
...Episode 21...
Pemeriksaan dimulai semua karyawan diperiksa satu persatu tanpa terkecuali. Kevin pun ikut diperiksa, justru Kevin mengajukan diri pertama untuk diperiksa, setelah selesai Kevin masih ikut mengamati gerak-gerik setiap karyawan.
Saat sedang duduk mengamati semua gerak-gerik karyawan lain, tiba-tiba ada salah satu karyawan yang memberikan sepucuk surat yang isinya, "Jangan berharap dengan pemeriksaan ini kamu tau siapa aku."
Wajah Kevin langsung panik, bukannya dia yang mengamati gerak-gerik targetnya, justru dia yang dia awasi. Langsung memanggil karyawan yang memberikan surat itu, "Surat dari siapa ini?" tanya Kevin.
"Tadi di depan ada pengemis yang memberikan surat ini, katanya suruh memberikan kepada Anda," ucap Karyawan itu.
Kevin langsung berlari ke depan, mencari keberadaan pengemis itu. Melihat ke kanan dan kiri, depan belakang, Kevin tak melihat ada pengemis disekitarnya.
Kevin berjalan masih mencari pengemis itu, masih tidak terlihat. Akhirnya Kevin masuk ke kantor lagi. Ada OB yang waktu itu dicurigai Kevin, Kevin memanggil OB itu karena wajah OB tersebut terlihat sangat panik setelah pemeriksaan.
Kevin bertanya, "Sebenarnya siapa Anda?"
"Saya hanya OB disini," jawab OB itu.
Kevin tak memiliki bukti dan tidak bisa sembarang menuduh, disamping itu Kevin harus menjaga identitasnya sebagai intelijen. Kevin melepaskan OB itu, kembali saat kejadian Kevin membututi OB itu di gudang lantai atas, setelah ditelusuri Kevin, bercak merah pada lantai ternyata adalah darah ayam.
Kevin ternyata sudah mengambil sampel bercak darah tersebut, setelah dipikir-pikir ternyata pelaku sengaja memberikan darah ayam untuk mengalihkan fokus, dan sudah dipastikan oleh Kevin bahwa bukan OB itu yang menaruh darah.
Banyak penyelidikan yang sudah dilakukan Kevin, tapi fakta membuktikan bahwa OB itu tidak terlibat dalam kejadian-kejadian aneh yang ditemui Kevin. Tapi, OB itu bertindak seperti orang yang sangat mencurigakan, tidak tau modus apa yang akan dilakukan oleh OB tersebut.
Kevin beranggapan OB ini adalah orang yang sengaja diperintah oleh pelaku untuk mengalihkan fokusnya. Justru Kevin ingin memanfaatkan OB ini untuk mencari bukti-bukti yang kuat.
Mulai hari itu Kevin benar-benar seperti dipermainkan, pelaku sudah tau identitas Kevin tapi membiarkan Kevin mencarinya. Seandainya gagal banyak nyawa yang akan hilang. Pemeriksaan terus berlanjut, sudah hampir 4 jam periksaan itu berlangsung dan akhirnya selesai juga.
__ADS_1
Kevin tetap tenang tidak terburu-buru meminta hasil pemeriksaan kepada Kesya. Kevin justru kembali ke mejanya, seolah-olah sibuk dengan pekerjaan yang diberikan oleh atasan.
Kevin tidak pernah takut kehilangan nyawa demi selesainya tugas, tapi Kevin sangat takut jika kareena tugasnya nyawa orang disekitarnya ikut terancam.
Dengan surat-surat yang sudah diterima oleh Kevin, pelaku terus mengamati pergerakan Kevin. Benar seperti ucapan Alex, pelaku ini adalah orang yang ada disekitar Kevin.
Saat sedang pura-pura sibuk dengan monitornya, tiba-tiba Kesya masuk dan menyuruh Kevin menghadapnya di ruangan Pak Tio. Kebetulan setelah pemeriksaan Pak Tio izin pulang untuk menemani istrinya ke Dokter.
Mereka berdua masuk ke ruangan Pak Tio, Pintu ditutup rapat-rapat. Tasya dan Aldo merasa ada yang aneh dengan Kesya dan Kevin. "Pantas hasil kerjanya tidak pernah di salahkan, ada yang main belakang ternyata," ucap Aldo kepada Tasya.
