
"Buruan lho mau ngomong apa gue gak punya banyak waktu"Ucap Rara pada seorang gadis didepannya
"Kak maafin aku atas kejadian kesalah fahaman antara Kakak dan Kak Bara ini semua salah aku"Ucap gadis itu
"Maksud lho apaan?"Tanya Rara
"Iya kak ini semua salah aku andai aja waktu itu Kak Bara ngk nolongin aku udah pasti Kalian ngk akan saling salah faham kayak gini maaf ya kak"Ucap gadis itu
Rara terdiam sejenak memikirkan hal yg dikatakan oleh Vilo itu,Bagaimana dia bisa percaya kalau apa yg Vilo katakan itu benar?Bisa aja kan dia berbohong agar Rara memaafkannya,Tapi kalau dilihat dari tatapan matanya Vilo terlihat sangat jujur,Dilema Rara sekarang ini
"Jujur gue gak tau harus percaya apa ngk ke lho tapi gue bakal coba"Ucap Rara
"Gapapa Kak kalau Kakak gak mau percaya sepenuhnya sama aku tapi plis Kak,Kakak harus percaya sama Kak Bara dia cinta banget sama Kakak"Ucap Vilo
Rara menghembuskan nafas kasar
"Yaudah gue duluan ya gue harus cabut"Ucap Rara lalu berdiri dari duduknya dan meninggalkan Vilo sendiri
"Semoga Kakak bener bener percaya"Gumam Vilo
Diapun keluar dari Cafe itu sebelumnya ia membayar dulu pesanan mereka tadi namun ternyata sudah dibayar lebih dulu oleh Rara,Vilo pun tersenyu walau saat ini Rara salah faham padanya namun dia tidak seperti orang lain di memang sangat baik.
Rara masuk kedalam taxi online yg tadi dia pesan
Didalam taxi Rara terus saja memikirkan apa yg Vilo katakan tadi apa mungkin dia salah faham pada Bara?
Rara mengingat sesuatu
"Ya taman xxx gue harus cari rekaman ditaman itu pinter banget sih gue"Ucap Rara
"Pak ganti tujuan ya kita ketaman xxx aja nanti bayarannya saya tambah"Ucap Rara kepada pada sang supir taxi
__ADS_1
"Baik Nona"Ucap supir taxi
.
.
.
"Pos satpam di taman ini dimana ya?pea bener gue ini ke-4 kalinya gue kesini mana tau gue pos satpam disini"Gumam Rara melihat sekeliling
"Em permisi dek tau pos satpam disini di mana ya?"Tanya Rara pada bocah berumur 7 tahun yg sedang melintas didepannya
"Oh pos satpam dari sini nanti Kakak cantik lurus aja terus belok kiri udah deh sampek"Ucap bocah itu ramah
"Wah makasi ya dek,Oh ya ini buat kamu"Rara memberikan uang lembaran berwarna merah kepada anak itu
"Ini buat aku Kak cantik?"Tanya anak itu
"Iya buat kamu entar dipakek ya buat belanja,makasi udah mau ngasik tau Kakak"Ucap Rara mengelus pucuk kepala anak itu lalu pergi
"Katanya tu bocah gue harus belok kiri yak"Rara bergumam dan berjalan sesuai petunjuk bocah tadi
"Akhirnya ketemu jugak ni pos satpam berasa nyari harta karun gue terpencil bener tempatnya"Rara mengusap keringatnya
"Permisi pak"Ucap Rara sopan
"Eh eneng ada keperluan apa ya?"tanya penjaga sopan
"Em saya boleh lihat rekaman minggu lalu ngk pak?"Tanya Rara
"Rekaman minggu lalu?sebentar neng saya cari dulu"Ucap Penjaga itu
__ADS_1
Rara hanya mengangguk dan mengamati
"Lah kok filenya gak ada ya?siapa yg hapus filenya?"Ucap penjafga itu
"Kenapa pak?"Tanya Rara
"Maaf neng rekaman minggu lalu itu sepertinya ada yg menghapus,saya tidak tahu kalau ada yg menghapus filenya"Ucap penjaga itu meminta maaf
"Duh gimana ya pak?saya bener bener butuh rekaman itu"Ucap Rara kecewa
Penjaga itu berfikir sejenak
"Ya saya ingat"Ucap penjaga itu
"Saya pernah memasang kamera tersembunyi neng"Ucap penjaga itu pelan
"Maksud bapak?"Rara terkejut
"Iya neng tapi kalok Rekaman Cctv yg itu nyambungnya ke hp saya,sebentar"Penjaga itu merogoh ponselnya
"Nah akhirnya ini dia neng"Ucap Penjaga itu
Rara pun meraih ponsel penjaga itu dan melihat isi rekamannya
Dan ternyata apa yg dikatakan Vilo itu benar adanya dia sudah salah faham pada Bara,Tapi tunggu sebentar Rara melihat kejanggalan di video itu
"Siapa dia Pakek pakaian serba hitam?Kayaknya orang ini ngawasin gue sama Bara?"Rara
"Em pak kalok boleh tau bapak pernah atau sering gak liat orang ini dateng ketaman ini?"Tanya Rara
"Pernah neng waktu itu saya ngk sengaja papasan sama orang ini ya bajunya persis sekali bisa jadi itu orang yg sama"Ucap Penjaga itu
__ADS_1
"Huh baik pak sebelumnya terimakasi ya pak maaf saya sudah merepotkan dan mengganggu waktu kerja bapak"Ucap Rara tak enak
"Gak papa neng saya malah seneng bisa membantu"Ucap Bapak itu