Cinta Ini Tercipta Dari Kata "Seandainya"

Cinta Ini Tercipta Dari Kata "Seandainya"
#30 ~Penyelidikan~


__ADS_3

...~Penyelidikan~...


Setelah pelaku penembakan itu mengatakan semuanya, terlihat matanya menutup, muka kesulitan bernafas, tak lama kemudian ia meninggal dunia. Kevin yang mendapat informasi itu tak langsung mempercayainya meski Kevin juga mencurigai Pak Tio.


Harus ada barang bukti yang kuat untuk menangkap Pak Tio. "Urus jenazahnya, saya akan mengurus Pak Tio," ucap Kevin kepada petugas.


"Baik, Pak."


Kemudian Kevin mengeluarkan ponselnya, menghubungi orang yang memata-matai Pak Tio. "Jangan sampai lengah, informasi yang saya dapat, dia memang pelakunya," ucap Kevin.


"Siap, semua sesuai rencana, CCTV dan penyadap suara sudah terpasang di rumah pelaku. Hanya tinggal menunggu saja," jawab bawahan Kevin.


"Bagus, kita hanya menunggu barang bukti yang kuat, untuk menghabisi orang ini, yasudah kerjakan tugasmu dengan baik, jangan gegabah."


"Siap, Pak!"


Mata-mata yang dikirim Kevin selalu mengamati pergerakan Pak Tio. Semua terlihat normal, tak ada yang mencurigakan. Kevin kembali ke kantor, berangkat kerja seperti biasanya. Tujuannya adalah ikut mengamati pergerakan Pak Tio. Semua karyawan tidak mengetahui kejadian yang menimpa Kesya.


Kondisi kantor masih aman, aktivitas berjalan seperti biasanya. Terlihat Pak Tio masuk ke dalam ruangan, Kevin berkata, "Selamat pagi Pak."


"Pagi Vin, Oiya perhatikan semua, mobil yang kita rancang sudah selesai dirakit, nanti akan ada agenda uji coba. Semua yang terlibat dalam buatan mobil ini, harus datang, kecuali Aldo yang masih dirawat di rumah sakit," ucap Pak Tio.


Kami semua serentak menjawab, "Baik, Pak!"


Pak Tio masuk kedalam ruangan pribadinya, "Yes, akhirnya pekerjaan kita sudah hampir selesai, hanya tinggal menunggu hasil uji coba," ucap Tasya.


"Iya bener, meski aku tak banyak membantu, tapi aku ikut senang, terimakasih tim haha," ucap Mega tertawa bahagia.


Kevin dengan wajah polosnya berkata, "Kasian Aldo ya."


"Gimana kalau nanti pulang kerja kita jenguk Aldo, sapa tau setelah kita jenguk sifat angkuhnya itu hilang haha," kata Tasya.


"Benar, nanti kita jenguk ya Bos!" ucap Mega kepada Kevin.

__ADS_1


"Yasudah, kita jenguk," jawab Kevin.


"Vin, kamu kok sedikit aneh sih, gak kaya biasanya ceria, apa karena kamu takut semenjak ada kejadian penembakan di kantor. Katanya kantor sudah dijaga ketat, kok, jadi jangan khawatir," Kesya berbicara seolah-olah paham semuanya.


Di dalam hati Kevin berkata, "Iya enak kamu, kamu enggak tau apa yang sebenarnya terjadi. Kalau tau enggak bakal Tas... Tas, kamu bisa ketawa lebar gitu."


"Enggak kok masih enggak enak badan aja," jawab Kevin.


Pak Tio tiba-tiba keluar berkata, "Saya mau keluar dulu, gantikan saya, Vin."


"Baik, Pak."


Setelah Pak Tio keluar, Kevin langsung menghubungi bahannya, menulis chat yang isinya, "Pak Tio keluar, awasi terus."


Bawahannya langsung membalas, "Siap."


Saat jam istirahat kerja, ponsel Kevin berbunyi, ada telpon dari Kesya. Kevin pergi keluar dari ruangan kemudian mengangkatnya, "Halo, ada apa?"


"Kamu dimana kok lama banget enggak balik-balik?" tanya Kesya.


"Aku tau, udah pulang aja, enggak usah datang ke uji coba mobil itu, situasinya masih enggak aman. Aku enggak mau lihat kamu kenapa-kenapa. Sini temani aku di rumah sakit!"


