
...~Kecemburuan Kesya~...
Sesampainya di rumah, "Aku langsung pulang ya, salam untuk ayah, ibumu," ucap Tasya di dalam mobil.
"Oke, hati-hati di jalan. Terimakasih," jawab Kevin.
Tasya pulang, Kevin masuk ke dalam rumah. Sambil berjalan menuju kamar, Kevin mengaktifkan ponselnya. Kevin menaruh ponselnya di atas kasur kemudian ia pergi mandi. Kevin tak tau kalau ponselnya selalu berdering, Kesya menelpon tak henti-hentinya.
Selesai mandi, Kevin baru mengecek ponselnya, melihat banyak sekali panggilan tak terjawab. "Kemana kamu?!" chat dari Kesya.
Takut Kesya marah, Kevin segera menelpon Kesya, tapi telponnya tidak diangkat, menelpon kembali tetap tidak diangkat. "Maaf, tadi baterai ponselku low, aku cas kemudian aku tinggal ngobrol dengan ayah," chat Kevin untuk Kesya.
Seandainya Kesya tau, Kevin dari tadi bersama dengan Tasya, mungkin sekarang Kevin sudah jadi peyek haha. Chat dari Kevin pun tidak dibalas, karena lelah Kevin langsung berbaring di atas kasur dan tertidur.
Keesokan harinya, Kevin tak menghiraukan ponselnya, bangun tidur langsung bersiap-siap pergi ke kantor. Setelah semuanya siap, Kevin segera berangkat. Sesampainya di kantor, timnya sudah lengkap ada di ruangan kerja. "Bos kita berangkat," ucap Aldo.
"Loh, kamu udah bisa berangkat ke kantor, Do?" tanya Kevin.
"Udah dong, santai gua mah kuat haha."
"Ngomong-ngomong siapa ya yang menggantikan Pak Tio?" ucap Mega.
"Pasti Bos kita," ucap Tasya tangannya menunjuk Kevin.
"Enggak mungkin lah, aku juga tidak mau seandainya ditunjuk," jawab Kevin.
Obrolan mereka dilanjutkan dengan candaan, mereka tertawa bersama. Harusnya sejak awal suasana ini yang terbangun, bukan saling menjatuhkan dan membenci teman kerja. Saat sedang asik bercanda gurau, tiba-tiba datang Kesya.
Semua terdiam, Kesya berkata, "Selamat pagi, mulai hari ini saya yang menggantikan posisi Pak Tio."
Semua tercengang mendengar perkataan Kesya. Kesya terkenal sangat galak dengan karyawannya, selain galak Kesya juga sangat disiplin. Di dalam hati mereka pasti sangat keberatan seandainya Kesya yang menjadi atasannya.
__ADS_1
"Siapa yang tidak setuju silahkan keluar dari perusahaan ini!" ucap Kesya dengan tegas.
"Baik, Bu," jawab mereka dengan kompak.
"Kevin, kamu keberatan?" tanya Kesya kepada Kevin. Matanya melotot dengan sangarnya.
"Setuju, Bu." Kevin berkata masih dengan gaya culunnya.
Padahal Kesya melotot, terlihat sangat marah karena masih kesal dengan Kevin yang tak mengangkat telponnya kemarin. Alasan Kesya ingin menggantikan posisi Pak Tio adalah untuk mengawasi kekasihnya itu, agar tidak bisa macam-macam dengan wanita lain dan selalu berdekatan.
Kesya yang sudah benar-benar mabuk cinta, hatinya sudah dibutakan oleh perasaan terhadap Kevin, Kesya masuk kedalam ruangan, duduk, "Lihat aja kamu ya sampai berani dekat-dekat dengan wanita lain," ucap Kesya di kursinya.
Sebentar-sebentar Kevin di panggil ke ruangan Kesya, diberikan pekerjaan yang sangat banyak. Saat menghadap Kesya, Kevin melirik ke wajah Kesya sambil tersenyum. "Ngapa kamu liat-liat, jarang kurang ajar dengan atasan kamu ya!" bentak Kesya.
Kevin hanya tersenyum manis menanggapi perkataan kekasihnya itu, Kesya terlihat salah tingkah kemudian berkata, "Keluar kamu!"
Kevin masih tersenyum, kemudian keluar dari ruangan itu. "Manis banget sih, pacar aku," ucap Kesya di ruangan sambil tersenyum-senyum sendiri.
