
Nenek Ranti memeluk Mentari,dia merasa iba atas semua yang di hadapi Mentari,dia sangat menyayangkan panji ayah mentari harus secepat itu pergi meninggalkan anak dan istrinya karena menyelamat kan nyawa Pak ilham mahendra anak dari nenek ranti,
'' yang sabar ya sayang , nenek yakin orang itu pasti sudah mendapatkan hukumannya,'' kata nenek ranti sambil memeluk Mentari, mentari menangis di pelukan nenek,
'' maafin tari ya nek gara gara tari curhat nenek jadi telat waktu sarapannya..'' kata mentarisambil menghapus air matanya,
'' ngak apa apa sayang, sekarang nenek jadi tau sedikit tentang kamu, kamu tau nenek punya cucu seumuran kamu,namnya dimas, dia itu anak baik, penurut '' jelas nenek ranti, mentari tersenyum
lalu mereka berjalan pulang kerumah, sampai nya dirumah mereka masuk ke kamar masing masing dan langsung mandi.
selesai mandi nenek ranti duduk di tepi ranjang langsung menelvon anaknya,
'' ya hallo mi,ada apa.?'' tanya bu alice,menantu nenek ranti,
Nenek Ranti:'' pulanglah nak, katakan pada ilham mami sudah menemukan anak dari panji..''
Bu Alice :'' yang benar mi, syukur alhamdulillah,...selesai mas ilham pulang nanti Alice kasih tau''
nenek ranti :'' ya sudah dulu ya.mami mau sarapan dulu''
Rena keluar dari life, dia terkejut melihat mentari sedang menyusun piring di meja makan,
'' kamu siapa.? pembantu baru ya, kapan sampai ?'' tanya rena lalu duduk di kursnya,
wajahnya...kenapa begitu mirip dengan om panji, sahabat papa???? gerutu Rena
''' ea non, bary tadi malam sampai,'' jawab Mentari sambil tersenyum , '' panggil saja aku Rena..oh ya berapa umurmu..??'' tanya rena sambil mengoleskan selai di rotinya,
__ADS_1
'' baik rena, umur saya baru 20 tahun,'' jawab mentari , waktu mentari ingin kembali kedapur tiba tiba nenek ranti memanggilnya
'' Mentari tunggu nak, '' panggil nenek ranti sambil berjalan menuju meja makan,seketika mentari menghentikan langkahnya dan tersenyum ke arah nenek ranti,
'' sarapan lah di meja makan, temani kami makan disini ya'' kata nenek ranti sambil menepuk kursi disebelahnya,mentari bingung sendiri kenapa bosnya memperlakukan dia dengan istimewa,
'' tap nek...'' belom selesai berbicara Rena memotong ucapan mentari,
'' nenek tidak suka di bantah, tolong lah ikutin kemauan nenek..'' ucap rena sambil menggunyah rotinya,mentari duduk dikursi sebelah nenek rani,
hanya ada suara sedok dan garpu yang bersautan,selesai meminum susu nya rena akan beranjak dari tempat duduknya, nenek memanggilnya,'' rena..apakah cucu kesayangan nenek ini sudah mendaftar kuliah..?'' tanya nenek sambil minum air,
'' nek, rena ngak mau kuliah ya, rena malas'' jawabnya sambil berlalu berjalan naik ke atas pake lift ke kamarnyya,
'' dasar anak itu, tidak pernah berubah'' gerutu nenek,
" mentari..apa kau ingin kuliah...?" tanya nenek
" kuliah...sebenernya tari juga mau nek kuliah ambil jurusan management,tapi pasti bayarnya mahal nek, tari kan kerja dsni buat bahagiain ibu sama aya.." ucap mentari sendu.
" apakah kau bersungguh sungguh ingin kuliah..?" tanya nenek ranti tatapan tak bisa di artikan
mentari hanya mengganggukkan kepalanya
__ADS_1
" ok kau akan kuliah satu kampus dengan Rena, tapi..kau harus bujuk Rena untuk kuliah denganmu, bagaimana kau bisa bujuk dia untuk pergi kuliah denganmu..?'' kata nenek ranti.
mentari terkejut dengan ucapan nenek ranti
serius......??? apakah ini mimpi, oh tuhan kebaikan apa yang dilakukan orang tua ku, sampai sampai aku punya majikan sebaik nenek ranti.gerutu mentari
'' apa nenek tidak bercanda, biaya kuliah itu tidak murah loh nek,!'' jelas mentari,nenek yang mendengar perkataan mentari terkekeh sendiri,
'' apa kau tidak percaya dengan nenek mu ini...???'' tanya nenek sambil menarik tangan mentari krdalam kamar tamu,
kamar yang selalu Panji { ayah mentari } pakai ketika sedang mengginap dirumah keluarga Mahendra, didalam kamar itu masih tertata rapi dan terawat, sudah 17 tahun berlalu kamar ini kosong, banyak kenangan tentang panji disitu, termasuk foto fotonya dengan ilham, anak nene ranti ayah dari rena dan Dimas.
mentari memandangi foto foto ayahnya,dia menanggis sesegukkan,nenek ranti yang menyadari bahwa mentari merindukan sosok ayahnya pun menghampiri mentari dan menggusap punggung mentari pelan.
" apa kau sangat merindukannya..?" tanya nenek ranti, mentari menggangukkan kepalanya
" apa kau ingin tidur di kamar ayahmu.." kata nenek ranti seketika mentari menggusap air matanya,
" apa nenek serius, tari boleh tidur disini..?" tanya mentari , nenek ranti menggangukkan kepalanya,
mentari merasa senang langsung memeluk nenek ranti '' terima kasih nek,'' ucap mentari,sambil melepaskan pelukannya
'' baiklah,lain kali nenek akan menceritakan bagaimana keluarga nenek dekat dengan ayahmu, sekarang nenek minta tollong sama kamu, bujuk Rena untuk kuliah bersama mu,bagaimana..
anak itu susah sekali mendengarkan nenek'' keluh nenek ranti,
''siap nek, tari akan coba..'' jawab tari { eh tari ini adalah mentari ya } sambil meletakkan album foto pada tempatnya,'' kalau begitu tari naik keatas dulu ya nek..'' kata mentari penuh semangat berlalu keluar kamar dan meninggalkan nenek ranti sendiri,nenek ranti yang melihatnya pun geleng geleng kepala.
*semoga saja dengan kehadiranmu disni bisa membuat keadaan rumah ini hangat seperti semula,dan putraku akan sedikit tenang,gumam nenek ranti.
**yuhuuuyy balik lagi sama me author tewell, oh ya kakak yang cantik cantik jangan lupa like komen dan vote ya
__ADS_1
maaf ya author lama upnya soalnya author lagi sibuk sama anak anak
SELAMAT READING GAEYSS***