Cinta Ini Tercipta Dari Kata "Seandainya"

Cinta Ini Tercipta Dari Kata "Seandainya"
#35 ~Hubungan Yang Terhalang~


__ADS_3

...~Hubungan Yang Terhalang~...


"Yang kamu itu enggak usah deket-deket sama Tasya!" bentak Kesya di dalam mobil.


"Dari awal aku bekerja Tasya selalu baik denganku, di sering membantuku, aku kan cuma temanan biasa."


"Pokoknya jaga jarak dengan Tasya!" bentak Kesya dengan wajah yang sangat marah.


Kevin mengangguk dan fokus menyetir, "Kita mau kemana ini?" tanya Kevin.


"Pergi ke rumahmu, aku ingin main ke rumahmu."


"Mau ngapain?"


"Udah... nurut aja ngapa."


Kevin dan Kesya menuju rumah Kevin. Sesampainya di rumah Kevin, Kesya langsung menemui kedua orang tua Kevin. Mengobrol, membantu ibu Kevin masak, dan makan bersama. Kevin sebenarnya bingung untuk apa Kesya melakukan hal ini.


Ibu Kevin tau kalau Kesya adalah pemilik perusahaan. Sesudah makan bersama, Kesya membereskan semua piring kotor, dan ingin mencucinya, tapi ibu Kevin berkata, "Jangan Bu, biar saya saja."


"Enggak papa, Bu. Saya ingin membantu," jawab Kesya sambil tersenyum.


Ibu Kevin melirik ke arah Kevin, Kevin menggelengkan kepala. Kesya mencuci piring, ibu Kevin membantu mengelap semua piring yang sudah di cuci. "Maaf, Bu Kesya, kalau boleh saya bertanya, apakah Ibu memiliki hubungan spesial dengan anak saya?" tanya Ibu Kevin.


Kesya bingung mau jawab apa, tapi tujuannya hari ini datang menemui keluarga Kevin sebenarnya ingin lebih dekat dengan keluarga Kevin, belum ada niat memberitahu ibu Kevin terkait hubungannya dengan Kevin.


"Spesial yang seperti apa ya, Bu?" Kesya berpura-pura idak paham.


"Apakah Anda pacaran dengan Kevin?"


"Kesya terlihat salah tingkah, hanya tersenyum dengan Ibu Kevin dan mengangguk. Ekspresi Ibu Kevin saat mengetahui anaknya berpacaran dengan pemilik perusahaan, terlihat malah seperti tidak suka.


Saat semuanya sudah beres, "Silahkan kembali ke kantor, sepertinya Ibu harus bekerja," ucap Ibu Kevin.


Kesya terdiam mendengar kata-kata itu, merasa kehadirannya tidak diinginkan di rumah itu. Kevin bergegas menarik tangan Kesya ke mobil, tanpa sepatah kata Kesya dan Kevin pergi. Saat diperjalanan, Kesya terdiam, memikirkan apa kesalahannya sampai-sampai Ibu Kevin mengusirnya dari rumah.


"Jangan dipikirkan, ibuku memang seperti itu orangnya."


"Apa ada yang salah tadi aku di rumahmu?" tanya Kesya, meneteskan air mata.


"Jangan menangis, enggak ada yang salah. Ibu mungkin sedang banyak masalah."

__ADS_1


"Niatku datang ke rumahmu, agar orang tuamu merestui hubungan kita. Tapi, melihat respon Ibumu seperti itu, aku takut sekali hubungan kita tidak direstui."


"Udah jangan dipikirkan, lebih baik kita kembali ke kantor dan bekerja."


Air mata terus menetes deras di mata Kesya, Kevin yang tak tega selalu menghibur Kesya. Menyakinkan Kesya kalau hubungan mereka pasti direstui. Sesampainya di kator, Kesya langsung masuk kedalam ruangan, Kevin duduk berkumpul dengan rekan yang lain.


"Bu Kesya kenapa, Vin? Kelihatan kesal banget," ucap Tasya.


"Mungkin sedang ada masalah, aku juga kurang paham dari tadi aku cuma menyetir mengantarkannya."


"Waduh bahaya ini, bisa-bisa kita kena semprot terus kalau Bu Kesya seperti itu,' ucap Mega sambil memegang kepalanya.


"Udah lebih baik kita kerja lagi, sebelum nenek lampir itu teriak-teriak," jawab Aldo.


Mereka kembali ke kursinya masing-masing. Semua sibuk bekerja, Kevin malah memikirkan ada keanehan dari kasus yang sebelumnya. Ada kata-kata yang Pak Tio yang masih mengganjal dipikiran Kevin. "Kevin menghadap ke ruangan saya!" ucap Kesya.


