Aria bahkan tidak mau menggunakan pesawat pribadi nya , ia hanya melakukan penerbangan seperti manusia pada umumnya .


ia baru saja sampai di depan rumah megah nya ini, yang sudah hampir sebulan ia tinggalkan, beserta isinya.


suasana yang hening membuat langkah arka begitu dominan ketika menaiki tangga menuju lantai atas kamar nya .


ceklek....arka membuka pintu kamar, di sana ia melihat seorang wanita yang sudah lama ia rindukan dalam artian sangat merindukan nya .


“ternyata dia sudah tidur ” arka berjalan pelan lantas mencium kening wanita tersebut yang tengah tertidur pulas tanpa terganggu dengan arka yang mencium kening nya .


“fiuh......”arka duduk di sofa sesekali ia meringis menahan sakit pada pinggang nya , ia merasakan cape luar biasa setelah penerbangan nya kemarin . di tambah lagi dia tidak makan apapun tadi pagi, karena dia memiliki nafsu makan yang buruk beberapa Minggu ini .


****


Farah membuka matanya perlahan, saat ia merasakan cahaya pagi yang menembus penglihatan nya .


“selamat pagi ......” ia merentangkan tangannya tidak sadar ada mahluk lain yang memperhatikan gerak geriknya ketika bangun pagi .

__ADS_1


“hem ” arka berdehem membuat Farah seketika kaget .


“hah....apa yang anda lakukan di sini ” Farah mulai memeriksa seluruh tubuhnya, takut takut ia malah di perkosa oleh suaminya saat ia tertidur .


“tidur ” arka langsung berdiri dan memakai dasinya, arka adalah tipikal pria yang tidak pernah bangun siang, ia selalu bangun lebih pagi, apalagi dia seorang yang workaholic parah .


“dasar tidak punya malu , sudah menghilang berminggu-minggu sekarang datang lagi aneh ” Farah menggerutu ketika arka sudah keluar dari kamar .


arka duduk dengan tenang di meja makan untuk sarapan, di sana sudah tersaji beberapa menu sarapan yang ia inginkan, lebih tepatnya list makanan kesukaan istrinya .


“mbak ambilkan jus mangga antar ke kamar ya ” Farah hanya berada di ujung tangga kemudian ingin naik , tapi tiba-tiba terhenti ketika perkataan suaminya .


“temani sayang sarapan ”


“saya sibuk tuan ”


“hem ”


“kok makanan nya banyak banget mbak?”


“tuan yang meminta nona , dan tuan sebenarnya ingin mengajak anda untuk sarapan, tapi saat nona bilang nona sibuk , tuan tidak menyentuh sarapan nya sedikit pun nona ”


“ya sudah, makanan nya kamu bawa aja ke belakang ajak yang lain makan ya ” Farah melangkah menuju keluar, ia ada urusan sebentar di luar .


arka nampak duduk termenung di meja nya , ia sebenarnya ingin membentak Farah tadi, tapi lagi-lagi ia sadar kalau selama ini dia sudah begitu jahat pada istrinya .


dert.....dert ......


"........"

__ADS_1


"apa!!!"


"......................."


"saya akan ke sana "


Tut....Tut .....


arka dengan sejuta kekesalan nya keluar dari perusahaan , untuk ke tempat yang sudah di laporkan anak buahnya untuk mengikuti Farah kemanapun wanita itu pergi, tapi lagi-lagi Farah membuat arka murka.


“farah, kamu tau kan aku sangat menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan saya selama ini”


“aku tau , tapi kamu tau kan aku juga sedang di landa gelisah aku tidak mungkin mendesaknya untuk men.....”. ucapan Farah terhenti ketika ia mendengar teriakkan seseorang yang menggema di belakang mereka .


“jadi ini kelakuan kamu di belakang saya ” arka nampak mengepalkan tangannya menahan amarahnya yang begitu besar .


“apa apaan ya anda , Bernai sekali anda berteriak di depan saya ” pria itu nampak menatap pria itu dengan tajam .


“asal kamu tau , saya adalah suaminya suami Farah , apa yang anda lakukan berdua di sini brengsek ”


“cukup ” Farah menatap tajam kearah arka yang menatap nya dengan amarah .


“far.....Auh.....” arka terduduk menahan sakit di perutnya di tambah lagi dia tidak meminum obatnya .


“tuan ” anak buahnya sudah membopong tubuh arka yang kesakitan, sedangkan Farah hanya menatap nya dengan datar .


“sudah acting nya , ayo kak kita pergi dari sini, seperti nya aku tidak nafsu makan ” Farah dan pria itu memutuskan untuk keluar dari restoran tersebut tanpa memperdulikan arka yang kesakitan .


“bawa saya pulang ”

__ADS_1


akhirnya mereka membawa arka pulang dan di bantu oleh anak buah nya yang lain .


TBC🍂🍂🍂


__ADS_2