
...Episode 25...
Kesya menuruti kemauan Kevin, Kemudian Kevin menggandeng tangan Kesya menuju kamar. Pintu kamar dikunci rapat, Kesya berkata, "Serius, Vin, mau melakukannya sekarang?"
Kevin langsung memojokkan Kesya di tembok, wajah Kevin mendekat. Wajah Kesya terlihat sangat tegang, jantungnya benar-benar seperti ingin copot. Kesya memejamkan mata, hanya pasrah dan menuruti apa yang akan dilakukan Kevin.
Melihat Kesya memejamkan mata, Kevin malah tersenyum, kening Kesya diselentik oleh Kevin. Kevin tertawa terbahak-bahak, berkata, "Jangan mikir jorok!" tawanya semakin keras.
Kesya yang malu langsung memukul-mukul Kevin. "Jahat!" ucap Kesya.
Kevin mengunci pintu agar tidak terlihat oleh siapapun, karena ada hal yang ingin Kevin ceritakan tentang kasus pembunuhan yang kemarin terjadi di kantor.
Kevin menarik tangan Kesya, mengajaknya duduk di ranjang. "Dengarkan aku, kemarin waktu OB di kantor dibunuh, ada orang yang mencurigakan yang memberiku surat. Isi surat itu ancaman, pelaku akan membunuh salah satu karyawan di kantor. Aku takut sasarannya adalah pemilik perusahaan, untuk berjaga-jaga lebih baik kamu jangan jauh-jauh dariku." ucap Kevin.
Seperti tidak takut dengan ancaman itu, Kesya malah berkata, "Kamu yang jangan jauh-jauh dariku, tetap di sisiku sampai akhir hayat hehe."
"Ini serius, bukan bercandaan. Saran ku lebih baik kamu jangan ke kantor dulu, tinggal di rumah saja."
"Aku serius, kamu enggak boleh jauh-jauh dariku. Aku mau ke kantor, kalau aku enggak ke kantor kamu asik berduaan sama Tasya."
"Kamu nurut sama aku, di rumah aja! kalau ada orang mencurigakan langsung hubungi aku," ucap Kevin.
"Kalau aku di rumah, kamu harus di rumah bersamaku. Aku juga enggak mau kamu dalam bahaya!"
"Aku harus ke kantor, menyelesaikan pekerjaanku."
"Yasudah aku juga ke kantor!"
Kevin dibuat pusing oleh Kesya yang keras kepala, terakhir Kevin berkata, "Kalau kamu tidak ingin aku pergi darimu, nurut saja. aku harus ke kantor, kamu tetap di rumah. Sepulang dari kantor aku akan kesini lagi."
__ADS_1
Hati Kesya sudah terjerat oleh cinta Kevin. Mendengar ancaman Kevin, Kesya akhirnya hanya mengangguk. "Tapi, ingat kamu hati-hati, dan ingat sepulang dari kantor, kamu langsung kesini!" ucap Kesya.
"Iya, yasudah aku mau pulang dulu mengganti pakaianku."
"Aku antar."
"Enggak usah, aku naik ojek aja," jawab Kevin.
"Sekarang kamu yang harus nurut sama aku, biar sopirku mengantar sampai depan rumah!" bentak Kesya.
Akhirnya Kevin mau diantar sopir, sebelum Kevin pergi Kesya memeluk dan mencium Kevin. "Jangan dekat-dekat dengan wanita di kantor," ucap Kesya.
Kevin mengacungkan jempolnya, kemudian menuju mobil. Kesya melambaikan tangan ke arah Kevin, mobil pun, jalan. Saat di perjalanan Kevin banyak mengobrol dengan sopir Kesya. Kevin berpesan dengan sopir Kesya, jika ada orang yang mencurigakan datang ke rumah jangan boleh masuk.
Sesampainya di rumah, Kevin langsung memastikan kondisi ayah dan ibunya. Ternya tidak terjadi apa-apa. Kevin tambah bingung dengan ancaman itu, sebenarnya apa yang pelaku inginkan.
Satu persatu rencana disusun, setelah semuanya siap, Kevin berangkat ke kantor. Sesampainya di kantor Kevin bertingkah seperi biasanya, masih dengan stelan culun dan rapih.
