Cinta Itu Abstrak

Cinta Itu Abstrak
8.


__ADS_3

Setelah selesai dengan pekerjaannya dikantor Ersya pergi untuk bertemu investor yaitu Rocki dikantor miliksiapa lagi. Kami sudah mendapatkan tempat yang pas setelah kita berkompromi bersama tempatnya berada di kota M. Dengan alasan karena disana lebih mudah terjamah oleh orang karena juga banyak mahasiswa.


“Baik meeting selesai dan kita ke kota M seminggu lagi untuk meninjau langsung bagaimana disana.” Ucap Rocki dengan senyum yang banyak arti


“Baik saya akan pertimbangkan lagi, dan nanti lilahkan anda memberi kabar ke Devs saja. Terimakasih saya permisi.”


Selesai dan langsung menuju ke resto untuk menemui klien yang akan menyewa resto dan cafe. Kini Ersya duduk cafe bagian vvip yang tertutup kaca menunggu, tak lama devsa datang dengan klien “kok kamu sih” Ersya menunjuk Darma dengan tantapan kebencian.


“Iya to the poin saja, saya akan menyewa resto dan cafe ini dalam waktu 2 hari tolong berikan service yang terbaik karena ini untuk kolega perusahaan saya. Uang saya kirim sekarang sebesar 50jt, dan nantinya tapu yang datang 7orang dan ini hanya dua hari.”


“Baik akan kami usahakan silahkan urus dengan asisiten saya devsa terimasih, saya permisi”


‘ orang bukan perusahaanya sombong banget’ batin Ersya


Setelah selesai rapat dan Darma dan Ersya mereka sama sama ninggalkan tempat dan Devsa masih beberes untuk kesokan harinya.


***


Ersya pulang dan sesampainya dirumah disambut oleh anak gantengnya itu. “Buna ayo main.” Dengan wajah ceria langsung memeluk bunanya dan mengajak main.


“Sayang buna bersih bersih dulu lalu kita main dan bermain yuk mandi dulu.”


Memandikan Gibran dan berlanjut membersihkan badanya sendiri, papa dan mama kata bibi ada urusan sebertar entah kemana mereka tidak memberi tahuku.


Darma malah kini menemani papa dan mama yang sedang berada dirumah sakit, mama tadi menelefon Darma dan memberi tahu kalau papa sengan merasa sakit dibagian dadanya. Darma segera menemui mereka dan papa sudah berada pada ruangan UGD.


Memanga Ersya tidak diberi tau karena iya memang selalu tidak bisa menanggapi dengan tenang. Kini pertama kali papa dirawat dirumah sakit dan keadaannya cukup parah, dokter pemeriksa pun keluar dan “pasien mengidap penyakit jantung ”


“Apa yang bisa kami lakukan dokter?”darma bertanya sambil memeluk mama yang menagis tersedu sedu


“Pasien harus meminum obat rutin dan pasien harus dalm kondisi tenang. Maaf dari tadi pasien memangil nama Ersya, dan pasien akan di pindah ke ruangan pasien. Dan saya permisi”Terang dokter


“Terimakash dok, baik silahkan.”


Darma memutuskan untuk menelefon Ersya dengan hp mama karena tidak mempunyai nomornya.


“Maaf ma, Darma pinjam hp untuk telfon Ersya”


“Ini nak” jawab singkat dengan memberikan hp


***

__ADS_1


Di rumah Gibran dan Ersya sedang makan buah yanh telah disuapkan oleh mbak utik, tiba tibamama telefon


📲”Assalamualaikum ini Darma, tolong kamu ke rumah sakit jarapan sembuh, papa sedang dirawat tolong kamau kesini.”


📲”Ya saya akan segera kesana” tanpa menjawab salam langsung maematikan telfon


“Mbak Utuk say titip Gibran sebentar ya, ada urusan tolong mbak.”


“Iya non silahkan hati hati dijalan non”


Berangkat dengan kecepatan ya seperti flaz, dan setibanya dirumah sakit langsung menjumpai resepsionis dan menanyakan kamar inap papanya.


Berlri menuju kamar inap papanya dengan kurura. Keringat dan saat meliat mama yang sedang menangis seketika di seperti rontok dan air mata yang dia bendung akhirnya tumpah.


Ersya memeluk dan memberikan ketenangan batin kepada mama, tepat pada saat dokter keluar dari kamar memberitau bahwa “pasien sudah sadar tetapi masih dalam keadaan lemah, tolong berikan ketenangan hati dan jiwa pada pasien.”


