CINTA DINIARA

CINTA DINIARA
episode 7


__ADS_3

Suasana diruang keluarga kediaman pratama tampak ramai dengan perdebatan antara Rara dan Lion yg tak henti hentinya adu mulut sang ayah yg hanya bisa geleng geleng kepala dan Zoy yg jadi tim ngakak.


Hari sudah mulai sore dan saat itu pula Zoy pamit pulang karna pasti kalau dia telat pulang dia akan kena semprot maminya.


"Om Zoy pamit pulang ya ini udah sore nanti mami marah lagi hehe"pamit Zoy


"Iya hati hati ya Zoy jangan ngebut bawa mobil"pesan pak Rio


"Le,Ra gue balik ya"pamit Zoy kali ini pada Lion dan Rara


"Balik aja sono"ucap Lion dengan muka tanpa dosa


"Kampret lho gue udah mau jemput lho kebandara eh lho usir gue kebangetan emang lho"gerutu Zoy tentu itu hanya sebuah candaan karna dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu dia menganggap Lion seperti saudaranya sendiri sama seperti dia menyayangi Zero


Hal itu mengundang gelak tawa Lion


"sapa suruh lho ikutan ambil andil sama rencana ni bocil"ucap Lion mengacak acak rambut adiknya


"Bocil paan umur kita beda satu tahun doang bang"


"Trus ni rambut gue jadi berantakan elah gue timpuk juga lho"gerutu Rara pada abang tersayangnya


Zoy sudah sangat sering bahkan hampir tiap hari melihat drama antara Rara dan Lion


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Zoy sudah pulang Lion naik ke atas buat mandi Ayah ditelfon sama sekretarisnya jadi dia pergi bentar


Haduh sepinya keadaan rumah,Dan kini Rara sibuk menonton Drama kesukaannya di ruang tamu SENDIRI,terlihat Rara sedang menangis karna Drama yg ia tonton kadang juga mesem sendiri kadang juga ketawa duh si Rara udah kayak orang rada xixi ngakak jadinya


"Sumpah jahat banget lho jadi cowok kalok gue jadi tu cewek dah gue gampar trus gue lempar ke pluto sabar banget jadi orang"Gerutu Rara karna sangat greget dengan Drama yg ia tonton


Sedangkan sedari tadi ada seseorang yg memperhatikan gerak gerik Rara di terlihat tertawa kecil melihat Rara yg marah marah pada tokoh di Drama yg dia tonton


"Sedeng ya lho dek?"tanya Lion yg tadi diam diam memperhatikan adiknya kini menghampirinya


"Kagak gue masih sangat normal"jawab Rara masih fokus pada Drama yg ia tonton


"Hm"balas Rara singkat


Rara mematikan tv yg tadi ia tonton dan membalik tubuhnya untuk menghadap sang kakak


"Kenapa dimatiin?"tanya Lion


"Mau fokus sama kamu"jawab Rara


Mendengar Rara menggunakan aku kamu Lion pun mengusap rambut panjang adiknya


"Dek kamu kangen bunda?"tanya Lion pada sang adik


Pertanyaan itu membuat Rara terkesiap selama ini dia sangat merindukan sang bunda namun ia sembunyikan karna ia tidak ingin terlihat rapuh dimata ayah dan kakaknya

__ADS_1


"Enggak"hanya itu jawaban Rara


"Yakin dek?"tanya Lion


"Ya"lagi lagi jawaban singkat dari dari Rara


Bukan Lion namanya kalau dia akan semudah itu percaya pada ucapan sang adik dia sangat mengenal adiknya dia sangat menyayangi bundanya dia yg paling dekat dengan almarhum bundanya dia yg paling mengerti bundanya setelah ayahnya jadi sangat mustahil Rara tidak merindukan sang bunda yg selalu menjadi teman berbagi keluh kesahnya.


"Dek abang tanya sekali lagi apa kamu kangen bunda?"tanya Lion lagi


"Enggak"Lagi lagi Rara menjawab itu namun mulut bisa berbohong tapi tidak dengan perasaan tubuh Rara bergetar dan dia meneteskan air matanya


Dengan sigap Lion memeluk adiknya itu menenangkan Rara dalam pelukannya


"Nangis dek nangis kalau ini cara biar hati kamu lega nangis aja ada abang yg selalu nemenin kamu"ucap Lion membelai rambut sang adik


Benar saja Rara menagis semakin histeris membuat asisten rumah tangga dirumahnya kaget


ada beberapa asisten rumah tangga mereka yg menghampiri mereka karna takut terjadi apa apa


"Aden Nona kenapa?"tanya mbok Siti


"Gak papa mbok dia cuma lagi hilangin kesedihannya"jawab Lion


Mbok Siti pun langsung mengerti ucapan tuan mudanya itu Mbok Siti pun pergi membiarkan Tuan dan Nona mudanya karna dia megerti Rara pasti sedang sangat rapuh saat ini dan membutuhkan sososk Lion


"Gimana udah lega?"tanya Lion pada sang adik karna kini ia telah menghentikan tangisnya


"Hm makasi bang"ucap Rara mengusap air matanya


"Iya besok kemakam bunda ya kita pergi juga bareng ayah mau?"tanya Lion dan dijawab anggukan oleh Rara


●●●●●●●●●●●●●●●●●

__ADS_1


Jeng jeng sampe sini dulu ya guys jangan lupa bantu suport author dan bantu beri saran dan kritiknya karna saran dari kalian bisa buat bahan belajar buat author see you💗💗


__ADS_2