Kevin duduk di kursinya, di ruangan ternyata sudah lengkap, Mega juga sudah berangkat. "We Bos kita datang," ucap Tasya sambil menunjuk Kevin.
Kevin hanya tertawa, Mega menambahkan, "Cakep banget hari ini Bos kita haha."
Dengan santainya Kevin menjawab, "Cakep apanya...."
Saat sedang asik bergurau dengan teman-teman, tiba-tiba Pak Tio masuk dan berkata, "Jangan tertawa-tawa, kerjakan pekerjaan kalian sebentar lagi mobil buatan kita akan segera selesai dan masuk tahap uji coba."
Semua menjawab dengan kompak, "Siap Pak!"
Pak Tio tersenyum, kemudian masuk ke dalam ruangannya. Kevin memperhatikan jalan Pak Tio dari belakang, sebenarnya Kevin menaruh kecurigaan besar terhadap pak Tio.
__ADS_1
Pak Tio yang paling jarang di kantor, setiap pak Tio masuk ke kantor, pasti ada kejadian aneh dan surat-surat ancaman itu ada di gudang. Kevin melanjutkan pekerjaannya sambil, menunggu pergerakan dari pak Tio.
Setelah menunggu hampir 3 jam akhirnya pak Tio keluar dari ruangannya. Mendekati Kevin dan berkata, "Kevin, saya keluar sebentar tolong gantikan posisi saya sebentar. Jika ada masalah kamu handle dulu."
"Siap Pak," jawab Kevin.
Pak Tio kemudian keluar dari ruangan, Kevin langsung masuk ke ruangan pak Tio. Memeriksa semua barang-barang yang ada di ruangan itu. Laci meja semuanya dibuka, tapi tetap saja tidak menemukan barang yang mencurigakan.
Kevin keluar dari ruangan, langsung menuju lantai atas, tujuannya ingin melihat apakah pak Tio menuju ke gudang itu atau tidak. Dengan sangat berhati-hati, langkahnya pelan sekali, bersembunyi di belakang tembok. Tak terlihat ada seseorang masuk kedalam gudang itu.
Lama ditunggu, akhirnya Kevin berjalan mendekati gudang. Perlahan membuka pintu gudang dan masuk. Benar saja sudah ada surat balasan dari pelaku. Kevin langsung mengambil surat tersebut dan membacanya.
Pelaku mengatakan dalam surat itu bahwa, "Jangan terlalu bersemangat, santai saja, permainan kita masih sangat panjang."
Membaca surat itu, Kevin benar-benar geram dengan pelaku. Dibalik surat tersebut tertulis, "lebih baik kamu kembali ke ruangan, lihat apa yang terjadi."
Kevin langsung berlari menuju lift, saat memencet tombol lantai yang ada di lift ternyata lift tidak mau berfungsi. Keluar dari lift, Kevin berlari menuju tangga darurat, Larinya sangat kencang, padahal Kevin ada di lantai paling atas. Sesampainya di ruangan, benar saja Aldo terkapar, dengan luka tembak di bagian dadanya. Pelaku menggunakan sniper untuk menyerang.
Kaca jendela berlubang, semua orang yang ada di ruangan itu panik, termasuk Tasya dan Mega. Tasya berlari ke arah Kevin, badannya bergetar hebat, seperti orang menggigil. Mega yang kakinya masih sakit, mencoba menguatkan kakinya berjalan bersembunyi di belakang Kevin.
"Vin, aku takut. Siapa yang melakukan ini?" ucap Mega suaranya bergetar.
"Aku juga enggak tau, lebih baik kita pulang saja, kantor ini sekarang sudah tidak aman," ucap Kevin.
Kevin yang melihat Tasya seperti orang linglung, mencoba menenangkannya, memeluk Tasya sambil berkata, "Sudah enggak papa, jangan khawatir kamu pulang aja sama Mega, nanti aku ijinkan."
Aldo langsung di antar ke rumah sakit, ambulan yang dihubungi oleh Mega sudah di depan Kantor. Kevin lah yang mengangkat Aldo ke mobil ambulan. Setelah Aldo di bawa ke rumah sakit, Kevin mengantarkan Mega dan Tasya pulang menggunakan mobil Tasya.
Mega mulai heran dengan Kevin, di situasi genting seperti ini, Kevin terlihat bukan seperti Kevin biasanya.
__ADS_1