"Udah aman, kok. Kamu kan sudah ada Pak Anton, sementara biar aku urus dulu pekerjaan di kantor ya?" ucap Kevin merayu Kesya.


"Enggak! sekarang kamu balik ke rumah sakit!" bentak Kesya di telpon.


"Nanti aku ke sana setelah selesai uji cobanya. Oke?" telpon dimatikan oleh Kevin.


Pukul 1 Kevin dan teman-teman harus sudah ada di lapangan khusus uji coba produk baru. Tasya, Mega, keluar dari ruangan menemui Kevin dan mengajaknya ke lapangan. Mereka bergegas jalan menuju lapangan itu.


Sesampainya di sana, sudah datang mobil yang dibuat mereka, ada petugas yang mengetes mobil itu, dan sudah ada Pak Tio. Kesya selaku petinggi perusahaan yang tak bisa hadir, diwakili oleh orang kepercayaannya.


Uji coba mulai dilakukan, dari ketahan body, kecepatan, dan kestabilan. Satu persatu di uji oleh petugas, berjalan 30 menit uji coba itu akhirnya selesai. Kesimpulan dari hasil uji coba, menyatakan mobil berhasil melalui semua tes dan bisa diproduksi.

__ADS_1


Semua melompat bersorak gembira mendengar hasil tes, "Bos akhirnya selesai juga pekerjaan kita," ucap Tasya sambil memeluk Kevin.


Kevin tertawa ikut merayakan kebahagiaan, tapi masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan oleh Kevin. "Kita harus merayakan ini semua, nanti malam kita ke Kafe ya... merayakan keberhasilan ini," ucap Mega.


Kevin sebenarnya sangat bingung, mau ikut pergi dengan mereka atau menunggu Kesya di rumah sakit, ditambah ia harus selalu mengawasi Pak Tio. "Harus ikut!" ucap Mega kepada Kevin.


Akhirnya Kevin hanya mengangguk, "Saya enggak diajak?" kata Pak Tio.


"Pasti di ajak Pak, Bos kita masa enggak di ajak haha," jawab Tasya.


Dalam hati, Kevin berkata, "Kebetulan banget, bisa sambil memantau orang ini."


Ponsel Kevin sengaja dimatikan agar Kesya tidak menghubunginya, karena ada tugas yang lebih penting. Mereka semua kembali ke kantor dan bersantai di ruangan. Pak Tio tidak ikut bersama mereka, entah apa yang dilakukan beliau.


Waktu terus berlalu, jam pulang telah tiba. Sebelum pergi ke kafe, Kevin, Mega, dan Tasya pergi menjenguk Aldo. Sesampainya di rumah sakit, melihat Aldo yang belum sadarkan diri, Mega berkata, "Boy, pekerjaan kita berhasil, ayo suman kita rayakan bersama."


Di ruangan itu ada keluarga Aldo yang menunggunya, karena Aldo belum siuman, mereka menjenguk hanya sebentar. Memberikan bunga, "Jika, Aldo siuman. Tolong sampaikan kepadanya salam dari teman-teman kerja di kantor." ucap Kevin kepada keluarga Aldo.


"Baik akan saya sampaikan, tolong doakan agar Aldo cepat siuman dan bisa sehat lagi."


"Pasti, Pak," jawab Kevin.


Kevin, Mega, dan Tasya pergi menuju kafe, hari sudah mulai gelap. Sesampainya di kafe, Tasya menelpon Pak Tio memberitahukan lokasi kafe. Pak Tio langsung menuju kafe, sesampainya di kafe, Pak Tio berkata, "Pesan semua yang kalian inginkan, saya yang bayar."


"Yes... ini baru Bos kita," ucap Tasya. Mega hanya tertawa, sedangkan Kevin tersenyum. Mereka mengobrol, bercanda, sambil menikmati makanan dan minuman yang sudah di pesan. Tak lama kemudian Pak Tio berkata, "Ada pekerjaan lain yang harus saya selesaikan, jadi saya pamit duluan."


Tasya berkata, "Yah...."


"Yasudah Pak, hati-hati di jalan," ucap Kevin.


Setelah Pak Tio pergi, Kevin menyalakan ponselnya. Melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Kesya. Terakhir Kesya chat, "Aku membencimu!"


Chat Kesya tak di balas Kevin, ada chat dari bawahannya juga, "Pak, saya sudah memiliki bukti penting."

__ADS_1


...****************...


Terimakasih telah membaca karya saya, jangan lupa like, komen, dukung, dan follow 🙏


__ADS_2