
Dasar..brengsekkkk,apa maksut ini semua??? hah kenapa kau berbohong kepada ku " kata Mentari
sambil menanggis,
dia tidak bisa menahan air matanya lagi,sΓ at mentari ingin menampar Bima lagi, dengan cepat Dimas dan Edo memegangi ke dua tangan Mentari agar tidak menampar Bima lagi, tapi Mentari kukuh dengan pendiriannya, dia meronta ronta agar tangannya bisa lepas ,dengan sekuat tenaganya Mentari menarik tangan nya dan mendorong ke belakang menggakibatkan kedua laki laki itu tersungkur ke lantai, kepala Dimas ke pentok meja mengakibatkan luka kecil di dahinya,
orang orang yang ada disana pun di buat menganga ,bagaimana bisa seoang gadis bisa membuat dua orang pria gagah terjatuh ke lantai
wah kuat juga ni cewe, kaya gatot kaca aja, wah lu harus hati hati bos gumam Ben
" gila ni cewe otot besi juga " kata Bima kemudian berdiri dan berjalan keluar dari kafe meninggalkan mereka,
Mentari yang .merasa emosi degan kelakuan santai Bima pun kini tersulut lagi,saat Bima pergi dengan santainya meninggalkan dia,
" Kenapa..?? apa salahku ke kamu,kenapa kamu begitu jahat sama aku " gumam Mentari,dan berjalan keluar,saat dia melangkah kan kakinya,tiba tiba Edo menggegam tangan mentari
" mau kemana kamu..?" tanya Edo penasaran, dia takut Mentari akan melakukan hal aneh lagi.
Mentari menatap Edo dengan sendu," saya ada urusan keluarga pak, apa boleh saya pulang ?" Tanya Mentari mulai tenang,
" saya antar " ucap Edo menarik tangan mentari dengan cepat Mentari menarik tangannya dari Edo
" tidak perlu pak saya akan pergi ke restaurant di jln xxx saya bisa naik taxsi " ujar Mentari sambil berjalan ke meja tadi dan menggambil tas dan hpnya,
" tunggu..Kita searah, bagaimana kita barengan saja " kata Ben lalu menatap ke arah Dimas meminta persutujuan,Dimas tak habis fikir tumben Ben bersikap baik ke pada wanita,
Semoga dengan begini kalian bisa saling menggenal,hai tuan muda apa kau lupa dengan janjimu kepada Bimo,mantan calon suami Nona cantik ini,yang telah anda tabrak??
" Bagus juga Ben, Ment saya mohon ikutlah dengan mereka saya takut kamu kenapa kenapa, saya sangat percaya sama mereka akan jaga kamu dengan baik, " kata Edo sambil menggengam kedua tangan Mentari,
__ADS_1
" baiklah pak kalau begitu,maaf gara gara saya kerjaan pak Edo jadi berantakan " kata Mentari
" No..is't okey, gpp lagian kami hanya reuni an " kata Edo sambil mengusap pipi Mentari,
" HEEM.. bisa cepat, saya sudah telat " kata Dimas datar dan berlalu pergi keluar di susul Ben, Edo dan juga Mentari di belakang dia,
Mentari, Ben dan Dimas masuk kedalam mobil,
Ben yang memudikan mobil, disusul Mentari duduk di bangku penumpang disebelah Ben dan si tampan dingin duduk di belakang,
Ben melajukan mobilnya sedang,beberapa kali dia melihat Mentari,
" heemm, siapa namamu??" tanya Ben sambil fokus ke depan,
" Mentari tuan " jawab singkat Mentari fokus ke arah luar jendela,
" panggil saja aku Ben " kata Ben ,Mentari menggangukkan kepalanya,
Ben yang menyadari tatapan aneh dari Mentari pun langsung salah tingkah
" hmm maksut ku, tidak kayak biasanya dia ngumpul sama kami bawa cewek apa cewek secantik kamu" jelas Ben tanpa dosa,
" sebatas mahasiswi dan dosen " jawab Mentari singkat padat dan jelas
Β
*cuek sekali gadis ini.. siap siap saja kau tuan*,
Β
__ADS_1
Setelah 20 menit menempuh perjalanan ahirnya mereka sampai di depan restorant,
" sudah sampai nona " kata Ben langsung mendapatkan angukkan dari Mentari, tanpa ba bi bu Mentari langsung keluar dari mobil tanpa menggucapkan terimakasih,
Dimas dan Ben pun tercenggang,
dasar wanita otot besi, tidak tau sopan santun
" kau lihat Ben gadis itu sangat cuek dan tidak tau sopan santun, " kata Dimas ,Ben hanya tersenyum menatap kepergian Mentari,
" kau lihat tadi, dia sungguh kuat sekali, dia bisa membuat aku terjatuh,paahal tadi aku sudah sekuat tenaga menggengapnya," lanjut Dimas,sedangkan yang di ajak bicara sedari tadi hanya senyum sendiri,
Dimas menatap Ben dengan tatapan bingung,untuk pertama kalinya Ben tidak menghiraukan omongannya,
BUGGGG Dimas menoyor kepala Ben alhasil kepala assistennya kebentur setir
" aww" pekik Ben sambil menggusap dahinya," ada apa Dim, sakit pala gue woi " sambung Ben sambil memutarkan badannya melihat ke arah Dimas, Dimas yang bersadekap " kenap lu..liatin tu cewe," tanya Dimas " bukannya kita mau bertemu dengan mami..kenapa belum jalan juga," sambung Dimas
Ben menarik nafas dalam dala. dan membuangnya dengan kasar," Hallo tuan Dimas terhormat, apa anda tidak melihat pesan dari nyonya alice...di restaurant mana bertemu," jelas Ben,
karena mami papinya akan memperkenalkan Mentari sebagai calon istri nya ππ
" huftt sittt, kenapa aku lupa..??? semua ini gara gara wanita otot besi itu ..." kata dimas mengajak rambutnya frustasi..
Hah..kau yang lupa kau juga yang menyalahkan orang,dasar sinting ,gumam Ben.
**HALLO SEMUA, HARI INI AUTHOR UP 3 BAB ..YEEYYEEYYYY AUTHOR BERTERIMAKASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MAU MENUNGGU,
JANGAN LUPA DONG..VOTE KARYA AKU πππ
__ADS_1
BIAR AUTHORNYA SEMANGAT UP LAGI...OK**