Terang dokter dengan pelan.


“Baik dok akan kami usahakan dan tolong dokter berikan yang terbaik untuk pak Hendra.” Dengan tegas Darma menjawabnya


“Kami pasti usahakan yang terbaik dan saya permisi dulu.”


“Baik, terimakasih dok.”


Masuk kamar dan mamam duduk di sebelah papa dan Ersya langsung memeluk papanya dengan sesegukan dendungan air mata tumpah. “Papa kenapa tidah cerita kepada mama ataupun Ersya pa.” Dengan melepas pelukan dan memegang tangan papa berkata dengan sangat pelan.


“Papa baik baik saja sudah jangan kawatir” papa mengenggam tangan ku dan mencari tangan mama dengan keaadan memang sangat lemah.


“Pokok papa harus sembuh, jangan mikirin yang macem macem ya Ersya sama mama sayang papa” sambil mameluk mama dan mengelus tangan papanya


“Darma terimakasih” dalam hati papa yang tau dia berada sangat dekat


“Sama sama pa” dengan senyum manisnya


Mama yang seketika serasa kesadaran kembali dia langsung bertanya “Ersya, Gibran dimana?”


“Gibran dirumah sama mbak tutik, tadi Ersya keburu jadi Gibranya dititipin dirumah. Sepebentar ma coba aku tefon rumah.” Sambil mencari hp ditas dan ternyata tidak membawa


“Mama tolong telfonin Ersya lupa hpnya gabawa” dengan suram keinget Gibran yang sekarang mungkin sedang mencarinya


“Ini nih, kamu ngomong udah tersambung” sambil memberikan hp dan langsung diterima oleh Ersya

__ADS_1


Tersambung telefon rumah


📞 “Assalamualaikum mbak ini Ersya, gimana Gibran rewel ?”


📞 “Waalaikumsalam, iya non dari tadi nyariin dan sekarang non telfon dianya malah nangis sesegukan sekarang non. Ini non tuan kecil mau ngomong.” Sambil diberikannya telefon kepada Gibran


📞”Buna Ib inin bunaaaaa” sambil sesegukan menagis


📞”Ib dengerin buna ya, Ib diam dulu dirumah habis ini buna jemput sekarang tenang tidak udah nagis. Hayo katanya anak laki laki kuat.” Ucapan ersya yang membuat Gibran tenang


📞”Cepat ya buna Ib tunggu” tanpa sabar mematikan telfon dan berlari menunggu di depan pintu.


📞”Assalam, yah dimatikan.”


Semua orang yang ada di dalam ruangan papa tertawa meliahat Ersya, papa langsung memangil Darma “Darma tolong kamu antar Ersya pulang menjemput Gibran.”


“Tidak usah pa Ersya sendiri aja, bawa mobil kok.”


“Sya kenapa sih harus bantah, udah ayo berangkat sama Darma biar mama yang jaga papa”


“Iya deh iya aku berangat dulu, assalamualaikum” sambil memeluk dan mencium kedua orang tuanya.


“Waalaikumsalam, Darma nitip Ersya ya nak” kata mama dengan dengan lembut.


“Baik ma, Darma juga pamit assalamualaikum.” Sambil salim mama papa


“Waalaikum salam hati hati” mama papa menjawab bersama.


???


Berjalan kearah mobil, kali ini Ersya menaiki mobil Darma lagi. Darma yang akan membukakan pintu mobil dengan ersya langsung dicegah, “bisa buka sendiri”.


“Baik lah, kita jalan.” Dengan sabar menyikapi ersya yang kaku


Ersya yang hanya diam dan tidak mau menjawab melihat pun ersya serasa tidak mau. Dijalan sungguh sangat sunyi, Darma yang memecahkan keheningan dengan menyalakan radio bertepatan lagi kasih putih.


Ersya sangat mengukai lagu itu dan dia mulai meresapi eh malah nagis. Lagu habis dibutar dan mobilpun masuk ke halaman rumah, dilihatnya gibran yang sedang menunggu didepan pintu.


Melihat Ersya turun dari mobil dan lasung teriak “bunaaaaa” sambil berlari menghampiri bunanya dan beranjak gendong.


..

__ADS_1


kira kira nanti episode setelah ini ada apa ya?


Selamat membaca kawanku🤎


__ADS_2