Cinta Ini Tercipta Dari Kata "Seandainya"

Cinta Ini Tercipta Dari Kata "Seandainya"
#23


__ADS_3

...Episode 23...


Kevin kembali ke lantai atas, mencari petunjuk permainan apa lagi yang akan dimainkan oleh pelaku. Benar saja, Kevin menemukan sepucuk surat yang isinya menyatakan kalau permainan baru saja dimulai, orang itu menyuruh Kevin menjaga orang yang Kevin sayang.


Keluarganya sudah dijaga secara ketat, hanya tinggal memikirkan orang yang dimaksud Kevin sayang itu keluarganya atau sahabat-sahabatnya. Kevin menulis balasan untuk surat itu, isinya, *Jangan libatkan orang lain, mari kita bermain hanya berdua.* Di depan surat itu ditulis, *Berikan kepada bos mu!*


Setelah membalas surat itu, Kevin pulang ke rumah. Diperjalanan Kevin merasa ada yang aneh pada surat itu, melihat lagi surat itu, benar saja ada kode di bawah kanan surat tertulis, *K35Y4.*


Kode itu ditulis sangat kecil, kode sederhana itu langsung terbaca oleh Kevin. Kevin mengartikan kode itu adalah, *KESYA.*


Kode yang menunjukan targetnya adalah Kesya, Kevin langsung menelpon Kesya. Tapi, telponnya tak kunjung di angkat, karena khawatir, Kevin langsung putar balik menuju rumah Kesya.


Sesampainya di rumah Kesya, Kevin langsung bertanya dengan security, "Apakah Ibu Kesya, ada di rumah?"


"Ada, Pak. Maaf ada perlu apa ya?" tanya Security.


"Saya teman kantornya, ada urusan kantor yang harus segera dibicarakan. Boleh saya ketemu dengan ibu?" ucap Kevin.


Jawab security, "Sebentar saya ngomong dulu."


Security itu masuk dan melapor kepada Kesya. Tak lama keluar lagi menemui Kevin, mempersilahkan masuk.


Kesya sudah menunggu di depan pintu, Kevin langsung bertanya, "Ibu enggak papa?"


Sedikit bingung dengan perkataan Kevin, menjawab, "Enggak papa, memang kenapa, Vin?"


"Enggak papa, Bu. Saya hanya khawatir, karena kejadian kemarin. Saya mau berpesan kalau ada orang tidak dikenal jangan ditanggapi dan lebih baik sementara, Ibu di rumah saja jangan keluar-keluar."

__ADS_1


Kesya yang bukannya takut malah salah tingkah, merasa bahagia diperhatikan seperti itu oleh Kevin. Hati yang awalnya hanya tertarik menjadi lebih dalam. Kesya menjawab dengan wajah yang malu-malu, "Iya, Vin. Makasih."


"Ibu tinggal bersama kakek ya?" tanya Kevin.


"Iya, tapi Kakek sedang pergi ke luar negeri selama 1 bulan. Saya tinggal sendiri sementara."


"Boleh saya menginap disini sementara untuk menjaga Ibu?" Kevin berbicara dengan polosnya, meminta izin menginap di rumah gadis, mana Bosnya sendiri.


Tetapi, Kevin tak berpikir sejauh itu. Situasi dan kondisi yang sangat mendesak menjadikan Kevin bertindak seperti itu. Di malam itu juga Kevin menghubungi tim yang menjaga keluarganya agar lebih ketat.


Kesya yang bingung menjawab apa, akhirnya basa-basi bertanya, "Apa enggak papa kamu nginep disini, Vin?"


"Kalau memang tidak diizinkan enggak papa, Bu. tapi, hati-hati ya di rumah," ucap Kevin.


"Enggak papa kok, Vin. Saya izinkan kamu nginep disini, tapi ingat jangan macem-macem ya hehe." Kesya mau-mau tapi gengsi.


Dalam hati, Kevin berkata, "Dasar wanita."


Alasan tidur di ruang tamu agar lebih dekat dan lebih bisa memantau pergerakan Kesya. Senjata di pinggangnya sudah disiapkan, seandainya ada sesuatu Kevin bisa langsung sigap.


Dimalam itu Kevin dan Kesya mengobrol bersama, suasana sangat canggung karena mereka hanya berdua tak ada sapa-sapa lagi ruang tamu. Suasananya berbeda seperti biasanya. Kevin yang awalnya fokus ingin menjaga Kesya malah terbawa suasana hati.


