Cinta Ini Tercipta Dari Kata "Seandainya"

Cinta Ini Tercipta Dari Kata "Seandainya"
#33 ~Benih Cinta Tasya~


__ADS_3

...~Benih Cinta Tasya~...


Setelah hari itu, situasi kembali normal kembali. Kevin memutuskan tetap bekerja di perusahaan. Setelah siuman dan sembuh dari lukanya, mulai bersikap baik dengan Kevin. Sedangkan Kesya puas berduaan dengan Kevin di rumah sakit.


Hari ini Kesya kembali ke rumah, dokter berkata kalau kesya sudah sehat. "Aku enggak mau pulang, aku masih sakit," ucap Kesya kepada Kevin.


"Masa belum sembuh, orang aku aja udah sembuh. Dokter juga bilang lukanya udah sembuh," ucap Kevin.


Pak Anton senyam-senyum melihat tingkah dua sejoli ini. Pak Anton tau kenapa Bosnya tidak mau pulang. Kesya ingin tetap di rumah sakit agar Kevin tetap menjaganya dan bisa berduaan. "Nanti kalau aku pulang, pasti susah ketemu kamu," ucap Kesya, wajahnya terlihat kesal.


"Kamu ini kaya anak kecil aja, aku tinggal pulang ya?"


Kesya mengambil botol minum plastik di sebelahnya kemudian melempar Kevin yang berjalan ke arah pintu. "Sana pulang!" bentak Kesya.


Dengan jalan membungkuk, tatapannya menghadap ke bawah, berjalan keluar ruangan. "DASAR KEVIN CULUN!" Kesya teriak sekuat tenaga.


Kevin di luar ruang tertawa-tawa mendengar perkataan itu, dari belakang tiba-tiba Kesya berlari melompat naik ke punggung Kevin. "Gendong yang..." ucap Kesya sambil menempel di punggung Kevin.


Kevin hanya menggelengkan kepala, berjalan santai sambil membawa Kesya di punggungnya. "Turun, nanti kalau ada karyawan lain lihat gimana coba?" ucap Kevin.


"Biarin aja, kalau berani mengatakan jelek tentang kamu, nanti aku pecat."


"Bos macam apa kamu ini, masalah pribadi disangkutkan sama kerjaan," ucap Kevin sambil menggerakkan badannya agar Kesya turun. Kesya tetap menempel di punggung Kevin, "Turun, malu dilihat orang itu," kata Kevin.


"Diem sih yang, cerewet banget. Pokoknya sampai mobil."


Pak Anton menyusul di belakang mereka berdua sambil membawakan barang-barang Kesya, "Lihat tuh kasian Pak Anton kesusahan bawa barangnya."


"Pak Anton kuat, kok. Udah diem mulutnya, jalan aja sampai ke mobil," ucap Kesya sambil menutup mulut Kevin dengan tangannya.


Akhirnya sampai di mobi, Kesya turun dan masuk ke dalam mobil. Kesya duduk di belakang, Kevin juga masuk dan duduk di sebelah Kesya. Semua barang sudah masuk ke dalam bagasi, Pak Anton bergegas masuk ke dalam mobil. Langsung tancap gas pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Kesya, Kevin langsung berpamitan pulang, karena hari ini Kevin harus menjemput kedua orang tuanya di stasiun. "Kok pamit pulang sih! nanti pulangnya!" ucap Kesya.


"Kasian orang tuaku sudah menunggu lama, aku juga udah pesan ojek online, drivernya udah jalan."

__ADS_1


"Yasudah, salam untuk ayah, ibu di rumah. Hati-hati di jalan. Oiya... sini dulu sebentar," kata Kesya.


Kevin mendekat, Kesya langsung memeluk Kevin dan berkata, "Makasih ya sayang...."


Hati Kevin berbunga-bunga, larut dalam suasana romantis. "Sama-sama sayang," jawab Kevin dengan lembut.


Suara klakson motor berbunyi, ojek online sudah sampai. Kevin bergegas keluar rumah, "Dada... sayang haha," ucap Kesya.


Kevin tersenyum, lalu naik motor dan pergi pulang. Saat sedang di perjalanan pulang Kevin melihat Tasya sedang, duduk sendirian di depan kafe. Melihat Tasya sendirian Kevin merasa kasian dan ingin menemani. "Mas, berhenti di depan kafe itu ya!" ucap  Kevin kepada Driver.


"Oke Mas."


Kevin turun dan menyapa Tasya. "Ngapain Tas, sendirian aja?"


