
**Hallo balik lagi nih sama Author yang suka lupa ini, mohon maaf kan ya , ok Aku lanjut ceritanya
jangan lupa like komen vote and rate ya...
biar Authornya semakin semangat tulisnya ok,
Selamat membaca** .....
Dimas merasa sangat kesal dengan wanita di depannya ini, sangat sangat keras kepala, badanya yang lemah ini tetap memaksakan ingin berjalan sendiri, Cih masih sok nolak di pegang padahal kemarin gue udah ngerasain badan nya ckckck
*Apa an sih loe Dim,hahhahaahah*
" Loe kenapa sih , orang gue mau bantuin doang " kata Dimas sambil ingin memegang tangan Tari untuk sekian kali nya Tari menepis tangan kokoh Dimas, " ada apa lagi sih tar, padahal gue udah liat tubuh tel..." belum selesai Dimas melanjutkan omongannya tiba tiba pintu terbuka lebar, Tari dan Dimas menatap perempuan yang baru saja masuk kedalam kamar rawat Tari dengan mengembangkan senyum merekahnya.
" Aya, ayo bantu kakak, aku ingin ke kamar mandi " kata Tari sambil menahan hajatnya sedsri tadi, Cshaya mrngaguk mengerti lalu melempar senyum ke arah kakak iparnya , Dimas membalas senyum Cahaya, Cahaya membantu Tari berjalan ke kamar mandi,
Sementara Dimas sedang menghubungi sekertarisnya untuk mengkosongkan jadwalnya 1 minggu kedepan,
" Hallo Nisa, kosongkan jadwal saya seminggu kedepan !"
__ADS_1
(.........)
" kan bisa di undur...pokoknya satu minggu ini saya tidak mau di ganggu,kalau ada hal yang penting saya tanda tangani bawa saja ke rumahku.
(.......)
" hmmm "
setelah sambung telfon kepada serketarisnya itu Dimas lalu memghubungi Ben, Dia ingin Ben mengantarkan baju ganti untuknya,
sudah berkali kali Dimas mencoba menghubungi Ben, namun tak di jawab oleh Ben
Mentari kembali ke tempat tidurnya, dengan di bantu oleh Cahaya adiknya, Cahaya senyum senyum sendiri melihat kakak dan kakak iparnya beradu pandang
" Heem, kakak iparku yang paling Handsome, pulang sana gih, bau tau ngak sih," kata Cahaya setengah mengejek Dimas,
Dimas yang dikatain Bau pun secara reflek mengendus endus ketiaknya, " ngak bau kok, kan cuman satu hari ngak mandi ,masih wangi " kata Dimas polos,
" ih Kak Dimas jorok , sana pulang hus hus hus sana " kata Cahaya sambil mengibaskan tangannya ke udara,
" udah sana pulang mandi, kalau ngak mau pulang aku bilang Papi nih, loe belum mandi dari kemarin " Ancam Mentari kepada Dimas
__ADS_1
" Huh dasar tukang ngadu, iya iya gue pulang , " kata Dimas sambil berdiri dari tempat duduknya " oh ya, Adik kakak yang cantik ini mau di bawakan apa Nanti ?" tanya Dimas kepada Cahaya
" hmmm apa ya ..." kata Cahaya sambil mengetukkan jari telunjuknya di dagunya,
" ngak usah, mending jangan kesini lagi, " kata Tari ketus " kakak jangan begitu sama calon suami, dosa tau, kakak tampan mandi dulu sana , biar calon istrinya Aya yang jagain ,aman deh " kata Cahaya sambil melirik Dimas
" Siapa juga yang mau jadi istri dia, Dia kan sudah....." Degh
astaga ini mulut kalau aku kasih tau Aya kalau Dimas yang sudah menabrak Bimo, terus dia lapor ke ibu nanti ibu bakal marah lagi sama Papi, batin mentari
" Dia sudah apa kak " tanya Cahaya membuyarkan lamunan Mentari,
" sudah lah Adik cantik jangan dengerin kakakmu yang cerewet itu, aku pulang ya dadah.." kata Dimas sambil melengang pergi,
Huftt syukurlah seengaknya aku bisa kabur dari pertanyaan Cahaya, apa tadi dia bilang aku cerewet huh dasar laki laki kurang ajar, kenapa sih Ayah nyuruh aku ningkah sama laki laki itu,aghrrrrrrr
**Hello gais aku balik lagi nih, selamat membaca
see you....
next tommorow**
__ADS_1