Tasya dan yang lainnya hanya lirik-lirikan melihat Kevin yang gupek mengerjakan pekerjaannya. "Kasian banget Kevin," ucap Mega.
"Kita bantu aja, biar pekerjannya sedikit ringan," ucap Aldo.
Saat Aldo berjalan menuju Kevin, yang niatnya ingin membantu malah diteriaki oleh Kesya, "Tetap di tempatnya masing-masing!" Kesya teriak kencang.
Aldo kembali ke kursinya, semua diam dan mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Di tempat duduknya Kevin malah tersenyum, menikmati pekerjaan yang sangat banyak itu. Berhubung pekerjaannya tak terlalu sulit, tak butuh waktu lama Kevin mengerjakannya.
Kevin masuk ke ruangan Kesya, "Sudah selesai semua, Bos ku," ucap Kevin.
Kesya terlihat kebingungan, bingung akan memberikan pekerjaan apalagi. "Sayang, kamu terlihat imut saat sedang marah," lirih ucap Kevin kepada Kesya.
"IH... Sana kembali, kerjakan apa yang bisa dikerjakan, jangan ngobrol dengan wanita lain!" jawab Kesya.
__ADS_1
Kevin menyuruh Kesya berbicara dengan nada yang pelan, takut kedengaran yang lainnya. "Biarin aja semua denger!" ucap Kesya.
Hanya menggelengkan kepala , Kevin kembali ke kursinya. Hari ini sebenarnya pekerjaan tidak terlalu banyak, Tasya, Aldo dan Mega sudah menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Seperti biasa mereka berkumpul untuk mengobrol dan bercanda termasuk Kevin juga.
"Bu Kesya kenapa ya? kok gitu banget sama kamu, Vin?" tanya Mega.
"Mungkin aku ada salah dengannya, tapi beneran aja pekerjaan yang aku kerjakan barusan tidak ada hubungannya dengan kantor," jawab Kevin.
"Suka mungkin sama kamu, Vin," ucap Tasya sambil tertawa.
"Iya kayanya suka sama lu, Vin," ucap Aldo.
"Enggak mungkinlah, aku ini siapa bisa disukai dengan wanita seperti dia," jawab Kevin.
"Seperti ini kelakuan kalian saat tidak diperhatikan oleh atasan, jam kerja bukannya bekerja malah ngerumpi!" ucap Kesya di depan pintu ruangannya.
Semua segera membubarkan diri dan kembali ke kursinya masing-masing. "Maaf, Bu. Barusan kami sedang mendiskusikan projek terbaru kita," kata Kevin.
"Iya benar, Bu. Kita ini tim bagaimana bekerja kalau tidak berdiskusi," ucap Tasya.
Kesya yang tidak bisa berkata apa-apalagi karena bantahan Kevin dan Tasya masuk akal, akhirnya berkata, "Silahkan berdiskusi tentang projek, jangan diskusi tentang hal lain!" jawan Kesya dengan tegas.
Kesya kembali masuk ke ruangannya, duduk sambil menggerutu. "Aku harus bisa mengawasi Kevin, agar tidak terlalu dekat dengan Tasya. Tapi gimana caranya?" ucap Kesya di dalam ruangan.
Jam istirahat datang, Tasya, Aldo, dan Mega mengajak Kevin makan di kantin. Tapi tiba-tiba Kesya keluar dan berkata, "Kevin kamu bisa menyetir kan? antarkan saya ke kantor cabang, sopir saya sedang tidak bisa masuk dan saya takut mengendarai mobil sendiri kalau jarak jauh."
Tasya, Aldo, dan Mega kompak menghela nafas berbalik badan pergi meninggalkan Kevin. "Baik, Bu."
Saat sedang makan di kantin, Tasya, Aldo, dan Mega membicarakan sikap Kesya yang begitu kejam dengan Kevin. "Mendingan Pak Tio dari pada nenek lampir itu ya," kata Mega.
"Iya benar, ngeselin banget nenek lampir itu. Kasian Kevin," saut kata Aldo.
__ADS_1
Tasya hanya tertawa, Tasya memliki anggapan yang berbeda. Tasya justru beranggapan kalau Kesya sedang kesal, dan cemburu. "Kalau aku sih, beranggapan kalau Kevin sedang menikmati sikap dari Bu Kesya," ucap Tasya kepada Aldo dan Mega.