"Gak papa, pingin cari angin aja. Dari mana Vin?" tanya Tasya.


"Dari tempat saudara, sedih amat mukanya padahal baru dapet bonus dari perusahaan haha."


"Iya ini, masih ada yang aku pikirin," kata Tasya.


"Malu aku Vin mau cerita soal ini."


"Santai aja sih, aku kan sahabatmu. Aku janji enggak bakal cerita-cerita," jawab Kevin sambil mengangkat tangannya.


"Jadi gini, Vin. Aku sebenarnya juga bingung karena sebelum ini aku belum pernah merasakan hal seperti ini. Entah suka atau cinta aku juga bingung. Ada pria yang membuatku merasa nyaman, setiap di dekatnya jantungku berdebar kencang, setiap pria itu dekat dengan wanita lain aku merasa sangat marah, ah udahlah malu."


"Lanjutin aja Tas, pakai malu-malu segala. Hal yang wajar kan, jika orang jatuh cinta," ucap Kevin.


"Kamu ngomong kaya pernah jatuh cinta aja!"


"Ya belum pernah sih hehe... udah lanjutin ceritanya, siapa tau bisa jadi referensi ku juga," jawab Kevin dengan polosnya.


"Nah, yang jadi masalah pria ini dunianya jauh berbeda denganku, dia yang baik hati, suka menolong. Sedangkan aku, wanita kasar, dan banyak kekurangan, keburukan."


"Siapa yang bilang kamu buruk, dan tidak baik?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Enggak ada sih yang bilang gitu, aku cuma ngerasa sendiri aja."


"Kawanku yang baik ini, tidak pantas dibilang buruk. Saranku lebih percaya diri aja, semangat," ucap Kevin sambil tersenyum manis ke arah Tasya.


Tasya membalas dengan senyuman, "Makasih ya, Vin. Oiya sebentar aku pesan minuman untukmu, aku traktir."


"Astaga aku lupa harus jemput ibu dan ayahku." ucap Kevin, menepuk keningnya.  Kevin menelpon Ibunya, "Halo, Bu, dimana?"


"Ibu udah sampai rumah, tadi naik angkot. Kamu kemana aja lama banget," ucap Ibu Kevin.


"Yasudah kalau sudah sampai rumah." Telpon dimatikan Kevin.


"Enggak jadi pulang, ibu dan ayahku sudah di rumah. Aku mau kopi deh," ucap Kevin kepada Tasya.


Mereka berdua mengobrol dengan asiknya, Pria yang dimaksud Tasya sebenarnya adalah Kevin. Tasya sudah lama suka dengan Kevin, tapi semenjak banyak kejadian yang terjadi di kantor, Kevin dan Tasya sangat jarang bertemu. Sebenarnya Tasya sangat ingin mengungkapkan perasaannya terhadap Kevin, tapi Tasya takut ditolak.


Menurut Tasya seandainya Kevin tidak mau dengannya, pasti hubungan mereka akan sangat kaku dan berbeda. Tasya takut tidak bisa bertemu dengan Kevin lagi, dan ada sesuatu yang membuat dirinya merasa mustahil bisa menjalin hubungan dengan Kevin.


Kevin dan Tasya memang berteman dekat, tapi jika dilihat penampilannya mereka sangat jauh berbeda. Tasya yang gaul, kasar, dan galak. Sedangkan Kevin, terlihat culun, rapih, dan kalem. Padahal pada kenyataanya, Kevin jauh lebih kasar dan tegas.


Tak terasa waktu sudah sore, Kevin pamit pulang duluan. "Tas, aku pulang ya... udah sore nih."


"Aku juga mau pulang, kita pulang bareng aja, naik mobilku," ucap Tasya.


"Ngerepotin enggak?"


"Enggak lah!"


Mereka menuju parkiran dan pergi pulang. Saat di perjalanan, seperti biasanya mereka saling meledek dan bercanda. Saat sedang asik, tiba-tiba ponsel Kevin berdering, Kevin melihatnya dan ternyata Kesya menelpon. Kevin langsung mematikan telponnya. "Loh, kenapa enggak diangkat Vin?" tanya Tasya.


"Enggak papa, yang nelpon nomer baru,"


"Siapa tau penting," kata Tasya.


Ponsel Kevin berdering lagi, karena tidak mau mengambil resiko, Kevin mematikan ponselnya. Takutnya jika di angkat Tasya akan curiga, dan bisa kacau seandainya Tasya tau kalau Kevin memiliki hubungan dengan Kesya.

__ADS_1


__ADS_2