
Hai kenapa kamu trus diam, apa kamu lagi saraiawan " tanya Edo bingung, wanita di depannya ini hanya diam Sadari tadi,lagi lagi gadis itu hanya gelwng geleng kepala
Oh shittt gadis ini kenapa diam saja saat bersamaku, padahal dikelas dia sangat bar bar sekali,batin Edo,
mereka berdua masuk kedalam dan berjalan ke meja kasir,
" Misi mbak kami mau ketemu sama Pak alex nya ada, ?" tanya Rena pelan,
" maaf dengan siapa ya..?" tanya mbak kasir
" Saya Rena " jawab Rena sambil menatap sekeliling kafe, ntah kemana perginya Dosen killer itu, tiba tiba " ada acara apa nih, Tuan putri datang ke kafe saya " suara dari belakang, reflek Rena melihat ke arah belakang,
" kakak ngagetin aja deh, hmm Mentari ada disini ngak kak..?" tanya Rena
" Tari..udah 2 hari ngak kesini, terahir kesini kan sama kamu " kata Oscar bingung," ada apa emangnya,?" tanya Oscar lagi
ohh ya Oscar adalah tetangga Mentari dikampung, dari kecil sampai Sma sudah terbiasa bersama
" Hmm Tari hilang kak, Aku ngak tau lagi mau nyariin dia kemana lagi, " kata Rena frustasi,
" Apa..gimana bisa, emang ada apa..?" tanya Oscar panik," hmmm Aku juga ngak tau kak," jawab Rena
" ayo kita cari ke pemakaman Bimo, pasti dia disana " kata Oscar, sambil menarik tangan Rena dan membantu Rena
" ke pemakaman jam segini, yang benar saja kak, ini udah malam kalau mau besok saja ya aku temenin, kalau sekarang jangan aku takut, " kata Rena sambil memberontak
" Ren.. s3karang bukan saat nya takut, tapi Kakak yakin sekali Mentari ada disana " kata Oscar sambil membantu Rena memasangkan seatball, Oscar berlari kecil ke sisi sebelah mobil, dia duduk di kursi kemudi lalu menyalakan mesin mobil dan melaju ke pemakaman Alm Bimo,
" ngapain Tari kesana malam malam kaya ngak ada waktu aja," gerutu Rena,
" Pasti Dia nangis lagi kaya dulu , tuhan tolong jaga Dia, jangan biarkan Dia terluka ," gumam Oscar tapi masih didengar oleh Rena, Rena memandangi Oscar dengan tatapan penuh tanya..?
kenapa kak Oscar kelihatan khawatir banget Mentari hilang, apa dia suka ya sama mentari, tanya ngak ya,,
" Maksut kakak Apa..?" tanya Rena bingung, " dulu dia pernah tu, tengah malam kabur dari rumah datang kesini cuman pergi ke pemakaman Bimo, ibu nya khawatir banget, soalnya kan waktu itu Tari lagi agak stres gitu " kata Oscar sambil menepikan mobilnya, " apa ..stres kok bisa " tanya Rena
mereka sampai di depan pemakaman umum, Oscar mematikan mesin mobil nya,
" Ayo turun, kakak yakin Tari ada di dalam sana " kata Oscar sambil menunjuk kedalam pemakaman yang sudah gelap
__ADS_1
" Kakak yakin, tari di dalam sana gelap loh kak, aku takut " kata Rena sambil merangkul lengan Oscar,
" Ya Aku sangat yakin, ya udah ayo, kalau kamu takut kamu boleh tunggu dimobil atau tetep tutup mata sambil pegang takut aku , mengerti " kata Oscar ,Rena mengangukkan kepalanya dan mengikuti langkah Oscar, mereka memasuki pemakaman yang gelap hingga , Oscar melihat tubuh Mentari yang sudah tergeletak lemah di atas gundukan Makam Bimo,
" Tari..." teriak Oscar, Rena mengrejapkan mata nya, dia kaget melihat kondisi Mentari, reflek mereka berlari mendekati Mentari, Oscar membalikkan badan mentari, alahkah terkejutnya mereka melihat muka pucat mentari dan hidung berdarah, Oscar membopong mentari ke mobil di ikutin Rena di belakang, dengan kecepatan maksimal Oscar melajukan mobil nya, tak henti hentinya mengucapkan doa,
Tiba tiba hp Rena berdering panggilan dari kakaknya,
" Hallo kak, kakak dimana ?" tanya Rena panik,
" aku baru saja dari pemakaman Om panji, aku tidak menemukan nya, kau dimana sekarang, kenapa kau panik, kau sudah menemukan nya, ?"
