
Degggg Mereka semua terkejut, bagaimana bisa mereka meminta Bimo untuk datang,
" ya tuhan cobaan apa lagi ini ,?" kata Bu Lastri lemah dan tiba tiba Bu Lastri jatuh pingsan, Cahaya menopang tubuh Ibu nya, " Ibu..bu bangun..tolong saya " kata Cahaya,dengan di bantu beberapa suster Cahaya membawa Ibu nya keruangan inap,
Dimas memandangi wajah Mentari,lalu Dia membawa tangan Mentari ke dada bidang nya,
" Loe dengar detang jantung ini, Om panji mau loe bangun, Om panji mau loe sehat kaya dulu lagi, Om Panji mau lihat senyum loe lagi , Bangun ya kalau Loe bangun Gue janji akan turutin semua kemauan loe, " Kata Dimas sambil mata nya yang sudah berkaca kaca,
Disisi lain.....
Di gudang kosong didalam hutan, Edo duduk di kursi dengan kaki dsn tangan diikat, mulutnya di lakban,
Nampak seseorang laki laki berstelan jas rapi mendekati Edo,
" hai ketemu lagi kita hahahahha " kata laki laki itu sambil ketawa menakutkan sambil menarik kasar lakban yang menutupi mulut Edo membuat sang empu berteriak kesakitan
" kau...kau Bima ya kau Bima,kenapa kau sudah bebas, mau apa kau lepaskan aku " brondong Edo
Yang Edo tau selama ini Bima masuk penjara karena kelakuannya yang hampir membunuh Bimo dan mentari,
" hhahahaha jangan mimpi, melepaskan mu haahahaah bahkan kau tega memasukkan aku kedalam penjara," kata Bima menatap sinis kearah Edo
" sadar Bim dia saudara elo dan Ment tidak akan bisa mencintai loe, " kata Edo
__ADS_1
" iya Dia saudara gue dan elo sama adik kurang ajar itu udah manfaatin gue, loe tau kan kalau gue sayang banget sama Mentari, " kata Bima menatap Edo dengan sinis
" tapi yang ment cintai itu Bimo bukan loe Bima," teriak Edo sehingga membuat Bima tersulut emosinya ,tanpa babibu Bima mendaratkan dua pukulan di muka Edo
" hanya gue yang bisa memiliki mentari hanya gue, kalau Mentari ngak bisa gue miliki orang lain juga ngak bisa miliki mentari , termasuk sahabat brensek lo itu hahahaa " kata Bima sambil ketawa ketawa mgak jelas seperti orang gila,
" maksut mu apa, siapa ?" tanya Edo bingung, sahabatnya siapa ? siapa orang yang di maksut Bima,
" hhaahahaha loe mgak tau , kasian sekali hahahaha sahabat brensek loe itu yang udah nabrak Bimo , sampai gue ngak bisa tukar peran dengan dia buat selalu dekat dengan Mentariku,apa loe tau hah dia udah buat mentari gila selama 2 tahun, loe tau ngak hah " bentak Bima dengan keras membuat semua orang didalam dan diluar gudang dapat mendengarnya
*Hah apa, apa yang udah aku lewatkan, kenapa mentari sampai gila dan ada hubungan nya sama sahabat gue, oh God bagaimana ini
Dirmah sakit*....
Panas Mentari sudah turun tetapi Dia belum sadar membuat semua yang disana di buat binging,
" Mi bagaimana ke adaan anak ku apa dia baik baik saja , aku mau melihatnya " bujuk Bu lastri memaksakan untuk melihat mentari, namin di jegah sama Cahaya
" Bu..dokter kan sudah bilang ibu istirahat dulu nanti kalau ibu sudah baikkan ibu boleh jenguk kakak, emang Ibu mau lihat kakak panik karena kondisi ibu " kata Cahaya mengingatkan ibu nya bagaiamana khawatirnya sang kakak kalau ibunya sakit
" benar yang di katakan aya las,Mami yakin Tari tidak apa apa ,mungkin dia syok saja " kata Nenek ranti
BU lastrihanya diam mendengarkan apa yang Cahaya dan Nenek Ranti,
__ADS_1
Sudah hampir 2 jam Dimas tertidur disebelah ranjang Mentari dengan tumpuan tangan mentari dsn tangannya, tiba tiba tangan Mentari bergerak lalu dia mengerjapkan matanya bau obat sangat menusuk indra penciumannya, pelan pelan mentari melihat sekeliling tempat tidurnya dan lalu menatap ke arah tangannya uang di gengam tangan nya, tiba tiba gambaran seklibatan kejadian Bimo tertabarak mobil melintas di fikirannya, Mentari merasasangat emosi, ingin rasanya sekarang dia memukuli laki laki disampingnya itu sampai mat* tapi mau bagaimana lagi dia tidak ada tenaga lagi,
Dimas yangmerasa ada pergerakan dari tangan Mentari pun langsung membuka matanya dan menatap Mentari,
" Kau sudah bangun? apa masih sakit aku akan panggilkan dokter ," kata Dimas panik ,tapi Mentari hanya diam dan memalingkan mukanya menatap ke arah jendela, Dimas menekan tombol disamping ranjang Mentari
Tak berapa lama pun Dokter dan beberapa suster masuk kedalam ruangan dan memeriksa kondisi Mentari,
**Assalamualaikum semua maaf ya udah lama nunggu up nya, Author lagi dalam penyembuhan karena sakit kemarin, sekarang alhamdulillah sudah baikkan,
Sebwlumnya mohon maaf banget ya semuanya, ok untuk semwntara Author up nya seminggu sekali ya, Author usahain buat ngetik, soalnya dokter beluk izinin tangan nya terlalu banyak bergerak
Jangan lupa like
Komen
Vote
Jangan lupa juga baca karya Author
__ADS_1
1, Aku , Kau dan Dia
Salam cinta buat kalian 😘😘😘😘**