Hubungan yang harusnya hanya pura-pura, sekarang malah tumbuh dengan suburnya. Walau, mereka masih saling menyembunyikan perasaannya, disisi lain Kevin tak mau hanya karena hubungan membuat nyawa Kesya terancam.


Suasana canggung seketika hilang saat Kevin bercerita tentang kelucuan ibunya, mereka saling tertawa. Kesya juga menceritakan kelucuan kakeknya, yang awalnya mereka memanggil dengan panggilan saya, ibu, layaknya bos dengan anak buah, sekarang menggunakan panggilan aku, kamu.


Suasana semakin tidak terkendalikan, saat sedang asik mengobrol dan tertawa, Kevin tiba-tiba diam dan menatap mata Kesya. Kesya pun ikut diam, menatap mata Kevin.

__ADS_1


Jantung Kesya berdetak sangat kencang seperti mau copot, nafasnya mulai tak beraturan, wajah Kevin mendekat. Spontan Kesya memejamkan mata, tangan Kevin menyentuh dagu Kesya.


Dagu Kesya secara perlahan ditarik mendekat, Dua sejoli yang terbawa nafsu sudah tidak berfikir panjang, Kevin berniat ingin mencium Kesya. Saat bibir mereka sudah benar-benar dekat, entah kenapa Kesya membuka matanya.


Kesya salah tingkah, mengelak dan berkata, "Maaf Vin, aku ngantuk." Wajah Kesya masih merah, suaranya pun, terlihat gugup. Kesya langsung berdiri dan berlari masuk ke kamarnya.


Kevin sangat malu, ciumannya ditolak oleh Kesya. Tapi bagi Kevin tak masalah dan bukan hal yang harus dipikirkan, sekarang kembali fokus melindungi Kesya.


Kesya yang masih terbawa suasana barusan, berkata sendiri sambil memukul-mukul pipinya, "Apa yang barusan aku lakukan, ih...!" Meski seperti orang bingung tapi, Kesya senyum-senyum sendiri. Jarinya memegang bibirnya.


Ada rasa sedikit menyesal, Kesya merasa kenapa harus berlari dan gagal bercumbu dengan Kevin. Kesya melompat ke kasurnya sambil menjambak-jambak rambutnya.


"Gara-gara aku menolak ciuman tadi, terus Kevin malu dan enggak mau dekat aku lagi gimana AA...."


Sekarang Kesya memukul-mukul bantal guling. Di otak Kesya masih terbayang wajah Kevin yang jika dilihat-lihat sangat tampan. Kesya bertingkah seperti orang gila di dalam kamar, kadang menjerit-menjerit sendiri, kadang melamun membayangkan wajah Kevin.


Merasa lelah akhirnya Kesya mencoba untuk memejamkan mata, lama memejamkan mata tapi tetap tidak bisa tertidur. Beralih ke Kevin yang bertingkah biasa saja, malah duduk santainya sambil mainan HP.


Kesya yang masih penasaran dengan Kevin, beranjak dari tempat tidurnya membuka pintu kamarnya sedikit, mengintip Kevin. Hati yang masih berbunga-bunga tiba-tiba menjadi sangat kesal melihat Kevin yang sibuk dengan HP nya.


"Bisa asik gitu mainan HP, apa dia itu masih asik dengan wanita lain," lirih ucap Kesya. Tangan Kesya mengepal, emosinya naik. Kesya keluar dari kamarnya berkata, "Vin! ambilkan aku minum, aku haus!" ucap Kesya suaranya keras.


Kevin yang kaget langsung berkata, "Siap."


Kevin berjalan ke dapur, mengambil gelas dan menuangkan air minum. Kevin bingung, kenapa tingkah Kesya sekarang berubah. "Intelijen di jadikan babu oleh dia, kalau aku enggak sayang malas amat." Kevin menggerutu.


Kevin sadar perasaannya semakin dalam, hati yang tidak bisa dibohongi. Malam itu Kevin berjanji akan selalu menjaga wanita kesayangannya. Seandainya Kevin bukan seorang intelijen, mungkin kondisinya tidak seperti ini.

__ADS_1


"Ih... aku kok kaya gini sih...." ucap Kesya.


Kesya sudah tidak bisa menahan perasaannya, menyusul Kevin ke dapur, dari belakang Kesya langsung memeluk Kevin.


__ADS_2