
Mama papa yang mendengar pertanyaan gibran langsung memikirkan perjodohan yang akan mereka putuskan. Mereka tadi merencanakan akan menjodohkan darma dengan ersya.
Esrya memandikan gibran dan setelah selesai ersya mandi dan bebenah meski hanya memakai bebidol tetap saja cantik. Mereka turun dan makan malam bersama.
Mengambilan makan untik gibran “ ayo dimakan jangan lupa baca doa dulu”
“Siap buna, terimakasih”
“Selamat makan mama papa”
“Selamat makan nak, nak papa nanti selesai makan akan bicara sebentar “
“Baik pa” perasaan sudah mulai tidak enak
Selesainya makan dan beberes meja makan, papa sudah menungguku dan gibran bermain dengan mama di kamar bermain.
“Nak papa tadi sudah mendengar apa yang dikatakan gibran, papa tau kamu masih ingin menikmati masa muda kamu tapi apa tidak sebaiknya kamu segera menikah?” Tanya papa serius
“Jadi tadi papa dengar, belum pa aku masih ingin mencari mendamping yang tepat karena aku takut sakit hati”
“Iya papa tahu kamu trauma sama kakak kamu tapi setiap jalan hidup orang berbeda sya. Papa sudah sepakat sama mama untuk menjodohkan kamu dengan darma.”
“Dikantor tadi mama dan papa sengaja mempertemukan kalian dan ingin menjodohkan kalian, darma anak baik dan umur kalian hanya selisih 3 tahun itu sudah pas nak”
“Papa gabisa dong kayak gini ersya belum mau menikah” ucapnku tegas
“Masih banyak waktu untuk kalian dekat sya juga papakan sudah tua dan kamu tidak mau meneruskan diperusahaan papa jadi dia yang akan mengembangkan perusahaan. Papa sama mama sudah tidak muda lagi sya sudah tidak bisa menjaga kalian sekuat tenaga hanya tenaga tua”
“Kita bahas lain kali lagi pa, esya mau ke gibran papa istirahat ya “ sambil mencium pipi papanya
“Iya nak selamat malam”
“Selamat malam” sambil berjalan
Aku yang melihat gibran tertaga senang juga ikut merasa senang ku melihatnya dari jauh dan tiba aku mendenganya bercerita.
“Mama, iblan inin unya ayah iblan ili cama emen emen dicekola.”
“Ibran ingin ayah, oh iya menurut kamu om yang tadi main sama kamu dikantor papa tadi baik tidak” pancingan mama ding
“Om itu baik cekali ma, bemain dan cuka berceita iblan ingin bemain sma om lagi ma”
“Besok mama suruh om darma bermain sama gimbran ya, sekarang gimbran tidur karena sudah malam dan besok sekolah sayang”
Akupun segera masuk supaya mereka tidah curuga “sayang ayo sudah malam, mama juga sudah waktunya istirahat”
“Selamat malam sayang” sambil mencium kedua kening anak dan cucunya
__ADS_1
“Selamat malam mama” jawab bersamaan
Setelah ersya mengajak sikat gigi cuci tangan dan kaki lanjut berdongeng, tidak lama gimbran sudah tidur . Esya yang tidak bisa tidur memikirkan perkataan gibran juga mama papa, dia mencoba untuk menelefon devsa untuk bercerita. Menang kedua orang ini sangat dekat
“Halo assalamualaikum dev, udah tidur belum?”
“Waalaikumsalam, belum masih nonton drama kenapa? He kamu tadi kemana tidak muncul lagi?”
“Hehe maaf aku tadi langsung pulang, tapi tadi amankan dev aku mau curhat dong”
“Kebiasaan deh kamu itu, aman sih mau curhat apa?”
“Gimbran pengen bapak dev aku harus gimana dan papa sama mau ternyata mengangkat anak dan ingin menjodohkan kami!”
“Eh ya bener aja gibran pasti liat disekolah ya temen temennya pada dijemput ortunya, orangnya gimana ?”
“Kalau gilihat ya ganteng sih tapi aku masih ilfil aja masak dia diberi saham 50% dari papa aku.”
