CINTA DIDALAM PERJODOHAN DAN JANJI

CINTA DIDALAM PERJODOHAN DAN JANJI
kakak ipar


__ADS_3

Sudah hampir 2 jam Dimas tertidur disebelah ranjang Mentari dengan tumpuan tangan mentari dsn tangannya, tiba tiba tangan Mentari bergerak lalu dia mengerjapkan matanya bau obat sangat menusuk indra penciumannya, pelan pelan mentari melihat sekeliling tempat tidurnya dan lalu menatap ke arah tangannya uang di gengam tangan nya, tiba tiba gambaran seklibatan kejadian Bimo tertabarak mobil melintas di fikirannya, Mentari merasasangat emosi, ingin rasanya sekarang dia memukuli laki laki disampingnya itu sampai mat* tapi mau bagaimana lagi dia tidak ada tenaga lagi,


Dimas yangmerasa ada pergerakan dari tangan Mentari pun langsung membuka matanya dan menatap Mentari,


" Kau sudah bangun? apa masih sakit aku akan panggilkan dokter ," kata Dimas panik ,tapi Mentari hanya diam dan memalingkan mukanya menatap ke arah jendela, Dimas menekan tombol disamping ranjang Mentari


Tak berapa lama pun Dokter dan beberapa suster masuk kedalam ruangan dan memeriksa kondisi Mentari,


" alhamdullilah nona sudah baik baik saja,sekarang boleh di bawa ke ruangan inap, sebai knya nona jangan banyak fikiran dan jangan terlalu tertekan, kalaua begitu saya permisi dulu tuan " kata sang dokter lalu Dimas menganggukkan kepalanya,


Setelah Dokter keluar Dimas duduk disebelah Mentari, Mentari memalingkan wajahnya ke arah jendela kamar nya, Dimas mengengam tangan Mentari langsung di tepis kasar oleh Mentari,


" loe kenapa ? apa loe marah sama gue apa gue ada salah sama loe ?" bentak Dimas membuat Mentari terpaku menatapDimas,


Baru kali ini Dia di bentak oleh seseorang, langsung sajadarah nya mendidih " keluar " pinta Mentari kepada Dimas, dia tidak sanggup lagi terus melihat orang sudah menabrak Bimo di depan mata nya


Flesback on.....


Mentari berjslan keluar Rumah sakit sambi bergerututidak jelas, tiba tiba langkahnya berhenti ketika Dia ingat dompetnya tertinggal di dalam kamar rawat Papi ilham,lantas Mentari terus berlari ke kamar Papi ilham lagi lagi langkahnya terhenti ketika mendengar suara Papi ilham marah kepada Dimas, mentari berhenti didepan pintu mengguping apa yang papi ilham katakan


Apa kalian melakukan nya s3belum meningkah ?" tanya Papi ilham ,Mentari terkejut apa yang dimaksut oleh papinya mentari mencoba berfikir apa yang telah mereka lakukan

__ADS_1


Astaga dari mana papi tau? batin Mentari


" Hmmm itu Pap, lagian toh dia sudah tidak suci lagi,ngapain di bikin pusing sih, lagian udah mau ningkah, " Suara Dimas, Mentari menutup matanya agar air matanya tidak keluar,


Mentari masih setia berdiri di depan pintu menarik nafas nya berkali kali agar mengkontrol emosinya,memang benar adanya apa yang dikatakan oleh Dimas bukannya toh memang mentari sudah tidak suci lagi,


" Jaga bicara Kamu Dimas, andaikan saja Kamu ngak menabrak Calon suaminya ,pasti sekarang Mentari sudah bahagia sama Anak dan suaminya, Kamu fikir Papi ngak tau hah," kata Papi ilham berhenti dan menarik nafas panjang


Mentari sangat sangat terkejut dia sudahtidak bisa lagi menahan air matanya, mentari begitu menahan emosinya dengan menggepalkan kedua tangannya dengan erat


Jadi..yang menabrak mas Bimo adalah dia, dia pelakunya


Dengan perasaan kecewa dan sakit hati, Mentari berjalan keluar rumah sakit sambil terus menangis


Setelah** mentari dipindahkan di kamar VVIP ,Dimas menunggu nya di depan kamar, Dimas bingung dengan sikap Mentari yang tiba tiba berubah setelah siuman,


tiba tiba Nenek Ranti dan Cahaya datang ingin melihat Mentari, Nenek Ranti bingung kenapa Dimas duduk diluar dwngan keadaan acak acakan


" bagaimana ke adaan nya Dimas, apa dia baik baik saja sekarang ?" tanya Nenek Ranti sambil menepuk bahu Dimas


" Dia sudah baik baik aja Nek, lebih baik Nenek pulamg saja ini sudah malam, biar Dimas yang nungguin Matahari disini " Kata Dimas sambil menunduk lemas,

__ADS_1


" baiklah kalau kau butuh sesuatu kasih tau nenek ya, oh Aya Nenek pulang dulu ya, besok Nenek sama mami Papi akan kesini " kata Nenek Ranti sambil memeluk Cahaya , Cahaya tersenyum


Dimas terkejut Mami dan Papi nya akan kesini , entah apa yang akan dia terima dari sang Papi,


" Nek, buat apa Mami sama Papi kesini bukannya Papi masih sakit?" tanya Dimas menatap Nenek nya sendu


Nenek Ranti tersenyum " tidak usah risau, Nenek akan kasih penggertian ke Papimu, sekarang belajar lah untuk menerima kehadiran Mentari dan belajarlah mencintainya Nak, apa kau mwnggerti ?" tanya Nenek kepada Dimas cucu kesayangannya,


Dimas mengangukkan kepalanya,kemudian sang Nenek pulang kerumah nya, Cahaya yang masih kepo dengan calon kakak ipar nya pun langsung duduk disebelah Dimas sebelum bertanya boleh kah dia duduk di sebelah nya,


Cahaya memang berbeda dengan Mentari, Mentari yang jutek dan keras kepala itu beda dengan Cahaya yang super aktif, kepo , dan cerewet, anak yang sederhana dan sedikit bar bar,


" Kak apa aku boleh tanya sesuatu kepada mu ?" tanya Cahaya sambil menutup matanya, setelah mendengar pertanyaan dari calon adik iparnya pun kilas menatap Cahaya yang sedang menatap matanya ,


" apa yang ingin kau tanya kan ?" tanya Dimas menatap Cahaya lekat lekat, menggenali wajah Cahaya ,seperti pernah bertemu tapi entah dimana,


Cahaya membuka matanya dan fokus melihat kedepan, dia menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya dengan kasar " ahh tidak jadi kakak ipar, ini sudah malam aku balik ke kamar ibu dulu ya bay " kata Cahaya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar ibunya sambil melambaikan calon kakak iparnya,


Dimas menarik sudut bibirnya melengkung sempurna " kakak ipar hahahz lucu sekali dia " kata Dimas menatap kepergian Cahaya Calon adik iparnya


**Hai semua aku balik lagi nih hehehe , next Eps besok lusa gays ,

__ADS_1


jangan lupa like komen vote dan rate ya aku tunggu**


__ADS_2