Kevin masuk ke dalam ruangan Kesya, "Tutup pintunya," ucap Kesya.


Setelah pintu ditutup tiba-tiba Kesya menuju ke arah Kevin, sambil menangis Kesya memeluk Kevin. "Aku taku kamu pergi dariku," ucap Kesya.


"Aku enggak akan pergi dari kamu, jangan seperti ini nanti dilihat karyawan lain," ucap Kevin sambil terus menengok melihat jendela.


"Iya janji!"


Kesya melepaskan pelukannya. menatap wajah Kevin, dengan kedua telapak tangannya Kesya memegang pipi Kevin. Tiba-tiba pintu terbuka Tasya masuk. Kagetnya Kesya melihat pemandangan di depan matanya.


Tasya langsung menutup pintu. Kevin kebingungan, Kesya justru tersenyum. "Tuh kan, ada yang lihat," ucap Kevin.


"Biarin aja."


"Udah aku keluar, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."


Kevin keluar dari ruangan itu, melihat Tasya sedang duduk terdiam di kursnya. "Tas, aku mau ngomong sebentar, boleh? tanya Kevin.


"Aku sedang sibuk, Vin." Wajah Tasya terlihat canggung.


"Yasudah nanti saja."


Sebenarnya Tasya sangat cemburu melihat Kevin dan Kesya bermesraan. Hatinya dipenuhi amarah, padahal Tasya sudah curiga kalau Kevin memiliki hubungan spesial dengan Kesya. Tapi, Tasya tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau Tasya juga memiliki perasaan dengan Kevin.


Tak terasa sudah masuk jam pulang kerja, Kesya keluar dan langsung pergi keparkiran. Kevin dan teman-temannya keluar kantor bersama. "Tas, tadi yang kamu lihat di ruangan Bu Kesya, bukan seperti apa yang kamu pikirkan," ucap Kevin.

__ADS_1


"Iya, Vin. Santai aja sih." Tasya tersenyum.


"Memangnya ada apa sih?" Tanya Aldo.


"Enggak ada apa-apa, kok," jawab Kevin.


"Parah, udah mulai rahasia rahasiaan sama kita," kata Mega.


"Iya enggak ada apa-apa kok, Bu Kesya hanya terjatuh dan di tolong Kevin, tangannya memegang tangan Bu Kesya. Mungkin Kevin takut aku dan karyawan lainnya salah paham mangkanya Kevin berkata seperti itu," jawab Tasya.


"Hayo... sepertinya memang ada hubungan lain antara kamu dengan Bu Kesya. Soalnya kalian kelihatan deket banget," ucap Aldo sambil menoel perut Kevin.


"Kami hanya sebatas kerja, enggak ada hubungan lain," jawab Kevin.


Sesampainya di parkiran, Kevin ditinggal Tasya. Biasanya Tasya selalu mengajak Kevin pulang bersama, sekarang ia di tinggalkan. Sedangkan mega dan Aldo sudah pulang duluan karena parkir di depan kantor. Mobil Kesya menghampiri Kevin, "Ayo, pulang!" ucap Kesya di dalam mobil.


"Aku naik ojek aja," jawab Kevin.


"Naik!" teriak Kesya.


Kevin naik kedalam mobil Kesya, kemudian mereka pergi bersama. Sesampainya di rumah Kevin,, Kesya langsung pulang karena masih merasa tidak enak hati dengan Ibu Kevin. Kevin masuk kedalam rumah, saat baru masuk Ibu Kevin langsung menyambut anaknya.


"Boleh ibu berbicara sebentar?" ucap Ibu Kevin.


Kevin duduk, ibunya duduk di sebelah Kevin. "Apa benar kamu pacaran dengan bos mu?"


"Iya, Bu."


"Vin, boleh ibu meminta agar hubungan kalian di sudahkan saja. Kita ini orang tidak punya, bukan dari keluarga terpandang. Bagaimana bis akita berdampingan dengan keluarga terpandang seperti bos mu," ucap Ibu Kevin sambil menangis.


Kevin bingung harus menjawab apa, Kevin sangat menyayangi Kesya disisi lain ibunya tidak setuju. Tanpa sepatah kata, Kevin berdiri dan meninggalkan ibunya, masuk ke kamar.


"Vin, kamu dengar perkataan ibu kan? Ibu hanya takut kamu tidak bahagia karena status yang sangat berbeda dengan keluarga Bu Kesya," ucap Ibu Kevin di depan pintu kamar Kevin.


Ibunya terus menangis, "Ibu minta tolong jangan sama Bu Kesya."


BERSAMBUNG....


...****************...


Terimakasih telah mengikuti karya saya, nantikan episode berikutnya ya 🙏

__ADS_1


__ADS_2