
Kita beralih kerumah sakit...
Devsa yang menangis dipelukan papanya kini membuahkan hasil, papanya sadar dan mengelus tangan anaknya. Ersya yang melihatnya langsung menanggil dokter dan perawat, kabar baiknua pak Hendra sudah melewati kritis tetapi masih lemah.
“Papa jangan banyak pikiran, jalani hidup dengan senang ya pa.” Sambil mengelus tangan papanya
“Nak terimakasih, kamu jaga mama sama gibran baik baik ya.” Sambil meneteskan air mata
Mama masuk bersama Gibran dengan gibran yang terus mencariku. Belum sempatku menjawab papa. Gibran malah meminta keluar dan menagis karena takut dengan alat yang dipakaikan ke badan papa.
“Hai cowo kenapa menagis?” Tanya seorang dokter
Ersya langsung melihat dan ternyata Revaldo teman pada saat kuliah “he kamu valdo”
“He Er ini anak kamu?” Tanya valdo bingung karena mengetahui ersya tidak pernah pacaran
“Iya ini anaknya buna ya” dengan memeluk gibran
“Wah cepat sekali, eh siapa sakit?”
“Iya dong, papa aku. Kamu udah jadi dokter aja”
“Buna puyang, buna ib tatut inin puyang” menangis dengan sesegukan
Devsa datang dengan Rio dan febita, mereka adalah teman sekampus tapi ya kan Valdo adalah anak kedokteran yang sekkn dan sempet deket dengan Ersya jadi tau gitu.
“Sya gimana keadaan pak hendra?”
“Ate dev ayo puyang om io” langsung Gibran turun dari pangkuan Ersya dan berlari ke devsa dan Rio
“Gibran kenapa kok nangis seperti ini, katana laki laki kuat” digendong rio dan pergi ketaman rumah sakit diikuti febita
“Papa udah melewati masa komanya. Dan gimana keadaan investor kesayangan kamu?”
“Semoga pak hendra lekas sembuh, lancar dong. Mana pak darma ?”
“Semangat ya, aku yakin mba manajer ini bisa!” Seyakin itu. “Tak tau pamit aja enggak” seperti biasa wajah murung sudah kelihatan
“He kamu enggak kerja dokter Revaldo?”
“Sudah waktunya pulang dong, btw kalian kerja baren juga?” Valdo penasaran dong karena dimanapun mereka berdua kalau enggak ber empat
“Ya kami semua bekerja ditempar Ersya.”
“Kalian ngombrol dulu nanti nitip buat cari suster untuk gibran ya dev. Ak gabisa de selalu soalnya papa sakit nih, aku tinggal masuk dulu ya .
“Iyaa er sya “ mereka berdua menjawab bersama tapi beda pemangilannya
Masuk ruangan dengan pakean lengkap perawatan di icu “gimana pa rasanya ? Apa sudah merasa baikan?”
“Papa baik baik saja nak, katakan sama dokter untuk pindah kekamar biasa saja. Papa udah sehat.” Terang papa tapi keadaannya masih sangat lemah dan pucat
__ADS_1
“Iya pa nanti ya pa.”
“Gibran dimana nak?” Tanya mama
“Sama Rio ma, diajak bermain”
“Papa aku akan coba bantu papa di perusahaan, biar papa dirumah saja istirahat dan jaga cucu.”
“Tapi gimana sama resto dan cafemu nak?” Tanya mama
“Ada devsa rio dama febita kok ma tidak papa, itung itung mau mengunakan ilmu waktu kuliah aja.”
“Yaudah kalau gitu malah baik nanti kamu bisa belajar sama Darma ya nak.”
“Iya pa”
Perawat masuk untuk chek semua kesehatan papa dan papa bisa dipindahkan ke kamar inap.
Aku dan mama membereskan semua dan devsa rio gibran febita masuk juga kerungan.
“Sini nak sama buna, sudah senang liat papa dong kasian sakit tidak kamu temenin,” kataku sambil mengendongnya
“Om semoga lekas sembuh kami semua permisi dulu” devsa tentunya yang bilang
“Terimakasih nak baik hati hati” kata papa
“Hati hati ya kalian “ mama menyambung
“Iya makasih ya kalian, hati hati dijalan”
“Assalamualaikum “
“Waalaikumsalam” semua menjawab
&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&
Setelah tiga hari papa dirawat dan juga gibran malah tidak mau lepas dari Ersya dan darma tidak juga muncul, tapi Rio dan Devsa sangat membantunya.
