CINTA DIDALAM PERJODOHAN DAN JANJI

CINTA DIDALAM PERJODOHAN DAN JANJI
18


__ADS_3

Ayo lah Pi sedikit lagi ya, bubur nya masih banyak banget " pinta Mentari,


" Sayang, sungguh Papi sudah sangat kenyang " Kata Papi ilham sambil menutup mulut nya dengan ke dua tangan nya,Mami Alice dan Dimas hanya mendengus kesal karena tingkah Papinya yang begitu manja dengan calon menantu nya,


Dimas merasa senang, calon istri nya sangat perduli dengan kedua orang tua nya,


Ketika hendak tiduran Ilham di bantu Mentari, Dia melihat bekas merah di leher Mentari, tau siapa yang melakukannya, ilham menatap anak pertama nya dengan tatapan marah, Dia tau tentang Anak nya yang suka bermain perempuan,


" Jam berapa kamu berangkat kuliah sayang ?" Tanya Papi Ilham," Kelas mulai jam 11 Pi, oh ya Tari izin ya mau buat tugas sama teman teman " kata Mentari sambil menggambil hp nya di dalam tas yang bergetar dari tadi.


" Siapa yang telvon Nak " kini Mami Alice yang bertanya, karena melihat Mentari engan menjawab panggilan telvon dari tadi,


" Itu Mi Dosen Tari, huh menyebalkan sekali dia, apa Mami tau Dia memanggil ku Ment, heh berasa seperti permen aku " gurutu Mentari ,Papi dan Mami hanya senyum senyum, menahan ketawa nya,

__ADS_1


" yang sabar ya sayang, kamu berangkat sama Dimas ya " kata Mami Alice sambil mengelus rambut Mentari,


Ngak deh Mi, soalnya Tari mau mampir ke suatu tempat dulu " kata Mentari sambil salaman dengan ke dua calon Mertua nya, " Kamu mau nemuin Dia..? tanya Papi Ilham, Mentari mengangukkan kepala nya,


Mau nemuin siapa tuh cewe berotot,jangan jangan pacar nya, wah parah nih si Papi, masih punya pacar suruh ningkah sama gue, mana ni cewe gampangan banget sih, cuman di pegang dikit aja langsung mau, apa jangan jangan dia wanita...aghrrrr pusing


" Ya sudah hati hati ya sayang, " Kata Mami Alice, Mentari langsung menganguk dan berjalan keluar ruangan, saat Dimas hendak berdiri mata tajam Papi ILham menatap Dimas dengan tatapan yang tak bisa di artikan


" Kau apa kan Gadis Papi.hah ?" kata Papi tiba tiba membuat Mami Alice dan Dimas terkejut, Dimas baru menyadari apa yang dimaksut sang Papi, yaps bekas merah pada leher Mentari,


" Apa kalian melakukan nya s3belum meningkah ?" tanya Papi ilham lagi, semakin membuat Mami Alice bingung, apa yang mereka bicarakan, Dimas tersenyum dengan sangat sangat terpaksa, Papi nya memang sangat susah di bohongi,


" Hmmm itu Pap, lagian toh dia sudah tidak suci lagi,ngapain di bikin pusing sih, lagian udah mau ningkah, " jawab Dimas santai tapi langsung memancing emosi sang Papi,

__ADS_1


" Jaga bicara Kamu Dimas, andaikan saja Kamu ngak menabrak Calon suaminya ,pasti sekarang Mentari sudah bahagia sama Anak dan suaminya, Kamu fikir Papi ngak tau hah," kata Papi ilham berhenti dan menarik nafas panjang " Papi ngak mau tau, suka tidak suka Kamu harus meningkah sama Mentari minggu depan,"


Mami Alice sangat teekejut dengan apa yang suaminya katakan, Anak nya sudah menabrak seseorang sampai meninggal, kecewa ,sedih dan marah,


" Jangan bilang ini alasan kamu, mau membantu perusahaan Papi di Newyork...ayo jawab Dimas " bentak sang Mami,


" Hmm itu mi....


**Maaf ya gaeys, Aku ngak bisa up tiap hari untuk sementara waktu,aku lagi sakit, mohon maaf banget ya


jangan lupa like ,komen, vote dan favorit y ok


ok makasih**

__ADS_1


__ADS_2