
Kenalin namaku Ersya Garneta anak dari pengusaha pengusaha sukses Henra Pradikta, Gaida ayu adalah mamaku dia seorang ibu rumah tangga yang sangat baik. Aku dua bersaudara kakakku laki laki dia sudah menikah dan memiliki anak, Gibran Pradikta.
Kakakku meninggal tiba tiba disaat tugas negara dan istrinya meninggal saat melahirkan gibran. Dulu aku masih menjalani perkuliahan akhir dan aku belum bisa membantu mengurus gibran, karena aku kuliah diluar kota. Setelah umur 2 tahun aku baru wisuda dan kursus aku merawatnya seperti ibunya sendiri.
Ersya baru lulus kuliah, meski mama sudah memiliki cucu tapi mama masih mencurahkan kasih sayang yang banyak padakku, juga gibran selalu memasakkan dam membawakan bekal untuk kami.
Meskipun Ersya terlahir dari orang kaya tapi tetap mandiri lulus kuliah dia langsung kursus memasak dan membuat kue, masih tiga bulan berjalan dia membuka resto dan cafe hasil setelah iya kursus.
Febita, Devsa, dan Rio yang selalu membantu usaha Ersya. Ya ersya mempunyai teman teman ini dari sejak masuk kuliah dia yakin bahwa teman ini yang mampu membawa hal positif, maksudnya dulu dia sempat berteman dengan anak anak yang derajadnya sama seperti ersya tapi malah ditorokin terus dan selalu bertingkah manja. Sampai akhirnya bertemu ketiga temanya ini.
⏱⏱⏱
Pagi hari mama selalu membangunkanku untuk membantu masak dan membuatkan bekal untuk gibran. Selesainya masak aku mandi dan lanjut membangunkan gibran. Gibran sudah aku anggap seperti anakku sendiri.
Jadi aku merasa sudah memiliki anak. “Ib ibran sudah pagi mandi yuk kita sekolah” membangunkan dengan nada lembut dengan panggillan sayangnya.
“Buna sudah pagi ya “ tanyanya sambil mengriyipkan mata.
“Sudah, yuk mandi kamu sekolahkan?”
“Iya buna yuk mandi supaya halum, tapi gendong”
“Aduh sini sama buna mandi”
Selesainya Ersya memandikan Gibran lanjut memakaikan seragam sekolah dan sarapan. “Selamat pagi papa mama,” bersamaan sambil memcium pipi kedianya
“Sudah ganteng cucu mama, yuk sarapan nanti telat”
“Pagi cantik dan gantengnya papa, kamu nanti berangkat sendiri apa di antar pak ujang ?”
“Pakai mobil sendiri aja pa biar nanti kemana mananya enak”
“Ya sudah papah duluan kalau begitu, ada rapat. Ib berangkat bareng papa yuk”
“Tidak mau pa Ib mau berangkat sama buna” sambil memeluk bunanya
“Baklah papa berangkat dulu ya, assalamualaikum”
“Waalaikumsalam, hati hati papa” jawab semua
Mama menghantarkan papa sampai teras depan depan dan kembali masuk untuk membantuku membereskan sisa makanan dan mbak utik yang memcuci piringnya.
“Mama kami berangkat dulu, nanti sekalian ersya ke resto ma”
“Iya sayang hati hati ya”
“Assalamuallaikum ma” sambil mengangkat tangan mama
__ADS_1
“Waalaikumsalam sayang, hati hati”
“Da da mama” ucap gibran
Sesampainya di sekolah “assalamualaikum buna”
“Waalaikumsalam sayang, belajar yang pinter ya jangan nakal” sambil mencium pipi gembilnya
Meninggalkan sekolah dang ke resto. Sampainya diresto anda cafe langsung masuk ke ruangan dan mengecek dokumen yang ada.
🤎🤎
Batin Ersya
Umurku masih 23 tahun seakan aku sudah memili anak laki laki yang tampan. Semua orang tau kalau anak memiliki anak, tapi mereka tidak tahu kalau gibran anak kakakku karena menikahnya juga tidak dipublikkan karena satu dan lain hal.
