
...Episode 24...
"Bu... Bu...." Tangan Kevin melambai di depan wajah Kesya.
Kesya tidak merespon, tatapannya kosong masih melamun. Kevin menepuk pundak Kesya. Kesya kaget, seperti orang kebingungan. Ternyata pelukannya hanya khayalan Kesya.
"Kamu enggak papa?" tanya Kevin.
"Enggak papa!" Kesya mengambil gelas di tangan Kevin kemudian membuang muka dan berjalan menuju kamarnya.
Sekali lagi wajah Kesya terlihat merah, wajahnya tegang. Kevin yang melihat tingkah Kesya yang aneh hanya menggelengkan kepala. Kesya sudah masuk ke kamar, sedangkan Kevin kembali berbaring di sofa ruang tamu.
Kevin malah berpikir, ada yang aneh dari surat ancaman itu. Sudah larut malam tidak ada tanda-tanda, atau gerak-gerik orang yang mencurigakan di sekitar rumah Kesya.
Sesekali Kevin mengintip dari jendela, tapi tetap tidak ada tanda-tanda, karena penasaran Kevin keluar dari rumah, hanya ada security di depan. Kevin menuju belakang rumah Kesya, tapi tetap tidak ada hal yang mencurigakan.
Akhirnya ia masuk ke rumah lagi, kembali berbaring di sofa. Matanya dipaksa tetap terbuka. Kesya yang mungkin sudah lelah karena kesal dengan Kevin, mulai tertidur. Kevin membuka pintu kamar Kesya, mengecek takut terjadi sesuatu.
Melihat posisi tidur Kesya yang berantakan, badannya tidak berselimut, Kevin masuk membetulkan selimutnya. Melihat wajah Kesya yang manis saat tidur, Kevin memberanikan diri mencium keningnya, sambil berbicara pelan, "Seandainya saja aku bisa menjadi suamimu," ucap Kevin dan pergi keluar kamar.
Setelah Kevin menutup pintu kamar Kesya, tak disangka Kesya membuka matanya. Ternyata saat Kevin masuk, Kesya belum sepenuhnya tidur dan sengaja berpura-pura tidur.
Mendengar Kevin mengatakan itu, Kesya sangat bahagia, merasakan cinta yang sebenarnya. Tetapi, ada yang mengganjal di hatinya, Kevin mengatakan itu seolah-olah hal itu tidak akan terjadi.
"Aku mau menjadi istrimu Kevin," ucap Kesya di kamar.
Entah kenapa di malam itu Kevin sedikit berbeda dari penyamarannya, Kevin yang harus menyamar menjadi pria culun, sekarang terlihat sedikit maco. Masih menunggu di ruang tamu, Kevin terus waspada.
Kesya yang sedang bahagia, mulai merasa sangat ngantuk, matanya mulai terpejam dan tertidur. Waktu terus berlalu, tak terasa sudah pukul 3 pagi, tapi masih belum ada tanda-tanda pelaku akan melakukan aksinya. Kevin pun, menganggap bahwa ancaman itu hanya menakut-nakuti dirinya. Kevin memutuskan untuk tidur.
Matahari mulai terlihat, Kesya sudah bangun. mempersiapkan makanan. Kesya ingin Kevin merasakan masakannya. Pelayan yang ada di rumah, semuanya disuruh keluar dari rumahnya, mereka tidak boleh ada di sekitar rumah.
Kesya ingin menikmati waktu berdua dengan Kevin. Semua makanan sudah siap, Kesya mulai membangunkan Kevin. "Vin... Vin... bangun sudah siang," ucap Kesya sambil mengelus kening Kevin.
Kevin malah mengigau, berkata, "Siap ndan, semua misi selesai."
__ADS_1
Kesya malah tertawa, pagi itu Kesya terlihat sangat cantik. Rambutnya di kuncir, masih menggunakan baju tidur, kulit putihnya terlihat jelas.
Kevin tiba-tiba bergerak, mengubah posisi tidurnya. Bajunya tertarik dan terlihat senjata yang disembunyikannya di pinggang. Kesya kaget, bingung, takut. Bertanya-tanya di dalam hati, sebenarnya Kevin ini siapa.
Awalnya Kesya ingin membangunkan Kevin, tapi akhirnya membiarkan saja Kevin tidur. Rasa penasaran Kesya semakin menjadi-jadi saat ia memikirkan senjata yang ada di pinggang Kevin.
Ingin bertanya tapi tidak berani mengatakannya, karena suara berisik Kesya di dapur, Kevin terbangun, kaget melihat cahaya matahari yang sudah terang.
