
...~Tertangkapnya pelaku penembakan~...
Pak Anton bergegas membawa Kesya pergi. Tembakan kedua mengenai spion mobil yang sedang melaju. Kevin yang melihat arah tembakan mengetahui titik pelaku berada. Masuk kedalam rumah, mengambil senjatanya. Langsung memasukkan peluru tajam.
Menggunakan teropong kecil untuk memastikan keberadaan pelaku. Setelah mengamati Kevin melihat dari kejauhan ada seseorang menggunakan jaket hitam sedang membereskan senjata. Tanpa basa-basi Kevin langsung bersiap dengan senjatanya yang berjenis AWM. Naik ke atas balkon mencari tempat yang paling gelap, mulai membidik.
Merasakan arah angin dan kecepatan angin, Kevin menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Saat menghembuskan nafas secara perlahan Kevin langsung menembak. Tembakan pertama langsung mengenai kaki pelaku.
Setelah menembak Kevin mengamati pelaku lagi, terlihat pelaku yang sedang kesakitan terkapar tak berdaya. Kevin mulai membidik lagi, langsung menembak dan sekarang mengenai kaki sebelahnya.
Sudah dipastikan pelaku tidak bisa kabur kemana-mana lagi. Kevin bergegas menuju lokasi keberadaan pelaku. Sebelum berangkat, Kevin sudah menghubungi timnya. Sesampainya di lokasi Kevin melihat pelaku yang sudah tidak sadarkan diri. Menjambak rambutnya, "Bangun! Jangan berpura-pura mati!" bentak Kevin.
Pelaku tetap terkapar lemas, tak sadarkan diri. Kevin sengaja tidak membidik kepalanya, karena Kevin membutuhkan informasi dari pelaku penembakan. Kevin sadar bahwa pelaku hanyalah orang suruhan targetnya.
Kondisi pelaku yang sangat menyedihkan, kedua kakinya hampir putus, darah yang tak berhenti keluar. Melihat pelaku yang sudah banyak mengeluarkan darah, Kevin mengikat kaki bagian atas sangat kuat untuk menghambat keluarnya darah.
Sambil menunggu tim datang Kevin mengumpulkan semua barang bukti. Tidak lama kemudian tim datang, membawa senjata lengkap, "Langsung bawa ke rumah sakit, jangan sampai orang ini mati," ucap Kevin.
Sebagian membawa pelaku ke rumah sakit terdekat, sebagian lagi menemani Kevin memeriksa tempat kejadian. Barang bukti sudah dikumpulkan semua, Kevin menyuruh tim memeriksa daerah sekitar rumahnya, Kevin mengintruksikan, "Jika ada orang yang mencurigakan langsung tangkap, bawa ke kantor!"
Tim langsung berpencar, memeriksa setiap sudut daerah sekitar rumah Kevin. Kevin membawa semua barang bukti ke dalam rumahnya agar aman. Setelah memastikan barang bukti aman, Kevin naik lagi ke balkon dan membereskan senjata kesayangannya itu.
__ADS_1
Seandainya orang-orang yang mengatakan Kevin culun melihat aksi Kevin barusan, pastilah mereka gemetar, kencing di celana. Kevin sang intelejen, penembak jitu, pemikir, jago bela diri, kata-kata itu yang harusnya keluar dari mulut mereka.
Setelah membereskan senjatanya, Kevin menyimpannya kembali. Tim kembali menghadap Kevin melapor, "Pak semua sudah kami susuri, tapi tidak terlihat ada yang mencurigakan."
"Yasudah, ikut saya sekarang, ambil barang bukti, amankan di kantor. Jangan sampai ada 1 pun yang hilang, nanti saya menyusul ke kantor," jawab Kevin dengan gagahnya.
Beralih ke Pak Anton dan Kesya, sebelum sampai di rumah sakit, ternyata Pak Anton mengubah nomer plat mobil yang dibawanya. Mobil itu memang di setting bisa mengganti plat, cukup menekan tombol plat langsung terbalik dan nomernya berubah.
Tujuan Pak Anton mengganti nomer plat adalah untuk mengelabui pelaku. Sesampainya di rumah sakit Kesya langsung di tangani oleh dokter. Bahu Kesya ternya tembus peluru, Kesya banyak mengeluarkan darah, "Korban mengalami kekurangan darah, untuk sementara kondisinya masih stabil. Kami akan memeriksa golongan darah korban, dan melakukan transfusi darah," ucap Dokter.
