
Investor glory food bernama Rocki Pranata, ia tertarik karena pemiliknya cantik dan melihat resto dan cafe yang selalu ramai. Setelah selesai presentasi Rocki yang menyetujui inves tempat dan uang menjadikanku kesempatan untuk berkembang.
“Kita langsung cek darah dan tempatnya karena saya tidak tahu lagi kapan akan mempunyai waktu longgar jadi mari kita pergi sekarang.”
“Baik mari kita pergi”
Mereka pergi dengan asisten sendiri sendiri dan berbeda mobil.
Menelefon papa
Ersya ; “assalamualaikum pa, ersya baru selesai meeting gibran sudah dijemput?”
Papa ; “sudah sayang sekarang masih bermain mungkin tadi pamit ke timezone”
Ersya ; “sama mama pa kok tumben ke timezone”
Papa ; “sama darma tadi yang papa suruh, udah delu nak papa mau rapat, assalamualaikum”
(Papa menghindar karena pasti ersya tidak suka)
Ersya ; “ waalaikumsalam” kesel hati
🎈🎈🎈🎈
Saat dikantor papa langsung memanggil darma keruangannya dan memberitahu nanti untuk menjemput gibran. Ya Darma tau dong Gibran tapi tidak dekat karena dia harus bolak balik luar negri dan luar kota untuk mengurus bisnis cabang papa.
“Darma nanti kamu jempu Gibran karena ersya sedang ada meeting”
“Baik pak saya akan jemput, tapi dam berapa gibran pulang?”
“Jam 11, sekolahnya di jalan Panji Rihanjo”
“Baik pal nanti kalau sudah waktunya saya akan menjemputnya lebih awal karena dari sini jaranya lumayan jauh”
“Iya silahkan, terimakasih nak”
“Sama sama pak, saya permisi keluar”
Diruangan darma kembali manatap dan memeriksa data yang ada dengan begitu serius, sebelum diaemegang data tadi dia menyetel alarm dihp untuk mengingatkannya menjemput gibran. Alarm berbunyi dia segera membereskan dokumen dan berangkat menjemput gibran.
“Ara nanti saya keluar dulu kalau ada yang mencari saya bilang bisa ketemu besok” pamit darma pada sekertarisnya
“Baik pak, memanga bapak mau kemana?”
“Menjemput anak saya” jawab singkat sambil pergi dari depan ara
“Hah anak jangan jangan bos, ih yaudah deh tidak usah dipikir”
Darma memasuki jalan yang ramai tidak tau kenapa jalan sangat padat untung dia sudah berangkat lebih awal, tapi dia tidak sampai telat berlebihan menjemput anak itu. Sampai di sekolah memang sudah tinggal beberapa anak dan dua satpam.
“Permisi pak apa anak, mau menjemput gibran”
“Tunggu sebentar pak saya panggilkan” satpam masuk untuk memanggil gibran
“Baik pak”
“Bapak suaminya bu ersya kok tidak pernah keliatan” tanya satpam satu
“Saya temanya pak ersya masih meeting”
__ADS_1
“Oh saya pikir suaminya”
Darma hanya tertawa tengil dan melihat gimbran datang dia langsung berusaha mendekatkan diri. Darma tau kalau dia menyukai ersya harus mendekati gibran.
“Yuk gibran kita mau langsung pulang atau kemana dulu?”
“Om kan yang kemarin?” Dengan wajah bingung
“Iya nama om darma, kenalan ya ini namanya”
“Oke om, om boleh tidak kita bermain dulu ke timezone”
“Boleh tapi kita ijin papa dulu ya supaya nanti tidak dicari”
“Baik om,”
Membuka hp dan menelefon papa
“Assalamualaikum pak, ini darma dan gibran injin mau main ke time zone boleh atau tidak?”