"Kesiangan, belum sholat," ucap Kevin sambil menepuk keningnya.
Berlari ke kamar mandi, Kevin melihat ada Kesya sedang menuangkan air minum. "Aku numpang ke kamar mandi, mau wudhu udah kesiangan ini," ucap Kevin langsung masuk ke kamar mandi.
Kesya hanya tersenyum melihat tingkah konyol Kevin, masih mengganjal dipikiran Kesya, tentang senjata yang dimiliki Kevin. Kevin keluar dari kamar mandi, Kesya mengantarkan ke ruang sholat.
Setelah selesai sholat, Kesya mendekati Kevin, kemudian mengajaknya makan bersama. Kevin langsung duduk di meja makan, kembali ke penampilan culunnya dan malu-malunya.
"Vin, boleh aku tanya?" tanya Kesya.
"Boleh, ada apa?"
Kevin merasa ada yang aneh dan bertanya, "Kenapa aku harus membuka baju dulu?"
"Maaf tadi aku tak sengaja melihat senjata yang ada di pinggang mu. Sebenarnya kamu ini siapa?" tanya Kesya matanya tidak mengedip.
Kesya terlihat sangat serius, Kevin langsung memamerkan pistol yang ada di pinggangnya."Ini!" ucap Kevin.
"Iya itu, aku penasaran kamu terlihat aneh kadang culun, kadang terlihat maco, ditambah kamu membawa senjata, sebenarnya kamu ini siapa?"
"Aku Kevin, bukan siapa-siapa. Pistol ini hanya mainan, untuk menakut-nakuti penjahat. lihat saja kalau tidak percaya hehe," ucap Kevin mukanya sangat meyakinkan.
Padahal pistol yang di pegang Kevin adalah pistol sungguhan, karena muka Kevin sangat meyakinkan, Kesya percaya dan ikut tertawa. "Haha, maaf Vin. Aku salah paham, iya aku percaya."
Kevin langsung menyimpan pistolnya, takut Kesya curiga lagi. Mereka berdua makan bersama, menikmati hidangan yang dimasak langsung oleh si bos. "Kamu yang masak?" tanya Kevin.
"Iya aku yang masak, enggak enak ya?"
__ADS_1
"Enak banget sumpah," ucap Kevin sambil mengacungkan jempolnya.
"Bohong!"
"Aku enggak bohong, kamu kan bisa ngerasain juga kalau ini enak."
"Makasih...." Kesya tersenyum.
Kevin terpesona dengan senyum Kesya, benar-benar sudah tidak bisa menahan perasaannya. Merasa sepertinya tidak ada yang mengawasi mereka berdua, Kevin berjalan mendekati Kesya.
"Berdiri," ucap Kevin di depan Kesya.
Kesya berdiri, tiba-tiba Kevin langsung mencium bibir Kesya. Setelah berciuman, mereka saling menatap, perlahan tangan Kesya merangkul leher Kevin.
Bibir Kesya mendekat dan mereka saling bercumbu. Agar nafsu mereka tidak menjadi-jadi dan menghindari hal yang tidak diinginkan, Kevin melepaskan ciuman itu. Kevin berkata, "Aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu," ucap Kesya.
Kevin mencium kening Kesya, kemudian memeluknya. "Jangan sampai ada yang tau tentang hubungan kita ya," kata Kevin.
"Memangnya kenapa? Kamu punya wanita lain?"
"Enggak, Kamu kan atasanku, apa kata orang kalau mereka tau, aku pacaran dengan atasanku. Belum nanti banyak yang mengira aku bekerja dimanjakan oleh pacarku sendiri."
"Tadi malam kamu mainan HP terus, ngapain?" tanya Kesya.
"Main game, biar enggak ngantuk. Menjaga wanita kesayanganku."
Seketika Kesya diam, hanya tersenyum. Wajahnya terlihat sangat bahagia, dan salah tingkah. Sekali lagi Kesya mencium bibir Kevin kemudian duduk di kursinya, berkata, "Ih... abisin makannya, aku sudah susah payah masaknya!"
Kevin tersenyum, hari pertama mereka saling mengungkapkan perasaan masih sangat canggung. Hanya senyum-senyum sendiri seperti orang ABG yang baru merasakan jatuh cinta.
Setelah selesai makan Kevin mengajak Kesya ke suatu tempat. Kesya bertanya, "Kemana?"
"Sudah ikut aja, ada yang mau aku tunjukkan kepadamu. Tapi, setelah kamu tau, kamu harus janji, jangan sampai memberi tau siapa pun."
__ADS_1