‘Mari kita bercerita tentang darma yang barusan muncul gegaranya dia itu mengurus perusahaan dan harus fokus untuk memenangkan tender.’
“Assalamualaikum, papa mama, gimana keadaannya sudah sehat?” Tanya darma dengan wajah lelah
“Waalaikumsalam” jawab bersama
“Kenapa nak kok kelihatan lelah sekali ada masalah di kantor?” Mama bertanya
“Tidak ada masalah ma, cuma kecapekan saja” dengan wajah lesu dan sangat keliahatan capek
“Sudah ma pulanglah saja karena kamu juga harus istirahat kamu sudah capek dikantor”
“Iya ma Darma pulang dulu nanti selesai istirahat saya kesini lagi”
__ADS_1
#####
Darma pulang dengan mengendarai mobil berlanu lumayan cepat karena seharusnya 45 menit tapi lebih cepat, dirumah ada orang yang sedang menunggunya.
Satpam ;”maaf pak ditunggu orang dan saya tidak tahu siapa itu “
Darma ; “iya pak sebentar”
Menemui orang ternyata asisten dan oranga pak Bagas Utama, tidak tau kenapa tapi asistenya kini meminta Darma untuk mendengarkan penjelasnya.
“Maaf pak saya meminta waktunya sebentar untuk berbicara dengan bapak Darma.”
“Baik pak silahkan, tapi saya tidak memiliki banyak waktu.”
Asisten pak bagus menjelaskan dengan nada sangat tenang kepada Darma.
“Begini saya kesini untuk meminta anda datang ke rumah tuan bagus karena ada yang akan beliau sampaikan kepasa anda, beliau berpesan nanti jam 7 malam anda sudah ditunggu. Mohon anda hadir ya pak Darma karena saya sudah berjanji untuk membawa anda kerumah tuan.”
“Begini pak saya akan usahakan, tapi saya tidak berjanji karena juga bapa saya sedang sakit.”
“Baik terimakasih, saya permisi dulu”
Darma saking lelah dan capeknya masuk kamar tanpa ia mandi dulu karena sudah sangat tidak kuat manahan pening.
&&&&&&&&&&&&
.
.
.
(Saya ceritakan kisah darma, dari awal banget yaa biar nanti kalian bacanya tidak bingung karena ini saya sudah memasukkan tokoh yang baru lagi. )
Bagus Utama dari dulu memang sudah menjadi pengusaha terbesar yang menguasai Asia karena perusahaan keluarga yang turun temurun, juga pak Bagas adalah anak keturuanan satu satunya jadi semua aset pak Bagas punya.
Musuh memang selalu ada, tapi kini musuhnya berada pada lingkungan kerabat dekatnya bisa dibilang orang kepercayaan dari keluarga.
Ceritanya dulu darma adalah anak yabg sangat dinantikan oleh keluarga pak Bagas hampir 5 tahun menikah baru diberikan keturunan. Dan pada saat hamil darma musuhnya itupun tau. Sampai akhirnya setelah lahir, anak laki laki bayi kecil yang baru berumur satu bulan itu diculik dan dibuang ke jawa.
Karena pak Bagas bertempat tinggal di Amerika jadi sangat jauh dan tidak bisa menemukannya.
Tetapi berjarak 6 tahun kemudian pak bagus memiliki anak lagi perempuan dan sangat dijaga oleh keluarga pak bagus. Saking ketatnya bersekolahpun dirumah
Ini kisah darma tanpa sengaja pak bagus melihat foto masa kecil anak laki kali dan kenapa batinnya mengataakan sangat terikat dengan darma ketika bersama.
Tidak tau kenapa pak Bagas mengamatimuka darma, dan ada salah satu tanda yang sama pada wajah darma. Akhirnya sekarang pak Bagar mengulik sendiri lagi kisahnya karena musuhnya itu sudah mati karena bunuh diri terlebih dulu.
-----------------------------------------------
Maaf kita certa Sarma dulu sampai ketemu orang tua asli dulu ya episode selanjutnya, jangan lupa like ❤️
__ADS_1