
tap tap tap
langkah kaki Mami Alice , Papi ilham dan juga Nenek yang nampak terburu buru
" tenangkan dirimu Nak, jangan di bawa emosi " Nasehat Nenek Ranti yang sangat mengetahui anaknya itu dalam mood emosi
" bagaimana aku bisa tenang Mi, Mentari masuk ke rumah sakit itu pasti gara gara anak ngak tau diri itu " kata Papi ilham sambil menahan emosinya ,
degg sakit , kecewa , sedih , Ya ibu mana yang rela anak nya dikatain walaupun yang mengatai anaknya itu adalah suaminya sendiri, harus bagaimana lagi ,dia sangat tau sekarang Suaminya itu sangat menghawatirkan keadaan anak dari mendiang sahabat nya itu,
" Pi tenang dulu ya, ini dirumah " kata Mami
" ya aku tau " kata Papi ilham terus melangkah menuju ke kamar Mentari, saat tepat di depan pintu kamar Mentari ilham tiba tiba berhenti mematang alhasil membuat istri dan juga Mamanya yang ada di belakangnya menatapnya bingung,
" Kenapa Pi ?" tanya Mami Alice memegang lengan sang suami, yang tiba tiba terdiam, reflek Mami Alice melihat ke arah dalam ruangan, Mami Alice menatap bingung melihat Dimas dan juga Mentari berebut suap dari Bu Lastri, sedangkan Cahaya tengah asik makan snak nya sambil nonton tv
" Bu..yang sakit kan Tari , kenapa Ibu suapin juga Dia sih, Tari ngak mau bagi bagi nasi apalagi bagi bagi kasih sayang Ibu " kata Mentari sambil mengruncutkan bibir nya,
" sayang ngak boleh gitu Nak, Nak Dimas kan udah jaga Kamu dari tadi malam Dia juga belum makan dari tadi malam, bagi bagi ya gpp kan, anak ibu kan pintar " Kata Bu Lastri menerangkan kepada Mentari yang manja ke Ibunya ketika sedang sakit,
" dengerin tuh, jangan pelit pelit lah " sindir Dimas kepada Mentari, mentari mendengus kesal,.
" ya udah deh untuk hari ini aja, besok besok ngak boleh ya " kata Mentari kesal, Bu lastri dan Dimas mengangukkan kepala mereka,
Nenek Ranti , Mami Alice dan juga Papi ilham masuk kedalam ruangan
" assalamualaikum " sapa mereka bertiga sama sama , Bu Lastri, Mentari dan juga Dimas menoleh ke arah pintu
__ADS_1
" Papi Mami " Mentari dan Dimas bersamaan
Ilham berjalan kesamping tempat tidur Mentari " Hai sayang , bagaimana udah enakan ?" tanya Papi ilham sambil memgelus rambut Mentari,
" Sudah lebih baik Pi " jawab Mentari sambil tersenyum,
Papi ilham membalas senyuman Mentari lalu menatap ke arah Bu Lastri yang sedang duduk di sebelah ranjang Mentari
" Las..maafkan aku.." belum sempat Papi ilham menyelesaikan katanya Bu lastri sudah memotongnya dulu
" Aku sudah memaafkan kalian, sebelum kesini Mami sudah menjelaskan semuanya ke Aku, " kata Bu Lastri tersenyum ke arah Papi ilham dan Mami Alice secara bergantian ,Bu Lastri berdiri lalu berjalan ke arah Mami Alice,
" S3pertinya kita harus berbicara di luar jeng, ada banyak pertanya an yang mau Aku tanyakan " kata Bu lastri sambil melihat sekeliling
" Bu, jangan salah kan Mami, ini real kesalahan Tari sendiri " bela tari, dia memang takut Ibunya akan marah ke Maminya karena dia masuk kerumah sakit, Bu Lastri tersenyum, belau tau betul Anaknya sekarang merasa tidak enak dan takut sang ibunya marah.
setelah kepergian dua ibu ibu itu, ilham mendekati anak pertamanya " Papi ngak mau tau, nanti di acar ulang tahun perusahaan Ayahnya Mentari kalian harus bertunangan titik " kata Papi ilham sambil melipatkan kedua tangannya di dadanya,
" Hah ,Apa ? Tunangan ...enggak Mau " teriak Dimas dan Mentari bersama an, Papi ilham geleng geleng kepala melihat mereka berdua menjawab dengan kompak,
" Papi tidak minta pendapat ini perintah " kata Papi ilham berlalu keluar dari ruangan Mentari,
Dimas dan Memtari mendengus kesal,
*Huh bertunangan dengan laki laki yang sudah menabrak kekasihku, oh Big No , batin Mnnetari
karma apa gue ya tuhan, bertunagan dengan cewek bar bar dan bekas orang lagi, batin Dimas*
__ADS_1
di tempat lain..
" Al, bagaiman kabar Mu ?" tanya Lastri setelah mereka duduk di kursi taman rumah sakit
" Seperti yang kamu liat Las, aku sangat baik, tolong maafkan keluarga kami," Kata Mami Alice sambil menangis, beliau sangat takut Bu Lastri marah kepada keluarga atas apa yang terjadi dulu dan sekarang Mentari masuk rumah sakit
" Al, aku sudah memaafkan kalian, aku tau yang terjadi bukan kehendak kita bukan, tapi apa kamu yakin mereka berdua , maksutku Dimas dan Tari mau menerima perjodohan ini, kamu tau bukan, dulu Tari stress hampir 3 tahun karena kekasihnya meninggal " kata Bu Lastri sambil menatap lurus kedepan
'' kita harus membantu Tari bukan, aku dan mas ilham sudah membicarakan pertunangan anak anak kita kepada mereka, Dimas sudah mau bertunangan sama Tri, kita sebagai orang tua harus membantu Tari , semoga dengan pertunangan ini bisa membuat Tari keluar traumanya, '' kata Mami Alice sambil memegang tangan Bu Lastri, Bu lastri tersenyum lalu memeluk Mami Alice
sementara di kamar rawat Mentari.............
Dimas duduk disofa sambil main game di ponselnya, sementara Mentari berusaha turun dari ranjangnya , dia ingin ke kamar mandi tapi karena dia belum sepenuhnya pulih, dengan susah payah Mentari menurunkan satu persatu kakinya, Dimas melirik ke mentari yang sedang berusaha turun dari ranjangnya,
'' Kamu mau kemana ?'' tanya Dimas sambil mendekat ke tempat Mentari, mentari menatap sekilas kje arah Dimas saat tangan laki laki itu ingin membantunya berdiri dengan cepat kilat Mentari menepis tangan kekar itu dengan kasar,
merayu Mentari untuk membantunya, semua jurus gombalnya sudah dia ucapkan namun gadis di samping nya ini tetap kekeh tidak mau di bantu
............................................................................
............................................................................................................................
Hallo Aku kembali lagi nih, maaf ya upnya lama hehe
ok aku mau kasih tau kalian kalau aku upnya seminggu tiga kali yaps
__ADS_1
hari selasa , kamis dan sabtu ok