“Iya pa iblan ingin main ke timezon” ucapnya menyela jawaban
“Iya boleh nanti papa pamitin buna kalian bersenang senang lah”
“Horee terimakasih pa” kegirangan
“Baik pak terimakasih saya matikan telfonnya assalamualaikum”
“Waalaikumsalam hati hati”
Telefon mati
Mereka berangkat menuju ke salah satu mall yang ada didekat kantor karena kalau mall yang lain jauh tempatnya. Gimbran yang terus bercerita dan dasarnya darma suka dengan anak anak. Tidak terasa macet karena keseruan dan akhirnya sudah sampai di mall.
“Yuk om, belum ini baru pertama kali soalnya buna sukanya mengajak iblan ke taman dan ini tadi temen iblan belcelita kalau timezone ini asik”
“Oh seperti itu yaudah yuk kita ini card dan kita main”
“Ayo om ayooo” dengan semangat
“Mba mau isi card 250 k”
“Baik pak, biasanya sendiri ini sedah bersama anak. Ini pak silah lahkan dichek”
“Hahah iya mba, oke mba makasih”
“Yuk gibran kita main, kamu mau main yang mana ?”
“Yang itu om kita main basket”
“Boleh kamu yang kecil om yang besar ya kita lomba siapa dulu yang banyak”
“Ooke om siapa tatut”
Mereka bermain basket dengan semangat dan tentunya menang darma karena hampir setiap dia libur dia menyempatkan diri untuk bermain dengan teman maupun sendiri. Sampai asiknya bermain ditimezone dengan riang sampai tidak terasa kalau hari sudah sore.
“Yuk gibran kita makan dulu baru om anterin pulang ya, kamu mau makan dimana?”
“Kfc aja om iblan mau ayam “
__ADS_1
“Yuk kita kesana. Mau om gendong”
“Mau om iblan capek”
“Okey sini “ sambil mengendong iblan
Makan dengan nikmat mereka berdua karena kelaparan, suara telepon berpunyi.
“Kalian sudah pulang? “
“Belum pak masih makan habis ini kita langsung pulang”
“Oke, bunanya ini sudah menanyakan soalnya”
“Baik kami akan segera pulang”
Makan sudah selesai ibran rasanya mengantuk digendongan darma, tadi sehabis makan membeli mainan untuk dimainkan dirumah mobil mobilan dan robot kecil kecil. Darma senang karena gimbran bisa lengket dengannya.
Sampai parkiran mobil ternya ta gibran sudah tidur. Melakukan mobil dengan kecepatan sedang dan sampai dirumah pak Henda bertepatan dengan datangnya mobil keci nan elegan dengan wanita cantik didalamnta ersya lah.
Darma keluar untuk mengakat gibran “gibran tidur, saya bantu untuk mengendongnya masuk”
“Iya boleh”
Darma mengendong gibran dan ersya ada dibelangnya.
“Kamarnya dilantai atas pakai lift aja biar enak “
“Okey, kamu tadi meeting sampai sore” sambil masuk lift darma mencari bahan
“Iya, sekalian sama ada urusan” jawab nya cuek
Keluar lift masuk kamar gibran membaringkan dengan hati hati.
“Aku langsung pamit ya, assalamualaikum”
“Waalaikum salam terimakasih”
✨✨✨✨✨
Hari sudah malam hp Ersya berdering dan tanpa tertera nama di hpnya. Tidak diangkat sampai panggilan beberapa kali baru diangkat
“Halo selamat malam”
“Malam, ini siapa ?”
“Saya investor tadi siang”
“Iya pak Rocki ada apa?” Ingetlah kan cuma satu
“Tidak apa hanya ingin memberi tahu ini nomor telefon saya.” Ucapnya dengan pd
“Baik, jika tidak penting saya matikan” langsung dimatikan
Karena hari sudah malam ersya melupakan persoalan hari ini dan merebahkan tubuhnya ketempat tidur, karena gibran sudah tidur maka dia sudah aman dan memutuskan untuk juga tidur.
Sang fajar sudah menghantarkan sinar matahari untuk cahayanya mencorot ke sela sela jendela kamar ersya. Ersya pun tersadar dengan membuka mata tetapi dia merasakan ada hawa panas, ternyata badan gibran.
.
__ADS_1
.
Selamat membaca, maaf ya kalau banyak typo