" Kakak, searang datang lah ke rumah sakit permata, Mentari piksan di makam Bimo, cepat lah kak aku mohon " kata Rena panik,
" Kenapa bisa, ok aku datang kesana, tenang lah dia akan baik baik saja "
☆☆☆☆
di dalam mobil setelah mendapatkan berita dari Rena, Dimas bersyukur tapi sekarang dia panik saat tau Calon istrinya jatuh pingsan,
" Ben, kerumah sakit permata sekarang juga, cepat.." pinta Dimas, sia sangat panik,
Ben melajukan Mobilnya ke rumah sakit Permata, dari spion kecil dia melihat Dimas dengan keadaan panik, belum pernah dia melihat Dimas begitu panik saat mendengar seosng wanita menghilang,
tiba tiba Hp Dimas berdering memecahkan keheningan di dalam mobil, satu panggilan dari Nenek,
" Hallo , Dimas bagaiman Mentari sudah ketemu,,apa dia baik baik saja " cecar nenek suaranya sangat Panik,
" Hallo Nak, bagaimana keadaan Anak ibi, apa dia baik baik saja..?" suara Tak kalah panik dari sang Nenek
Anak ibu maksutnya, nenek sekarang lagi bersama ibu nya Mentari , aduh aku harus bagaimana aghrrrr
" Hallo apa kau mendengarkan kami nak " kata Nenek Ranti dan bu Lastri,
" hmmm ya dia baik baik saja , dia sedang tidur Nek, untuk semwntara aku akan bawa dia ke Apartemen ku saja " kata Dimas,
__ADS_1
" kenapa harus dibawa kesana , kami hampir sampai di rumah utama, Bawa saja ke rumah utama " kata Nenek
deggg ,bagaimana mungkin dia bawa Mentari yang sedang pingsan kerumah ah tida tidak jangan, kau bisa kena marah berjamaah Dim, Dimas langsung memutuskan pangilan telfon dan menyimpan hp nya disaku jas nya,
♡♡♡♡♡♡
Sementara di mobil Nenek Ranti sudah Ada mang ujang dan Cahaya di kursi depan Dan Nenek Ranti dan Bu Lastri dikursi Belakang, kedua nya nampak panik saat dapat kabar dari Rena,
" Bagaimana ini Mi, Anakku akan baik baik saja kan ?" tanya Lastri menatap Nenek Ranti, sejak dulu Lastri selalu memangil beliau dengan sebutan Mami,
" tenang lah Mami yakin Mentari akan baik baik saja, ayo mang cepat ke Rumah sakit permata, " pinta Nenek Ranti,
" Ngeh nyonya "
¤¤¤¤¤¤¤¤
Sementara di depan ruangan UGD, Rena sibuk mondar mandir di depan piñtu, sementara Oscar duduk di kursi di samping pintu, Mereka begitu panik melihat kondisi Mentari,
" Ren, duduk lah, Kakak percaya Mentari akan baik baik saja , Mentari dia gadis yang kuat, " Kata Oscar sambil menarik tangan Rena untuk duduk di samping nya,
" Kak, aku takut, Bagaimana kalau dia tidak selamat hiks hiks hiks " Kata Rena sambil menyenderkan kepalanya di bahu Oscar
" Hustt jangan bilang begitu, berdoa lah semoga dia tidak apa apa " kata Oscar sambil memeluk Rena agar lebih tenang,
♡♡♡♡♡♡♡♡
sesampainya di parkiran Rumah sakit, Dimas dan Ben làngsung keluar dari mobil dan terus berlari ke Ruangan UGD ,
Tuhan tolong jaga dia, aku mohon selamatkan Dia , batin Dimas,
Di depan UGD Dimas melihat Rena dan seseorang laki laki berpelukan, terdengar isak tangis dari Rena,
" Rena " panggil Dimas , Rena mendongakkan kepala nya, dia langsung berdiri dan memeluk kakak nya,
" Kakak hiks hiks Tari hiks hiks hiks aku takut kak " kata Rena sambil terus menangis,
" Tenang dulu Ren, coba jel..." belum Dimas menyelesaikan omongannya, dokter keluar dengan tergesa gesa
brukk suara pintu terbuka
__ADS_1
**jangan lupa like komen vote dan rate ya,
babay love you gaes**