
Cahaya matahari pagi menerobos masuk kekamar Dimas melalui cela cela jendela apartemwnnya,menerpa wajah Mentari,Mentari terkesiap saat bangun,dia merasa aneh dengan kamar itu terlebih lagi,laki laki yang kini tidur degannya sambil berpelukan,
sungguh indah ciptaanmu tuhan ,gumam Mentari sambil tersenyum kemudian menatap dada bidang Dimas,Mentari pelan pelan menggusap dada Dimas,
" *ayahh..Tari merindukan ayah " kata Mentari lirih namun masih terdengar oleh Dimas yang dari tadi pura pura tidur,Dimas tersenyum simpul,
Mentari masih meraba dada Dimas 15 belas menit kemudian Dimas membuka matanya perlahan, Dimas senyum melihat wajah gadis yang ada di depan matanya,
" pagi " kata Dimas sambil menunjukkan senyum termanisnya, belum ada orang lain yang melihat Dimas Tersenyum begitu manisnya,
Sontak Mentari kaget membulatkan matanya menatap Dimas dan menari tangannya dari dada Dimas,Mentari merasa malu atas perbuatannya barusan, pasti Dimas mikir aneh aneh tentang dirinya,
" maaf " hanya kata itu yang bisa lolos dari mulutnya,Mentari menyembunyikan wajahnya di lengan Dimas karena malu,
Duhhh gemesin banget sih, elo kalau malu begini jadi pingin nyium deh ,batin Dimas
lalu mencium kepala Mentari lalu beranjak dari tempat tidurnya,ketika sampai di depan pintu kamar mandi Dimas putar balik lagi kearah samping ranjang mentari lalu mencium pipi Mentari dengan cepat dan bergegas masuk kedalam kamar mandi,
Mentari memegang pipinya yang baru di cium Dimas,dia senyum senyum sendiri
Hai jantung..kenapa pagi pagi begini sudah maraton aja, stop berhenti kalian ngak boleh begini ke orang lain ,ingat loe hanya milik Bimo teriak Mentari di dalam hatinya,
Mentari turun dari tempat tidur dia berjalan ingin turun kedapur, seketika langkah Mentari terhenti karena dia merasa aneh dengan bajunya,
__ADS_1
Sontak mentari melototkan matanya, dia memakai kemeja Dimas,
Oh no..siapa yang gantiin baju .....dia,????
tiba tiba mentari melototkan matanya benar benar bulat dan menutup mulutnya
" Dimassaassssssssss " teriak Mentari, sementara didalam kamar mandi Dimas senyum senyum sendiri setelah mendengarkan teriakan Mentari,
*pasti wajah gadis otot besi itu seperti kepiting rebus hahahahahhah* gumam Dimas, tertawa cekikikan,
wah dia begitu sexsi saat ini,perut roti sobek nya hahha,Mentari terpesona dengan ciptaan tuhan begitu sempurna,tanpa sadar Dimas berjalan mendekati Mentari,
" Aku tau aku sangat tampan, berhentilah menatapku seperti itu NYONYA DIMAS MAHENDRA " bisik Dimas di telinga Mentari ,sontak mentari kaget
" kyakkkk..teriak mentari sadar sekarang jaraknya dan Dimas hanya 1 centi,reflek Mentari mundur dan terpentok tempat tidur hampir membuat tubuhnya terhuyung ke belakang,dengan cepat tangan Dimas menarik pinggang mentari kedalam pelukannya,
pandangan mereka bertemu, mereka saling menatap satu sama lain,
cantik gumam Dimas ketika melihat setiap inci wajah Mentari,Dimas terpesona dengan bibir pink Mentari tanpa olesan lipstik,
__ADS_1
cupp " Dimas ******* bibir Mentari secara pelan ,Mentari melototkan matanya terkejut dengan apa Mereka lakukan, Dia meronta ronta agar terlepas dari pelukan Dimas namun sayang sekali, Dimas sangat kuat,merasa tidak mendapatkan balasan dari Mentari, Dimas sengaja mengigit bibir Mentari sehinga Mentari membuka mulutnya karena kesakitan,
tak menyiayiakan waktu, Dimas menjulurkan lidahnya masuk kedalam rongga mulut Mentari menggapsen setiap inci isi mulut mentari, Mentari yang merasa terbuai dengan cumbuan dari Dimas ,reflek Mentari menggalungkan kedua tangannya di leher Dimas,
Dimas mendorong perlahan lahan tubuh Mentari dan membaringkannya diatas kasur,setelah puas bermain di mulut Mentari, Ciuman Dimas turun di leher jenjang Mentari hingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikannya disana,
" dimmasss ahhh " satu des**** lolos dari bibir Mentari, itu membuat Dimas semakin bernafsu,tangan Dimas mengrayangi tubuh Mentari,
terjadilah apa yang harus terjadi 😁😁😁😁 bayangin aja sendiri ya 😊😊
rumah sakit
jam dinding mrnunjukan pukul 10 pagi, papi ilham sadarkan diri,
" mi.." panggil papi ilham,mami Alice mendonggakkan kepalanya menatap suami tercintanya, " Papi sudah sadar, Mami akan panggil dokter " kata Mami Alice, tapi langkahnya terhenti karena Suaminya menggengam tangannya , Papi ilham menggelengkan kepalanya,
" Mentari ?"" tanya Papi ilham, Alice mkecewa dengan sikap suaminya, setelah sadar suaminya malah menanyakan keberadaan Mentari bukan menanyakan kabarnya,Alice tersenyum simpul
" Mentari **sedang........
sedang menunggu kalian vote cerita ini 😁😁😁😁
di tunggu ya**
__ADS_1