“Ya kamu tu bisa ga sih mikir positif dulu, dari dulu pasti mikirin yang buruknya aja. Lagian ya dia mesti busa dipercaya kalau sampai papa kamu kaya gitu. Coba deh sya buka hati kamu dari aku kenal kamu ya kamu tu tidak pernah mencoba membuka hati lo, coba deh sekarang coba buka hati. Laki laki menurutku tidak sama kok.”
“Sok nasehatin, emang udah punya pacar woe. Aku pikir pikir dulu deh besok kita lanjut di resto okey”
“Nyesel akutu jawab telfon lo”
Mentari dipagi hari mengintip desela sela jendela tapiku sudah siap dan sudah membuatkan bekal sekolah untuk gibran dan ak mevangunkan juga mengqjari dia memakai seragam sekola. “Selesai sayang yuk kita turun dan sarapan”
“Mau sarapan pakai selei apa sayang?”
“Mau cele cotat sama setobeli buna”
“Baik, ini silahkan sayang”
“Makacih buna, buna ib inin cucu cotat”
“Tunggu sebentar ya buna buatin”
“Siap buna”
Tiba tiba telefon berbunya dan itu dari devsa
“Halo sya aku lupa nanti kita dan 8 ketemu klien yang ingin inves di resto dan cafe. Dan sekarang ak sudah dikantor menyiapkan filenya kamu cepetan yaa”
“Iyaa aku juga mau berangkat semalam jadi motivatos sih”
“Namanya juga lupa udah cepetan”
“Sayang ini susunya”
__ADS_1
“Maacih buna” dengan cepat dia habiskan
“Sudah habis susunya, wah sepertinya gelasnya bocor buna” papa yang melihat tingkah lucu tertawa
“Papa ersya nanti mau ketemu klien nanti seumpama ****** gibran bisa ?”
“Bisa sya ada mama juga”
“Baik kamu berangkat dulu, assalamualaikum”
Sambil salim
“Hati hati ya waalaikumsalam” sahut mama papa
“Daaaa mama papa” gibran melambaikan tangan
“Mam nanti kita suruh darma aja biar jemput gibran”
“Iya pa tapi tunggu dulu, jangan langsung kasih tau darma ya tunggu kabar ersya dulu”
“Iya mam, papa berangkat kekantor dulu. Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam pa, hati hati dijalan” sambil salim papa dan menghantarkan ke depan
Sampai disekolah dan menurunkan gibran ersya langsung melaju ke resto
“Dev gimana aku lupa bahan untuk nanti presentasi” dengan nada gugup
“Iya udah jangan gugup sekarang kamu minum dan baca dulu ini materinya. Lagian kamu semalem mau cerita apa ?” Menberi air putih dan menyiapkan file
“Makasih ya, aku cerita nanti aja sekarang mau belajar dulu” menerima gelas dan lanjut mengambil file
“Okey sya aku keluar dulu mau bantu ebi sama rio, kalau udh nanti panggil aja” sambil menutup pintu
Diluar ebi dan rio masih membereskan ruangan untuk acara jamuan calon investor, disipkan dengan sangat rapi karena baru pertama kalinya.
Ersya; “dev mungkin aku harus mencari manajer suapaya aku tidak pusing memikirkan presentasi didepan investor”
Devsa; “sekalian aja dijual kalau memang sudah tidak mau berfikir”
Ersya; “haduh yaudah deh kita siap siap kurang 15 menit lagi nih”
Devsa ; “yuk keruangan meeting, semoga sukses sya semangat jangan grogi siapa tahu nanti ganteng kan bisa jadi calon.”
Ersya ; “oke oke, jangan gila deh yuk yuk”
Calon investor dari perusahaan glory food datang ternyata orangnya sangat baik dan akupun presentasi menjadi sangat santai juga lama karena orang itu sangat mencermati dan setiap yang ingin dia ketahui selalu bertanya. Devsa sangat membantuku, oh iya investo itu bernama Abid Rahendra. Sudah pukul 13.00 kami selesai dan aku belum mengabari papa.
__ADS_1