Cinta Itu Abstrak

Cinta Itu Abstrak
7.


__ADS_3

Sesampainya papa dirumah, papa langsung masuk kamar mandi dan membersihkan badan, selesai dan lanjut menemui mama. “Masak apa ma baunya harum banget, dan ersya mana ?” Sambil melihat kenasa kemari mencari ersya, “ini lagi masak sayur sup sama perkedel kentang. Kalau ersya di kamar gibran tadi gibran nangis waktu kebangun.” Jelas mama sambil menggoreng perkedel dan nemunggu sup mendidih.


Waktu sudah masuk magrib dan keluarga pak Hendra melaksanakan sholat berjamaah bersama, selesainya dilanjut mengobrol diruang tengah. “Buna becok ib boyeh masuk sekola?”


“Jangan dulu sayang biar tubuh ib kuat dulu, atau biar ib tidak bosan ib mau atau tidak ikut buna kerja diresto?” Bujuknya karena mungkin masih merasa jika badan ib masih butuh istirahat


“Baik buna ib mau itut, tapi ib mau mainan”


“Emanga ib mau beli apa?” Tanya papa yang mendadak nyambung


“Ib mau mobin yang bica dinaik itu becal” sambil bersemangat meragakan mobil besar


“Beli sama mama sama papa aja ya, buna besok kalau sibuk gapapa biar sama mama aja” mama merasa kasian pa ersya dia sudah mengorbankan watu mudanya untuk keponakan kesayangannya.


“Udah isya, kita sholat dulu saja lalu makan malam ayo ib ambil wudhu dulu sama papa” ajak papa dan semua mengikuti.


Setelah selesai sholat mereka makan dan lanjut ersya juga mama dan dibantu oleh mbak utik membersikan meja makan dan mencuci piring, setelah selesai mama dan ersya menghampiri gibran. “Ib mau tidur sama siapa, buna sudah mengantuk ini.”


“Ib mau tidul dicini aja sama papa” memang sudah dikamar papa dan adik mendengarkan dongeng papanya”


“Biar disini saja sya kamu istirahat katanya besok mau keresto” kata mama sambil mengelus bahu ersya


“Yasudah kalau begitu aku kekamar dulu ya ma pa, selamat malam semua.” Sambil berjalan mencium pipi mama papa dan juga gibran


Ersya membaringkan tubuhnya di ranjangnya yang lumayan besar dan memejamkan matanya, tak terasa diapun tertidur. Waktu masih pukul 4 dini hari dan azanpun sudah berkumandang. Ersya melaksanakan sholat dan lanjut kedapur membantu mbak utik untuk memasak.


“Mbak kita masak nasi goreng saja untuk sarapan pagi yaa ayo mba aku bantu, mba kupas bumbu dan menggoreng telur ak masak yaa .” Dengan semangat dia memasak dan dibantu oleh mbak utik mempersiapakan bumbu dan sampai selesai


“Akhirnya non selesai udah non mandi saya bibi yang beresin semuany.” Bibi sudah biasa melihat aku selalu mandi setelah memesak


“Iya sambil aku jalan sambil aku siapkan ke meja makan sekalian, makasih ya mbak udah bantu ersya”

__ADS_1


“Eh non justru bibi yang makasih, sudah non mandi saja dulu”


“Okey mbak utik aku naik dulu”


Sampai dikamar membersihkan tubuh dan memakai baju kerja ersya turun dan bibawah sudah ada mama yang berbicara sendiri ‘ini sudah matang semua, apa aku yang bangunya kesangan’ gumam mama


“Tadi pagi pagi ersya yang masak mama dan mana papa sama gibran?”


“Masih dikamar tadi masih sibuk sama ngocehnya, persis kek kamu pokoknya.”


ma aku enggak sarapan langsung bereangkat ya assalamualaikum.” Sambil cium tangan dan mencium pipi mamanya dia langsung pergi.


