CINTA DINIARA

CINTA DINIARA
Episode 9


__ADS_3

Bara menuntun Rara kedalam mobilnya karna Rara sudah sangat kedinginan sekarang


"Gue langsung anter pulang ya?"tanya Bara


"Nanti dulu deh Bar gue mau nenangin diri"ucap Rara sedangkan Bara hanya mengangguk


"Butuh sandaran?"tanya Bara dan Rara hanya mengangguk dia menyenderkan kepalanya dipundak Bara


"Bar kira-kira bunda udah maafin gue belum ya?"tanya Rara memejamkan matanya


"Lho kagak buat kesalahan Ra sehingga harus minta maaf dan dimaafin itu semua udah takdirnya semua udah diatur berenti salahin diri lho gue gak tega liat lho kayak gini"Tutur Bara tulus


Rara pun tersenyum


"May i borrow your hug?"tanya Rara


Bara pun kaget namun ia mengiyakan karna jujur saja dia sangat suka saat dimana Rara tersenyum dan meminta pelukan kepadanya.Rara gadis yg ceria namun dia menutupi semua itu hanya orang terdekatnya saja yg mengerti bagaimana Rara yg sebenarnya dan karna itu Bara suka menjahili Rara dia sangat suka melihat wajah cemberut Rara saat diganggu olehnya dan Rara akan sok manis padanya saat ada maunya itulah Rara.


"Sure"jawab Bara dan tanpa aba-aba Rara langsung memeluk Bara seolah ia tidak mau pelukan itu berakhir


Namun Bara meraskan jantungnya berdebar sangat kencang apa yg terjadi padanya?Bara pun tidak mengerti


"Ra?"Bara mengelus pucuk kepala Rara yg masih berada dalam pelukannya


"…………"hening Rara tak menjawab


"Ra"ucap Bara lagi namun sama saja masih tetap hening


Dan Bara pun berinisiatif untuk menyibak rambut Rara dan…ternyata dia sudah tertidur Bara pun tertawa kecil melihat wajah Rara yg sangat imut saat tertidur.


"I wish could express it"gumam Bara dan hendak mengecup pucuk kepala Rara namun ia hentikan


"Gila lama-lama gue"ucap Bara menjitak kepalanya pelan


Bara memanggil sopirnya lewat panggilan telfon Karna Rara tidak mau melepaskan pekukannya meski kini sudah tertidur lemap dan Mang udin sang supir sedang asik ngopi di warkop deket TPU,Bara memang sengaja pakai supir karna tau kalau Rara pasti akan seperti ini.


"Langsung aner kerumah Non Rara den?"tanya mang udin


"Iya mang langsung anterin aja kesana pasti om sama bang Lion cemas banget"ucap Bara

__ADS_1


"Baik den"jawab pak udin lalu langsung tancap gas


"Itu neng Rara ngk mau lepas ya den?"tanya mang Udin melihat Rara yg dari tadi sangat pulas tertidur dipelukan Bara dan tidak pernah berubah posisi


"Aden kenapa ngk pacaran saja saya dukung 100%"tutur Mang Udin dan Bara pun langsubg terkekeh


"Doain aja mang"jawab Bara masih cekikikan


"Pasti dong aden kalian itu cocok banget aden ganteng non Rara juga cantik terus sama-sama baik lagi"puji Mang Udin dan Bara hanya bisa cekikikan mendengar ucapan supirnya itu


Kini mobil Milik Bara sudah berada didepan gerbang besar rumah Rara Mang Dadang yg mengenali mobil milik Bara pun langsung membukakan gerbang rumahnya


"Makasi ya mang"ucap Bara membuka sedikit kaca mobilnya


"Sama sama den"jawab Mang Dadang dengan senyum yg selalu ia tunjukan


Untung saja hujan sudah reda,dengan segera Bara menggendong Rara keluar dari mobil


"Mang tunggu bentar ya saya anter Rara dulu"ucap Bara pada Mang Udin


"Iya den"jawab Mang udin


"Boy langsung bawa Rara kekamarnya ya"titah Pak Rio


"Siap om"Jawab Bara dan langsung menaiki tangga untuk menuju kamar Rara yg berada dilantai dua


Akhirnya Bara sampai didepan kamar Rara


Dan dia tertawa kecil melihat tulisan dipintu kamar Rara "Balik sebelum gue usir" itulah kalimat yg tertulis di sebuah kertas yg tertempel rapi di pintu kamar Rara


Dengan susah oayah Bara membuka knop pintu kamar Rara dan akhirnya terbuka ia membaringkan tubuh Rara di atas Ranjangnya


Bara duduk disamping ranjang dan melihat sekeliling ruangan yg dominan berwarna hitam dan putih itu sudut bibirnya tertarik ketika melihat sebuah foto yg dipajang dikamar itu adalah fotonya dan Rara


Dia mendekat kearah foto itu


"Ternyata lho masih nyimpen foto kita"ucap Bara


"Balik kayak dulu lagi ya Ra jadi Rara yg ceria kapan pun dan dimanapun kayak dulu lagi"

__ADS_1


Dan Bara kembali duduk disisi ranjang dan membelai rambut Rara dan dengan reflek di mencium kenig Rara


"Gue turun dulu ya"ucap Bara pada Rara yg masih tertidur


Bara pun keluar dari kamar milik Rara dan berjalan kebawah untuk menemui Omnya dan Lion


"Maaf ya Boy om merepotkan"ucap pak Rio


"Gak papa om Bara seneng banget om mau percaya sama Bara"jawab Bara sopan


"Gimana kabar lho Bar"tanya Lion yg baru saja datang dan duduk disofa samping Bara


"Baik bang seperti yg lho liat"jawab Bara


"Oh ya gue percayain adek gue sama lho karna gue yakin sama lho,lho pasti biaa jaga Rara"ucap Lion menepuk pundak Bara


"Gue bakal jaga kepercayaan lho bang"ucap Bara tersenyum


"Ya udah Om Bang Bara balik dulu ya tadi Mama udah telfon suruh buruan pulang setelah anter Rara dan tadi Mama bilang kapan-kapan dia sama Papa bakal mampir kesini"ucap Bara


"Wah om sangat senang karna sudah lama sekali Papa dan Mama kamu tidak kesini"ucap Pak Rio


"Hehe ya om kalok gitu Bara pamit dulu ya om asalamuallaikum"ucap Bara mengecup pungguk tangan Pak Rio Dan melakukan tos denga Lion


●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sampe sini dulu ya guys see you💗💗


__ADS_2