
Bara berjalan memasuki rumahnya dengan langkah gontai seolah tak memiliki semangat lagi.
Dia gagal meyakinkan Rara ini semua salahnya seharusnya dia bisa menjelaskan yg sebenarnya pada Rara.
Bara menaiki tangga menuju kamarnya dan tak menghiraukan sang mama yg memanggil manggil dirinya.
"Kenapa ma"tanya Pak Rangga melihat istrinya
"Bara pa"Jawab Buk Ranum
Pak Rangga pun mendongak keatas melihat putranya berjalan gontai tak bersemangat.
"Huh nanti coba Papa tanyakan pada Rara atau Lion mereka pasti tau"Ucap Pak Rangga
Dan Buk Ranum pun hanya mengangguk
Bara menghempaskan tubuhnya dengan kasar yg ada dipikarannya saat ini hanya bagaimana cara menuntaskan kesalah fahaman ini.
"Bar Rara butuh waktu lho balik aja dulu nanti kalok waktunya udah pas lho baru jelasin lagi ke Rara"Kata kata Lion yg itu terus memenuhi telinganya
Bara merogoh ponselnya dari saku celananya dan melihat fotonya dengan Rara saat liburan ke Tanjung Lesung,Sudut bibirnya tertarik keatas
"Maaf ya Ra"Hanya kata itu yg ia ucapkan lalu memejamkan matanya sambil menggenggam kuat ponselnya
"Anak ank selamat datang disekolah kita yg tercinta ini jalani hari kalian dengan semangat"Suara sambutan tiap pagi itu menggema keseluruh sekolah
__ADS_1
Hal ini terdengar setiap pagi tapi entah kenapa hari Ini Bara tak menyukainya.
Saat dia berjalan menuji kelasnya dia tak sengaja berpapasan dengan Rara.
Dia hendak menyapa namun diurungkan mengingat saat ini Rara masis salah faham padanya begitup sengan Rara
Mereka hanya saling lirik sebentar lalu menuju kearah masing masing
Segitu gak pengennya kah lho nyapa gue Ra?*Batin Bara mengingat Rara hanya meliriknya
Apa gue salah banget sampe lho gak mau nyapa gue Bar?*Batin Rara
"Ra kenapa lho ngelamun aja entar kesambet tau rasa lho?"ucap Tere melihat sahabatnya itu hanya melamun dan tak bersemangat
"Gak gak ada gue ketoilet bentar ya"Rara berdiri lalu keluar dari kelas
"Ngk tau jugak dari pagi dia gak pernah senyum ngelamun mulu,kemarin juga gue telfon gak diangkat angkat,gue chat cuma di read doang"jelas Tere
"Mungkin berantem sama orang rumahnya kali?"asumsi Tito
"Ya mungkin aja sih gue juga gak tau"Ucap Tere
.
.
__ADS_1
Rara membasuh wajahnya dengan kasar
"Gue kenapa sih jelas jelas Bara itu salah tapi kenapa gue yg merasa bersalah?seharusnya gue bisa lupain dia"Rara prustasi
"Rara?"sapa seseorang membuat Rara membalikkan badannya
"Ansel gue kira siapa"ucap Rara
"Lho kenapa lagi berantem ya sama Bara"Tanya Ansel dan Rara hanya mengangguk
"Sudah kudugong masalah apalagi sih kalian bedua berantem mulu baru bareng kemaren udah berantem"Ucap Ansel
Rara menceritakan semua yg terjadi dari dirinya medapatkan pesan dari orang yg tak dia kenal sampai dia melihat Bara menggenggam tangan Seorang wanita
Ansel pun mengangguk
"Gitu masalahnya?Ra gue saranin lho baikan deh sama Bara,Bara bukan cowok kayak gitu gue berani jamin lho pasti salah faham"Ucap Ansel
"Kenapa sih semua orang selalu bilang gue salah faham?jelas jelas dia yg salah kok"Rara kesal Lalu meninggalkan Ansel sendiri
"Woy Ra"Teriak Ansel
"Jiah tu bocah gue harus tanya Bara ni,mereka harus baikkan ya harus"Ucap Ansel
"Eh bentar bentar tadi Rara bilang ada yg chat dia kirim foto Bara sama cewek"Ansel berfikir
__ADS_1
"Wah pasti ada yg sengaja ni gue harus cari tau awas ya lho kalok ketahuan sama gue habis lho,udah bikin Sepupu gue sama Rara berantem"Ansel kesal