Aku belum menginginkan pendaping karena aku takut dia tidak bisa menerima gibran. Tapi ada teman temanku dan orang tua ku yang selalu mendukung apa yang aku kerjakan. Bahagia dan haru ersya rasakan
Gibran semakain besar dan belum bisa mengingat siapa mama papanya karena watu kecelakaan dia sempat hilang ingatan dan kami sekeluarga yang hanya gibran tau. Mulai menetes air mata
🤎🤎
Tak terasa ada yang mengetuk pintu “sya kamu didalam” devsa mengetuk
“Iya masuk aja dev, ada apa?”
“Tidak papa hanya melihat perkembangan cafe dan resto kita”
“Oke sya, sya kami kenapa sih kaya orang lagi mikir dan bengong aja, masa tadi aku gedor pintunya lama banget bukanya?”
“Enggak papa kok dev aku baik baik saja” dasar ersya tidak bisa bohong jadi wajahnya sngat kelihatan
“Yaudah sih kalau belum mau cerita, aku lanjut kerja lagi ya. Rio sama feb masih keluar beli bahan yang habis” memberi tahu
Devsa memang sahabat yang paling dekat dengan ersya dari keempat temannya mereka berdua seperti memiliki kemistri yang sama.
“Iya dev kapan kapan ya. Okelah yaudah kerja sana aku mau siapin bekal papa dan menjembut gibran dulu, udah jam 11 aja tidak terasa.” Pamitnya pada devsa
“Baik buna muda dan anak manja” ledeknya
“Enak banget anak manja bukan weo, kalau aku manja gaakan jadi ‘resto and cafe sembarang endul’ dong” belanya
“Iya udah saya nanti gibran nunggu”
“Assalamualaikum dev, aku tinggal dulu”
“Waalaikum salam sya, hati hati nanti bawa aja gibran kesini”
__ADS_1
“Siap kalau dia mau”
Membuat bekal untuk makan di kantor papa, setelah itu ersya mengendarai mobil dan berhenti tepat disebrang sekolah gibran, jarak yang tidak dari kantor dipilihnya karena sekolahnya bagus cara pendidikannya dan dekat dengan resto.
“Sudah lama keluarnya sayang” sambil mengandeng gibran menyebrang jlalan
“Balusan bun, kita mau kemana bun?”
“Kekantor papa sayang kita makan siang disana, soalnya mama lagi ada acar bareng temenya”
“Baik buna ib mau kok ke kantor papa, bunda nanti kita ketaman yuk. Iblan ingin main”
“Baik sayang tapi nanti kota ke resto dulu ya sama buna menyelesaikan kerjaan”
“Iya buna i love yuo” sambil memandang dengan raut bahagia
“Buna juga sayang banget sama ibran” sangannya yang sebelah mengelus kepala gibran
Tidak terasa sudah sampai di kantor papa, memakirkan mobil dan langsung menuju ruangan papa. Para karyawan sudah mengenalku mereka menyapaku dan ak balas sapaanya, baru pertama aku mengajak gibran untuk makan datang ke kantor papa. Para karyawan yang menapat gibran dengan segala pertanyaan apalagi gibran berkata.
“Buna ruangan papa dimana?”
“Kita naik lift dulu sayang “
Sampainya di lantai papa ada om Rodi, “halo om, papa ada diruangan”
“Ada sya, wak gibran main ya ke kantornya papa?”
“Iya kakek, iblan ingin makan bersama papa kakek ayok makan bercama kita”
“Kakek sudah pesan makanan jadi lain maktu saja ya”
“Ya audah om saya sama gibran masuk dulu”pamit ersya
“Iya sya “
“Assalamualaikum papa” bersamaan
“Waalaikumsalam anak cucu papa ngagetin saja”
“Ayo pa kita makan siang dulu”
“Mama dimana sayang, apa mama masih bersama temannya?”
“Iya tadi bilangnya gitu tapi kalau udah selesai nyusul kesini”
‘Mama apakah sudah selesai ?’ Menelefon mamanya
__ADS_1
Mamanya belum juga membalas akhirnya mereka makan bertiga dan selesainya makan mama datang dengan seorang laki laki. Laki laki yang sangat mempesoda dari rambut sampai bajunya wajahnya juga tampan kulit sawo matang tapi tidak terlalu hitam.