
Hari sudah menjelang sore namun Rara dan Bara masih asik menikmati pemandangan yg disuguhkan oleh sang pencipta pemandangan yg sangat luar biasa ditambah penampakan sunset yg luar biasa indahnya
"Ra andai ya tiap hari kita bisa gini"ucap Bara lirih namun masih bisa didengar oleh Rara
"Hah maksud lho apa Bar?"tanya Rara
"Ya seandainya setiap hari gue bisa habisin waktu dan momen indah kayak gini sama lho,apa lho inget terakgir kita kayak gini 2 tahun yg lalu"
"Lho tahu gue kangen banget kita yg dulu"Ucap Bara
"Kenapa lho kagak jujur aja sih Ra sama semua orang"
"Biar kita ngk perlu kayak gini biar kita bisa leluasa ngomong jalan bareng tanpa harus takut sama omongan anak anak di sekolah"Tutur Bara
...Rara terdiam jujur saja dia sangat ingin membuka jati dirinya pada dunia tapi dia masih belum mau identitasnya terbongkar dia masih belum siap....
"Sekangen itukah lho sama gue yg dulu?"tanya Rara melirik Bara
Bara pun melihat kearah Rara
"Ya Ra gue kangen banget masa masa kita dulu,lho cerewetin gue,manja"
"Dan lho inget waktu kita dirumah kaca?"tanya Bara
Rara pun mengangguk sambil tersenyum kecil
"Lho nangis histeris cuma gara gara bunga kesayangan lho yg aa dirumah kaca itu layu sampe marah marah sama gue jujur Ra gue kangen itu"
"Gue rela lakuin apapun asal lho bisa balik kayak dulu lagi-"Ucap Bara terhenti karna mulutnya sudah ditutup oleh Rara
"syut udah"
"Ini gue yg sekarang gue bukan Rara yg dulu,Rara yg dulu udah ngk ada,ini Rara yg sekarang Rara yg introvet ini gue Bar tapi satu yg gak pernah berubah"Ucap Rara terhenti
"Apa?"tanya Bara
"Gue tetep Raranya lho"jawab Rara tersenyum lalu memeluk Bara
Bara terkejut dengan aksi Rara yg tiba tiba memeluknya erat namun tak bisa ia sembunyikan bahwa dia sangat bahagia karna itu
.
.
.
.
.
.
Kini Bara dan Rara sudah berada di vila mereka bersiap siap untuk pulang karna besok mereka harus sekolah
Bara terlihat sedang merapikan rambutnya dan saat ia hendak mengambil topinya ia menemukan sebuah kertas
__ADS_1
"Jauhi dia atau kamu akan menyesal"
"Apa apan ni kerjaan siap sih insol*t"umpat Bara
"Gue harus tau siapa yg mau main main sama gue"ucap Bara diapun keluar dari kamarnya dan menuju keruang keamanan
.
.
"Pak periksa Cctv nya saya pengen lihat sesuatu"ucap Bara
"Maaf tuan kalau boleh tau untuk apa ya?"tanya penjaga sopan
"Apa saya harus menghancurkan tempat ini dulu baru bapak akan memerikan saya rekaman Cctv itu"Bara mulai kesal
Penjaga itu menelan menelan salivanya dengan susah payah
"Ba baik tuan"ucap penjaga itu terbata bata dan langsung menunjukkan rekaman Cctv itu
Bara melihat dengan seksama layar laptop yg ada dihadapannya itu
"Stop"perintah Bara
Dan penjaga itupun langsung mengehentikan rekaman itu
"Siapa dia?"
"Gue harus tau lho siapa"
"Baik tuan"
.
.
.
"Sudah tuan saya sudah memindahkannya"Penjaga itu memberikan flashdisk itu kepada Bara
"Baik terimakasih saya minta kamu jangan memeberitahukan ini pada siapapun dan maaf untuk yg tadi"Tutur Bara
"Saya akan menjaga mulut saya tuan dan tuan tidak salah saya rasa wajar tuan bertindak seperti tadi"Ucap penjaga itu tulus
"Baiklah saya mau menemui sahabat saya dulu dan ya ini untuk kamu sebagai imbalan dan oermintaan maaf saya kamu jangan menolak atau saya bakar vila ini"ancam Bara
Penjaga itupun menelan salivanya
"Ba baik tuan saya terima dan terimakasih"Tutur penjaga itu
Bara memgangguk dan pergi dari tempat itu
"Siap lho hah?apa motif lho"Bara berbicara sendiri
"Bang Lion harus tau ya dia pasti bisa bantu gue"ucap Bara
__ADS_1
"Habis dari mana sih lho lama bangt gue tunggu gue tadi kekamar lho,lhonya kagak ada"Rara mengomel
Bara menyembunyikan kertas tadi
"Gak tadi gue cuma pergi liat liat bentar"Elak Bara
"Hm yaudah yok nih barang lho udah gue bawa keluar tadi"ucap Rara dan Bara pun mengangguk
.
.
.
.
.
"Yok Ra masuk"ucap Bara masuk kedalam mobilnya
"Kenapa diem?"tanya Bara karna Rara hanya diam ditempat
"Keluar dulu Bar"perintah Rara
Dan Bara pun hanya nurut saja
"Kenapa sih Ra?"tanya Bara
"Liat ada yg ngempesin ban mobil lho"ucap Rara dan sontak membuat Bara terkejut
Bara pun langsung mengecek ban mobilnya tenyata benar ucapan Rara
"Siapa yg udah kelakuin ini"
"Mana gue gak ada bawa ban cadangan lagi"gerutu Bara
"Coba telfon orang rumah"Saran Rara dan Bara pun setuju namun saat ia hendak menelfon dia mengehentikannya
"Kenapa?"tanya Rara
"Hp gue lowbat Ra"ucap Bara
Rara pun menepuk jidat
"Pea banget sih lho Bar"
"Kalok kayak gini kita gimana Hp gue kagak ada jaringannya Hp lho lowbat duh apes bener mana besok sekolah"gerutu Rara
.
.
.
Siapapun lho yg pasti lhi ceroboh,lho udah ninggalin dua bukti*Batim Bara
__ADS_1