CINTA DIDALAM PERJODOHAN DAN JANJI

CINTA DIDALAM PERJODOHAN DAN JANJI
takut 2


__ADS_3

Di depan UGD Dimas melihat Rena dan seseorang laki laki berpelukan, terdengar isak tangis dari Rena,


" Rena " panggil Dimas , Rena mendongakkan kepala nya, dia langsung berdiri dan memeluk kakak nya,


" Kakak hiks hiks Tari hiks hiks hiks aku takut kak " kata Rena sambil terus menangis,


" Tenang dulu Ren, coba jel..." belum Dimas menyelesaikan omongannya, dokter keluar dengan tergesa gesa


brukk suara pintu terbuka dan dokter keluar dengan wajah begitu tegang,


" Dok bagaimana keadaan Tari..?" tanya Ben,


Dokter itu kelihatan tegang saat melihat Dimas, sang CEO MK CROP'S , " Saya ingin, ...ingin.." ucap sang Dokter terbata bata


" Anu apa..bicara yang jelas , Mentari kenapa " teriak Dimas dengan tatapan tajam seolah olah ingin memakan dokter itu hidup hidup,


" Kakak tenang lah, dok bagaimana ke adaan Tari ?" tanya Rena,


" Saya ingin membicarakannya dengan keluarga nya , mungkin ini urusan pribadi pasien, dimana keluarga nya, " jelas dokter membuat mereka berempat terkejut


" urusan pribadi apa..? keluarga nya lagi menuju ke sini dok " ucap Rena, Dimas bagaimana tidak, tadi dia menghindari permintaan Nenek nya,


" kok bisa " kata Dimas dan Ben terkejut, Rena hanya menyungingkan senyumnya, Dimas mendengus kesal pasti habis ini mati dia karena ocehan Nenek nya apa lagi kalau Papi nya tau,


Benar nyatanya tak lama pun Nenek Ranti, Bu Lastri dan Cahaya datang dengan tergesa gesa,


Dok bagaimana keadaan Anak saya, Apa dia baik baik saja, ayo katakan dok dia tidak terluka parah kan ?" rentetan pertanyaan dari Lastri membuat Sang Dokter membuang nafas nya pelan

__ADS_1


" Bisa Kita bicara di ruangan saya Ibu, mari .." kata Dokter dan di ikutin Bu lastri dan Cahaya, Saat Dimas ingin ikut, tangan nya di cekal sama Sang Nenek,


" coba jelaskan kepada Nenek, kenapa Mentari Bisa hilang dan Pingsan di pemakaman " tanya sang Nenek kepada Dimas, Dimas menggelengkan kepalanya, Nenek Ranti menatap Oscar


" Siapa kamu ?" tanya Nenek Ranti kepaa Oscar


" Saya Oscar nyonya, sahabat masa kecil nya Mentari " tutur Oscar sopan, Nenek Ranti menganguk mengerti,


" kalian bertiga pulang saja, biar Nenek sama Dimas yang menjaga Mentari, " kata Nenek kepada Rena , Ben dan Oscar, lalu mereka bertiga pun berlalu pergi meninggalkan Nenek Ranti dan Dimas di luar ruangan UGD, ,


.. **hening


..hening


..hening**


" tadi Mami kamu bilang, Papi mu mau segera kalian buat tunangan di saat ulang tahun perusaan Panji, kamu apain Mentari , Dimas " ahirnya Nenek Ranti memulai pembicaan,


bukan nya menjawab Dimas malab melamun, apa mungkin mentari jatuh pingsan karena nya


Oh shitt, apa dia jatuh pingsan karena tidak makan atau karena gue tadi malam , astaga gue harus gimana,batin Dimas,


" Awww " pekik Dimas karena tangan nya korban cubitan dari sang Nenek, Dimas menatap Nenek nya dengan tatapan penuh tanya,


" ada apa Nek ..?" tanya Dimas bingung karena sikap nya, " kau apa kan Mentari ?" tanya Nenek Ranti dengan tatapan membunuh,


memang benar kenyataan Nenek Ranti sudah tau saat Mami Alice menceritakan nya,

__ADS_1


" Dimas jawab Nenek " geram Nenek Ranti tapi tiba tiba mata mereka tertuju kepada pintu UGD yang terbuka sontak mereka berdua berdiri dan mendekat ke arah suster yang baru keluar dwngan panik,


" Ada apa sus ?" tanya Dimas sedikit berteriak, sontak sang suster terkejut dan terpana dengan ketampanan seorang Dimas,


" HAI AKU TANYA ADA APA KENAPA TIDAK DI JAWAB !" teriak Dimas membuat sang suster gemetar,


" Dimas tenang, ada apa sus, apa cucu saya baik baik saja ?" tanya Nenek Ranti pelan,


" Dari tadi pasien manggil mangil nama Bimo nyonya, dan panas nya tinggi sekali " jawab suster gemetar, Dimas langsung masuk ke dalam UGD,


degg


entah mengapa hatinya meras sakit dan sedih melihat Mentari yang s3dang tertidur lemah dengan banyak alat medis yang menempel pada badan kecil Mentari,


Apa segitu parah nya, sampai sampai kamu begitu batin Dimas


Mentari terus memanggil nama Bimo sambil sesegukkan, Dimas duduk di kursi sebelah tempat tidur Mentari, Dimas mengengam tangan Mentari dan meletakkan nya di dekapannya,


" bangun lah, bukan nya loe sangat kuat, kenapa loe sekarang begitu lemah hah , loe ingat kemarin loe bahkan bisa membuat gue terjatuh,gue mohon bangunlah, gue janji tidak akan berbuat sesuka ku lagi, apa loe sengaja heh biar gue kena marah lagi dari Papi, " gerutu Dimas,


Namun tetap saja orang yang sedang di ajaknya bicara begitu tenang dan damai dalam tidur nya, tiba tiba dokter , suster dan Bu Lastri datang,


dokter dan suster memeriksa kondisi Mentari, kelihatan begitu jelas kepanikan di wajah sang dokter


**hello maaf lama up nya gaes,


jangan lupa juga baca karya aku yang lain

__ADS_1


_ Aku , Kau dan Dia


ok see you 😊😘😘**


__ADS_2