"Ngomong apa sih, lu!" bentak Tasya.
Di dalam hati Tasya sebenarnya ikut curiga, merasa ada sesuatu di atara Kesya dengan Kevin. Kembali ke Kevin dan Kesya, "Vin, hasil pemeriksaan semua karyawan sudah keluar, dan semua tidak terdeteksi pernah ditato, semuanya bersih," ucap Kesya.
Kevin merasa ada yang aneh dari hasil pemeriksaan tersebut, dan berkata "Ada yang tidak hadir enggak, Bu?" tanya Kevin.
"Sudah saya pastikan semua berangkat, Vin. Mungkin ada orang iseng aja memberikan berita tidak benar, Oiya besok malam Kakek mengundangmu makan malam bersama."
"Baik, Bu. Saya akan datang." ucap Kevin.
"Kamu sakit? Saya perhatikan belakangan ini kamu sedikit aneh," ucap Kesya.
"Dari saya lahir, saya ini juga sudah di anggap aneh Bu, jadi santai aja saya tidak sedang sakit hehe," Kevin tersenyum.
"Jangan ngomong seperti itu, kamu karyawan terbaik yang saya punya, yasudah kembali ke mejamu, enggak enak dilihat karyawan lain, nanti dikiranya kita aneh-aneh lagi."
"Baik, Bu." jawab Kevin.
__ADS_1
Kevin keluar dari ruangan itu dan duduk di kursinya kembali. Kevin merasa sangat tidak nyaman karena seperti diawasi, orang yang harusnya mengawasi sekarang malah terbalik.
Kevin kaget tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, "Vin," ucap Tasya.
Ternyata Tasya yang menepuk pundak Kevin, "Ha?" ucap Kevin.
"Ada apa Vin, kamu ini kelihatan aneh banget akhir-akhir ini?" tanya Tasya.
"Enggak papa Tas, agak kurang enak badan aja."
"Ada masalah di kerjaan kita?" tanya Tasya.
"Enggak ada, kok. Semuanya beres, santai aja." Kevin berbicara sambil menaikkan kacamata yang sedikit turun.
Kemudian Tasya kembali ke mejanya sambil menggelengkan kepala, Tasya pun, merasa ada yang disembunyikan oleh Kevin. Sedangkan Kevin bertingkah aneh karena kondisinya yang tertekan.
Satu sisi Kevin harus menyelesaikan tugasnya sisi lain Kevin menghindar dari orang-orang terdekatnya, agar tidak terlibat dalam masalah yang sedang dihadapinya.
Bukan karena apa, tapi masalahnya identitas Kevin sudah diketahui, takut si target menjadikan orang-orang terdekatnya menjadi sandera dan parahnya lagi dibunuh secara acak.
Informasi yang sampai kepada Kevin tentang si target bukanlah bohong, banyak kasus pembunuhan yang didalangi oleh si targetnya itu. Bahkan parahnya lagi orang yang tidak terlibat menjadi sasaran sang pelaku.
Sebelum Kevin sudah ada intelijen yang menangi orang ini, intelijen itu adalah sahabat dekatnya Kevin pada waktu pendidikan militer. Namanya Dio, salah satu intelijen paling ditakuti setelah Kevin.
Dio tewas saat bertugas, karena pelaku mengetahui identitasnya. Bukan hanya Dio dari penyelidikan pacar Dio pun ikut tewas saat menjadi sandera sang pelaku.
Kevin merasa sangat sedih melihat nasib sahabatnya, tewasnya sahabatnya salah satu alasan kuat Kevin untuk membalaskan dendam. Kevin tau dari awal lawannya bukan orang sembarangan. Kevin pun, tau jika nyawanya ikut menjadi sasaran ketika menyelidiki targetnya itu.
__ADS_1
Tetapi, Kevin terus ngotot ingin mengambil alih tugas yang sebelumnya dipegang oleh Dio. Sebagai gantinya pihak militer harus melindungi keluarganya. Sekarang nyawanya benar-benar terancam.
Duduk sambil berpikir, mau tidak mau Kevin harus mengikuti permainan pelaku.Kevin akan bertindak mencurigakan agar surat dari pelaku datang lagi.