"Baik Dok, lakukan yang terbaik agar bos saya bisa selamat."
Kesya dipindahkan ke ruang perawatan, kondisinya masih tidak sadarkan diri. Tidak lama kemudian perawat datang berkata, "Golongan darah korban AB, untuk golongan darah AB rumah sakit sedang tidak ada stok.ohon bapak bisa mencari pendonor secepatnya."
"Bu Kesya banyak kehilangan darah dan masih tidak sadarkan diri, membutuhkan darah AB. Rumah sakit tidak memiliki stok darah AB."
"Golongan darah saya AB, share lokasi rumah sakit, saya langsung menuju ke sana."
Pak Anton langsung mengirimkan lokasi rumah sakit. Kevin bergegas menuju lokasi yang di tunjukkan Pak Anton. Untung rumah sakitnya tidak terlalu jauh sehingga tak butuh waktu lama Kevin sampai di sana.
Sesampainya di rumah sakit, Kevin langsung di menuju ruangan yang sudah di beritahukan Pak Anton. Masuk langsung memegang tangan Kesya. "Yang bangun yang," ucap Kevin.
__ADS_1
"Ikut saya Pak ke ruang pemeriksaan, agar darah bapak langsung bisa di periksa dan bisa langsung melakukan transfusi darah. Kasian Bu Kesya," ucap Pak Anton.
Kevin langsung mengikuti Pak Anton, masuk ke ruang pemeriksaan. Setelah darahnya di periksa dan hasilnya cocok, Kevin langsung mendonorkan darahnya. Tidak butuh waktu lama untuk mengumpulkan darah Kevin, karena fisik Kevin yang kuat, dan sehat.
Setelah kantung darah penuh, Dokter dan perawat langsung menuju ruang tempat Kesya di rawat. Darah Kevin mulai masuk kedalam tubuh Kesya. Setelah selesai melakukan transfusi Dokter berkata, "Lukanya sudah aman, hanya tinggal menunggu pasien siuman saja."
"Baik Dok, terimakasih," ucap Kevin.
Kevin duduk di samping Kesya, menggenggam tangan Kesya. Emosinya naik, merasa sangat marah orang yang ia sayang harus terluka, karena dirinya. Sudah tidak bisa menahan emosi ingin cepat menangkap targetnya, Kevin berpesan kepada Pak Anton, "Jaga Kesya, Pak. Saya ada urusan sebentar, nanti jika Kesya sadar tolong sampaikan saya pergi sebentar, dan rahasiakan kejadian ini dari kakek Kesya."
"Baik Pak."
Kevin pergi menuju rumah sakit yang merawat pelaku penembakan, tangannya mengepal, matanya merah, wajahnya terlihat sangat marah. Mengendarai motor sangat cepat, pistol selalu standby di pinggangnya.
Sesampainya di rumah sakit yang ia tuju, terlihat tim masih menjaga di depan ruang operasi. Ternyata sesampainya pelaku di rumah sakit langsung di amputasi kedua kakinya. Kevin harus bersabar menunggu operasinya selesai dan menunggu pelaku siuman.
Sebenarnya Kevin sangat ingin menghabisi pelaku, tapi karena informasi yang ia butuhkan dari pelaku, Kevin harus menahan emosinya. Sudah menunggu lebih dari 3 jam, tak kunjung selesai. Jalan 4 jam, akhirnya Dokter keluar dan mengatakan bahwa pasien selamat.
Kebetulan darahnya O, stok darah O di rumah sakit itu banyak sehingga bisa langsung ditangani. Kevin yang terbawa emosi langsung ingin masuk ke ruangan operasi, tapi di tahan oleh salah satu timnya. meminta Kevin bersabar sampai pelaku dipindahkan ke ruang perawatan dan menunggunya siuman.
"Jika orang ini tidak mau memberikan informasi, langsung habisi saja!" ucap Kevin kepada salah satu tim.
__ADS_1
"Sabar Pak, kita harus menunggu perintah dari atasan," ucap salah satu tim itu.
"SAYA PIMPINANNYA!" Bentak Kevin, Matanya melotot.