✨✨✨


“Lama sekalui rasanya tidak masuk ruangan ini. Mungkin aku butuh waktu untuk merapikan dokumen dokumen ini karena berantakan.” Sambil merapikan dan menata dokumen juga memerikasa dokumen yang perlu dan sudah tidak perlu dilihat.


Rio masuk ruangan ersya tanpa salam, ridia sudah menahan amarah ya karena seperti tidah dianggap sahabat saja. “Er kamu anggep aku sahabat enggak sih, seenggaknya kamu tu ada kabar gitu. Apa cuma devsa saja yang kamu anggap sabar aku cuma kerabat kerja.” Nada marah


Sebelumnya ya memang devsa sangat dekat dengan ersya dan mereka mengira itu wajar tapi tidak dengan rio dia selalu memperhatikan tingkah laku ersya. Dan ersya hanya kaget juga tercengang “Io maaf kalau aku tidak kasih tau kamu dan ini hanya masalah kecil kamu tidak perlumarah seperti ini. Maaf lain kali aku tidak akan seperti ini lagi.”


“Berarti aku harus mencari ganti kamu io” nada kaget dan sedikit kesel, tak lama devsa datang. “Hay sya, wi ada kang mas io mana gandengannya kok sendirian” devsa datang dengan melihat kesana kemari dan dia membuat kesal Rio.


“Apaan sih lo Dev, gak lucu.” Nada merah Rio


“Kenapa sih ini wajah tegang semua? Biar hidup jalan semestinya, io ak denger denger lo mau nerusin papa lo buat jadi manajer pasti ya.”


“Loh kamu udah tau Dev, trus kita harus cari ding siapa yang akan mengantikan Io.” Ersya yang mulai bingung


“Lo tenang aja sementara kan ada febrian, dimana tu anak kok tidak ada disamping mu .” Menjawab Ersya dan menyindir Rio


“Udah ya aku pergi dulu aja, entar kita makan bareng ku ajak bio ya” berbucara dengan mereka berdua.

__ADS_1


“Siyap Io ini geretongankan, wkwkwk” sahut devsa


“Tapi kalau aku tidak janji soalnya anak cowok aku mau beli mainan.”


“Oh iya sampai lupa, gimana kabar Gibran sudah sehat bener? Lama banget deh tidak bertemu anak itu” jawab Rio


“Udah sehat kok, tinggal masa penyembuhan gitu juga gamau sama aku maunya sama papa mama.”


“Yaudah aku lanjukerja dulu dicafe”


“Iyaaa semangat io” sahut Devsa dan Ersya


“Sya hari ini kita ada meeting jam 11.00 di kantor pak Rocki karena beliau bilang tidak sedang tidak bisa keluar kantor hari ini, lanjut jam 14.15 bertemu dengan klien untuk membahas penyewaan resto dan cafe”


“Kenapa agenda hari ini sudah banyak saja, kita harus semangat dev. Dev ak mau curhat sekalian, gini kemarin itu papa bilang aku mau menjodokan ku sama Darma dan sekarang Gibran minta ayah dan Darma dengan pedenya suruh panggil dia ayah. Mana deket banget mereka berdua tu...” belum juga selesai bercerita ada telefon dari papa


“Assalamualaikum buna, Ib ga jadi beyi mainan api Ib dibeyikan aimana cama ayah,” nadanya dengan senang


“Ayah ? Bukanya Ib pergi dengan papa ya tadi katanya?” Sumpah nada bingung karena ini yang menelefon nomer papa


“Iya buna cekalang Ib ada di tempat papa”


“Papa ih kalau papa enggak mau temenin kenapa ga ngomo sama aku aja, kan aku juga bisa temenin” kesel banget devsa hanya ketawa dan dia mengisyaratkan untuk keluar dulu dan Ersya menjawab “👍🏻”


“Bukan gitu Sya tadi Gibran yang mau pergi sama Darma yaudah papa kan seneng, gapapa lagi kenapasih kamu sewot aja”


“Udah deh pa aku tutup, assalamualaikum”


“Waalaikumsalam”


.

__ADS_1


.


.…>jangan lupa tinggalkan jejak yaa🤎


__ADS_2