CINTA DIDALAM PERJODOHAN DAN JANJI

CINTA DIDALAM PERJODOHAN DAN JANJI
PERPISAHAN


__ADS_3

Sang surya telah memancarkan sinar ,pemandangan dan udara pagi di perkampungan ini sangat menyegarkan, semua orang melakukan aktifitasnya masing masing,


Pagi pagi , Mentari menyusun baju bajunya ke dalam kopernya, gadis itu ingin merantau ke ibu kota mencari keberu tungannya disana,sudah beberapa tahun ini dia terpuruk karena kepergian kekasihnya, yang telah meninggal dua karena ketabrak,


 


" mas maafin aku ya...aku harus pergi jauh," kata mentari sambil memandang foto alm kekasih


" doa in aku ya sayang, semoga bisa sukses disana, aku janji setiap kamu ulang tahun aku pasti pulang," kata mentari sambil terus memeluk bingkai foto bimo kekasihnya.


tiba tiba cahaya, adik kandung mentari, cahaya menepuk bahu kakaknya pelan,


" kak..kakak yakin mau pergi ke kota..?" tanya Cahaya


duduk di samping Mentari,


" demi kalian, kakak bakal lakukan apapun agar kalian gak susah," kata Mentari sambil melempar senyum ke Cahaya, Cahaya membalas senyum Mentari,


mentari meletakkan foto bimo di dalam koper ,dan mereka keluar dari kamar Mentari,sesampainya di depan rumah sudah ada ibu dan mang tejo, mang tejo adalah supir orang kaya, mang tejo pulang kampung sekalian mau cari pembantu buat bosnya,


" gimana nak Mentari sudah siap..?" tanya Mang tejo,mentari senyum dan memeluk ibu lastri,

__ADS_1


" bu,..titip cahaya ya, doa in semoga Mentari bisa sukses,dan bisa bawa ibu ikut ke kota juga sama Mentari" kata Mentari sambil terus memeluk ibunya


" selalu sayang, doa ibu selalu menyertai langkah mu" kata bu lastri ikut menangis, melihat Anak sulungnya akan pergi jauh darinya sampai waktu yang belum d tentukkan.


Mentari masuk ke dalam mobil bersama mang ujang ke jakarta, selama perjalanan Mentari menatap ke arah jendela,


" nak... Mentari gpp kan nanti jaga nyonya besar..?" tanya mang ujang sambil terus fokus ke depan,


" iya mang gpp, lagian Mentari sudah biasa dulu jaga oma alvi, oh ya mang emang nyonya besar sakit apa ya sampai harus di jagain?" tanya Mentari penasaran


" sebenernya nyonya besar ngak sakit apa apa, nyonya besar sehat sehat aja," jelas mang ujang


" terus kenpa harus dijagain..?" tanya Mentari sambil memainkan ponselnya,


" ohhh, ea mang..kira kira boleh ngak ya kalau nanti lebaran pulang kampung..?"" tanya Mentari, karena biasanya sebelum lebaran Mentari pergi ke makam Ayahnya dan kekasihnya,


" coba aja nanti kamu minta izin ke nyonya besar.." kata mang ujang sambil menepikan mobil ke depan sebuah cafe,


" loh..mang kok kita berhenti di cafe, emang mau ngapain..?" tanya Mentari


" mau ngamen "kata mang ujang sambil berjalan masuk ke dalam cafe, Mentari menggikutin mang ujang di belakang,

__ADS_1


 


" mang ujang seriusan.?" tanya Mentari sambil celinguk kan,


mang ujang duduk di kursi di depan panggung kecil,


" sini duduk, makan dulu." ajak mang ujang,


" ah si mamang ada ada aja sih masak makan di cafe mahal.." kata Mentari sambil duduk di depan mang ujang,


" ada yang mau bertemu sama nak mentari disini." kata mang ujang sambil telfon seseorang,


tiba tiba dari belakang ada seseorang yang menutup mata Mentari,Mentari terkejut lalu dia memegang tangan seseorang itu, lalu tersenyum


" kak rey.." teriak Mentari senang lalu dia membalikkan badannya terus memeluk reyhan,


*REYHAN PRAHADI*, seseorang dokter muda ,tampan, dan juga kaya, dia anak semata wayang DR,JOKO PRAHADI dokter ternama sekaligus pemilik salah satu rumah sakit ternama dijakarta,


Reyhan dan Mentari sejak Reyhan di suruh ayahnya untuk magang di salahsatu puskesmas di kampung nya Mentari,


" hai apa kabar gadis perkasa.." sapa Reyhan sambil ketawa dan duduk di samping Mentari

__ADS_1


" his,..apa sih kakak ini," jawab Mentari kesal dan memonyongkan bibirnya, Reyhan yang melihat tingkah Mentari kemudian mengacak rambut Mentari lembut.


setelah selesai makan, mang ujang dan Mentari pamit untuk melanjutkan perjalanan mereka,


__ADS_2